Follow & Like It !

IKLAN

Dunia Sekolah

KPU Padangpanjang Tetapkan 2 Lokasi Untuk Kampanye Bagi Peserta Pemilu

On Friday, March 22, 2019



Padangpanjang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangpanjang tetapkan dua lokasi kampanye rapat umum yang akan digunakan peserta Pemilu, pada masa kampanye tanggal 24 Maret hingga 13 April mendatang.

“Selama 21 hari masa kampanye yang telah ditetapkan KPU RI, peserta pemilu di Kota Padangpanjang dapat menggunakan lapangan Gunung Sejati depan RSUD dan lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh,” ucap Ketua KPU Kota Padangpanjang, Okta Novisyah, S.Sos.I usai rapat koordinasi dengan partai politik, Bawaslu, TNI-Polri dan Pemerintahan, diruang rapat KPU setempat, Jumat (22/3).

Okta mengatakan, terkait penggunaan dua fasilitas tersebut, peserta pemilu dan tim kampanye dapat mengurus Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) kepada pihak kepolisian yakni ke Polres Padangpanjang.

Berdasarkan koordinasi KPU dengan pihak keamanan yakni kepolisian, sebut Okta, pihak keamanan meminta peserta pemilu dan tim kampanye untuk dapat mengurus STTP jauh hari sebelum dilakukannya kampanye. 

“Informasi yang kita dapat, peserta pemilu sering mengurus STTP nya terburu-buru, yakni ada yang 3 jam akan melakukan kampanye mengurus STTP-nya. Dengan itu pihak keamanan meminta kita, agar peserta pemilu mengurus STTPnya jauh hari sebelum kampanye,” papar Okta.

Okta mengatakan, peserta pemilu juga dihimbau untuk mematuhi peraturan kampanye rapat umum, yakni sesuai dengan yang diatur PKPU, bahwa transport peserta kampanye rapat umum tidak boleh lebih dari Rp. 100 ribu.

“Terkait transport tidak boleh diberikan dalam bentuk uang, ini harus dipatuhi oleh peserta pemilu, sementara untuk makan biayanya tidak boleh lebih dari Rp. 25 ribu, dan snack maksimal Rp. 15 ribu,” jelas Okta.

Lebih lanjut Okta juga mengingatkan, agar peserta pemilu tidak melakukan kampanye di jalan, dan tidak mengganggu ketertiban umum. “Saat kampanye juga tidak diperbolehkan untuk membawa anak-anak, serta tidak boleh mengajak ASN, TNI-Polri untuk mengkampanyekan mereka,” pungkas Okta. (Del)

Percaya Diri dan Manajemen Acara Harus Jadi Modal Seorang MC

On Friday, March 22, 2019



Agam - Menjadi seorang MC atau master of Ceremony profesional memang butuh keahlian khusus dalam pelaksanaannya. Terkesan gampang-gampang susah namun tidak sedikit yang bisa melakukannya. 

Ada beberapa syarat yang harus penuhi oleh seorang calon MC profesional, seperti berkepribadian baik, berpenampilan atraktif dan simpatik, memiliki wawasan yang baik, memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang baik, tanggap dan cekatan. Hal ini dirasakan Sarah, salah seorang santri putri kelas 11, PPTQ  Mualimin Muhammadiyah, saat mengikuti acara pelatihan MC dan Reporter disekolahnya. Jumat, (22/03) 

Menurut Sarah, "Memang gampang-gampang susah ya menjadi seorang MC. Apalagi melatih kepercayaan diri itu kak, mungkin ini yang harus menjadi dasar kita untuk bisa tampil didepan orang banyak. Masalahnya menahan ledekan dari teman atau menahan gugup ditengah keramaian ini yang kita butuh latihan untuk menjadi seorang MC."

