Terkait Polemik Restribusi Pasar, Yusril Ihza Mahendra Akan Bantu Mediasi Dengan Walikota Bukittinggi

Iklan Semua Halaman

Terkait Polemik Restribusi Pasar, Yusril Ihza Mahendra Akan Bantu Mediasi Dengan Walikota Bukittinggi

Admin Minangkabau
09 March 2019
Yusril Ihza Mahendra ( foto: dok.net)

Bukittinggi - Polemik penetapan tarif baru retribusi toko, los atau lapak di Pasar  Bukitinggi, menjadi perhatian khusus Mantan Menteri Kehakiman dan HAM RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.

Menurut Ariyanto salah seorang pedagang pasar Aur Kuning Bukittinggi,  Yusril berencana akan datang hari Senin, 11 Maret 2019 untuk melakukan mediasi dengan para pedagang di salah satu hotel di Bukittinggi.

Perda nomor 22 Tahun 2004 tentang izin sewa toko dan perubahan biaya retribusi yang telah ditetapkan oleh Perwako Bukittinggi No. 40 dan 41 Tahun 2018 itu, akan menjadi salah satu kajian Yusril saat akan dilakukan audiensi dengan para pedagang di Bukittinggi, Sabtu (09/03).

Ariyanto ( baju merah ),  salah seorang Pedagang di Pasar Aur Kuning Kota Bukitinggi ( foto : Dok.ist )

Ariyanto menambahkan bahwa  kedatangan Bapak Yusril Ihza Mahendra ke Bukittinggi adalah untuk membahas 3 hal diantaranya tentang polemik perubahan retribusi pasar yang telah ditetapkan Pemko Bukittinggi, polemik masalah tanah di wilayah Gadut dan polemik tanah di wilayah Candung.

Lanjut Anto panggilan Ariyanto, selain mantan Menteri Kehakiman dan HAM RI pada pemerintahan sebelumnya beliau saat ini juga berprofesi sebagai Penasehat Hukum Presiden RI Joko Widodo. Sepak terjang beliau sebagai Penasehat Hukum tidak perlu diragukan lagi. Untuk itu tambah Anto, dengan hadirnya beliau dapat menyelesaikan 'benang kusut' yang ada di era pemerintahan Walikota Bukittinggi sekarang.

Kita akan coba dulu, nanti akan ada pertemuan antara Bapak Yusril dengan para pedagang, mereka pasti akan menanyakan "Apakah bisa Bapak bantu kami (para pedagang)?" kata Anto.

Anto menambahkan bahwa dengan hadirnya beliau, diharapkan bisa menjadi jalan penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat.

"Saat ini kebetulan beliau sudah memutuskan mendukung Capres 01, sementara Pak Walikota Bukittinggi kitakan juga mendukung Capres 01,  Siapa tahu mereka bisa nego," ungkap Anto. (Rizky)