Keluarga Bantah, Ketua KPPS di TPS 13 Jorong Koto Marapak Meninggal Karena Keracunan

Iklan Semua Halaman

Keluarga Bantah, Ketua KPPS di TPS 13 Jorong Koto Marapak Meninggal Karena Keracunan

Admin Minangkabau
17 May 2019
Akmal dan Sepriati orangtua Ari Akbar ( foto: Rizky )


Agam - Akmal dan Sepriati orangtua Ari Akbar, tepis isu keracunan tentang meninggalnya anak kandung mereka  setelah menjalani tugas negara. Ari Akbar (25) selaku Ketua KPPS meninggal dunia dirumah pada hari Jumat, 26 April 2019 setelah mengalami demam akibat kelelahan usai bertugas di TPS 13, Jorong Koto Marapak, Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam.

Berkembangnya isu keracunan dibeberapa wilayah Indonesia khususnya di Kabupaten Agam, tentang banyaknya korban meninggal dunia selama bertugas sebagai petugas KPPS di Pemilu bulan April lalu, dibantah oleh sejumlah pihak termasuk keluarga korban dan tokoh masyarakat di Nagari Lambah. Isu itu cukup meresahkan pihak-pihak yang terkait dengan orang dekat almarhum setelah mengetahui informasi tersebut. Kamis, (16/05)

Sepriati Ibunda korban saat didampingi Ayah Ari Akbar mengatakan, "Meninggalnya anak kandung kami diketahui setelah mengalami demam akibat kelelahan usai bekerja sebagai Ketua KPPS. Ari orangnya sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya apalagi selama sebagai KPPS beliau sering tidur larut malam karena harus mengawasi segala macam logistik untuk persiapan Pemilu."

Lanjut Sepriati, kami sekeluarga membantah bahwa adanya isu keracunan yang diderita oleh anak kami dan mengikhlaskan kepergian Ari serta tidak akan menuntut pihak manapun atas kepergian Ari.

Wali Jorong Koto Marapak, Andri August dan Wali Nagari Lambah, Amril Hasan ( foto: Rizky )

Terkait hal tersebut dibenarkan juga oleh Wali Nagari Lambah, Amril Hasan, "Kami mengetahui adanya salah satu petugas TPS 13 Jorong Koto Marapak, meninggal dunia akibat kelelahan selama menjalani tugas negara. Jika Memperhatikan pola kerja petugas TPS dalam persiapan logistik pemilu berlangsung sejak pagi hari hingga larut malam. Petugas menunggu distribusi logistik dari Lubuk Basung hingga sampai tiba di Nagari Lambah, sangat memakan waktu lama. Petugas terutama Ketua KPPS di Nagari Lambah, harus menunggu logistik hingga pukul 02.00 dini hari."

Persiapan tersebut berlangsung hampir setiap hari sebelum tanggal 17 April 2019, sehingga tidak bisa dipungkiri pekerjaan tersebut sangat melelahkan hingga sampai penghitungan kerta suara, baik kerta suara Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Sementara itu, Wali Jorong Koto Marapak, Andri August menambahkan, "Sepengetahuan saya saudara kita Ari Akbar ini, sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan sebagai Ketua KPPS di TPS 13 Koto Marapak. Pemicu kelelahan Ari, menurut saya disebabkan karena TPS 13 berada di luar ruangan sehingga petugas harus bekerja extra untuk mempersiapkan segala hal. Mulai mendirikan tenda, meja, kursi, logistik dan lain sebagainya yang diharapkan pemilu berlangsung dengan baik."

Akibat semua hal tersebut tentu menurut Andri, sangat melelahkan tenaga dan pikiran petugas jika dibandingkan dengan petugas TPS yang berada didalam ruangan. Bekerja dari pagi hingga larut malam yang memicu saudara Ari mengalami demam tinggi yang pada akhirnya meninggal dunia di hari Jumat malam, tanggal 26 April 2019. (Rizky)