Selain itu menurut Yasril Datuk Maka, Dewan Pimpinan Pengurus Yayasan PPTQ Mualimin Muhammadiyah, "Pelatihan MC ini sangat dibutuhkan oleh para santri kita, agar mereka semenjak dini dapat melatih kepercayaan diri dan melatih manajemen waktu dalam sebuah acara. Selain mereka mendapat bekal akademik, pelatihan seperti ini juga menambah khasanah mereka sebagai bekal non akademik didalam lingkungan pesantren."

Kami atas nama Yayasan lanjut Yasril Datuk Maka, berterima kasih dengan saudara Rizky Rais Jurnalis pasbana.com yang sudah mau berbagi ilmu dan pengetahuan tentang Master Of Ceremony serta ilmu jurnalistiknya. 

Awalnya kita buka kelas pelatihan MC ini untuk santri putri, namun karena antusia santri cukup besar maka jajaran guru menyarankan agar dibuka juga pelatihan untuk kelas santri putra. 

"Pelatihan ini yang berlangsung sejak tanggal 20-22 Maret 2019, mudah-mudahan dengan adanya pelatihan MC ini dapat meningkatkan percaya diri santri untuk menjadi MC Profesional dimasa akan datang." tutup Yasril Datuk Maka. (Rizky)

Pengamanan Pemilu Serentak, Kapolres Padangpanjang Kerahkan Personil ke TPS-TPS

On Friday, March 22, 2019


Padangpanjang – Wujudkan keamanan yang kondusif saat Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden 17 April mendatang, Polres Padangpanjang laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018, di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, Jumat (22/3).

Kapolres Padangpanjang, AKBP. Cepi Noval, SIK menyampaikan, untuk daerah rawan, pihaknya menurunkan, yakni 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan 1 polisi dan perlindungan masyarakat (Linmas). Sementera untuk daerah yang tidak rawan, pihaknya menurunkan 1 polisi dan linmas untuk 8 TPS.

“Sebenarnya di wilayah hukum kita ini tidak ada TPS yang rawan, tetapi tetap ada yang kita atensi. Seperti halnya TPS yang ada di kelurahan Kampung Manggis, TPS tersebut kita kategorikan rawan karena penduduknya sangat padat, dan hal itu perlu dijadikan perhatian, sementara TPS lain, jarak wilayah penduduk tidak terlalu padat,” ucap Cepi.

Pada kesempatan tersebut, Cepi juga mengingatkan, agar saling menghargai dan menghormati pilihan orang lain. Karena menurutnya, pemilu bukan sebagai ajang untuk membenturkan satu pihak dengan pihak lain, atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu lainnya.

“Pemilu bukan sebagai ajang adu domba, dan dalam pencoblosan kita harus bisa menghargai pilihan semua. Meskipun beda pilhan kita tetap satu kesatuan, yakni NKRI, jangan gara-gara politik kita tidak bertegur sapa, dengan itu saya ingatkan agar terus menjaga kerukunan,” jelas Cepi.

Menanggapi berita hoax, Cepi juga mengatakan, agar masyarakat di Wilayah Hukum Polres Padangpanjang tidak cepat terpengaruh, dan lebih dahulu mencari tahu kebenaran dari berita tersebut. 

“Menurut saya, masyarakat di wilayah hukum Polres Padangpanjang sudah cerdas-cerdas, pasti sudah bisa mengetahui mana berita hoax, karena masyarakat dapat mengakses dan menelusuri kebenaran dari berita tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut Cepi menghimbau, agar seluruh masyarakat untuk dapat menggunakan hak suara di pemilu serentak mendatang, dan jangan sampai golput. “Gunakanlah hak pilih kita, jangan sampai golput, karena nyoblos itu keren,” tegasnya.

Apel tersebut diikuti oleh TNI-POLRI, Satpol PP dan Damkar, Dishub, Pemuda Pancasila, dan Linmas serta dihadiri oleh Wakil Walikota Padangpanjang Drs. Asrul, Ketua DPRD Dr. Novi Hendri, SE, M.Si, Ketua KPU Okta Novisyah, Ketua Bawaslu Santina, dan undangan lainnya. (del)

Crane Proyek Pembangunan Hotel Santika Bukittinggi Terbalik, 1 Orang Mengalami Luka

On Friday, March 22, 2019



Bukittinggi - Crane atau alat berat terbalik kedalaman lubang sedalam lebih kurang 10 meter arah basement proyek pembangunan Hotel Santika di Jalan Tuanku Nan Renceh, Kota Bukittinggi. Akibat kejadian tersebut, satu orang pekerja/operator crane mengalami luka ringan.

Menurut Arifki Zulhardiansyah petugas lapangan proyek PT. Grafos Grahapersada mengatakan, "Akibat insiden roboh atau terbaliknya crane proyek cuma 1 (satu) orang korban operator crane mengalami luka ringan disekitar tumit bagian sebelah kanan. Korban berinisial IF usia 44 tahun, asal kota Payakumbuh, saat ini sudah dirawat di IGD RS. Ahmad Mochtar Bukittinggi." Jumat, (22/03)

Arifki Zulhardiansyah


Kata Rifki panggilan Arifki Zulhardiansyah, saat dikonfirmasi di rumah sakit, kronologis kejadian kami tidak terlalu mengetahui karena kami sedang melakukan rapat internal. Sekitar pukul 16.00 wib terdengar benturan keras ternyata crane atau alat berat pendukung proyek diarea basement terbalik dikedalaman sekitar 10 meter. Posisi crane masih tersangkut di atas namun ada yang jatuh ke dalam basement yaitu bagian lengan crane karena patah.

Untuk korban lanjut Rifki, beliau ini adalah pekerja outsourching yang disewa oleh PT. Grafos Grahapersada sebagai operator crane. Bukan bagian karyawan PT. Grafos Grahapersada. Kini IF sudah dalam penanganan medis di RS. Ahmad Mochtar Bukittinggi. (Rizky)

BPK Bakal Lakukan Pemeriksaan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Payakumbuh

On Friday, March 22, 2019



Payakumbuh - Dinas Koperasi dan UKM kota Payakumbuh bersama Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) Payakumbuh menggelar rapat pendistribusian pupuk bersubsidi, Jumat (22/3) di aula BPSK.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Payakumbuh Erlina didampingi Sekretaris Hendri Waluyo dan Kabid Perdagangan Israneldi, menyampaikan dalam rapat tersebut, rencana pemeriksaan BPK terhadap distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Payakumbuh sekitar awal September 2019. 

Terkait hal tersebut, Hendri Waluyo berharap, agar masing-masing kios pengecer menyiapkan tertib administrasi, mulai dari formulir F6 dan catatan penerimaan dari distributor sampai dengan form nota berita acara penyaluran ke petani. 

“Pun diperhatikan dan ballance dari ketiga aspek laporan tersebut, jika ditemukan ketidak seimbangan penyaluran, akan menjadi delik temuan BPK. Dan mengenai laporan distribusi diharapkan sesuai dengan kondisi yg sebenar-benarnya," tegas Hendri Waluyo.

Ditambahkan, Kabid Perdagangan Israneldi, persoalan data calon petani penerima pupuk bersubsidi, diupdate tiap tahun. Juga diharapkan saat ini ada proaktif dari kios-kios dan kelompok tani untuk update data tersebut agar tidak ada lagi missed dalam penyaluran, petani yang berhak memang mendapatkan haknya.

“Pihak distributor perlu meminta kepada kios untuk menyampaikan laporan rekap Form A dan B, lalu disepakati awal April mendatang dilakukan validasi fab pemeriksaan dari PT IM bersama-sama menjelang BPK turun. Sekaligus membicarakan kesiapan lanjutan menjelang September 2019," pungkas Israneldi. (BD)

Menyambut Padang Panjang Sebagai Kota Literasi

On Friday, March 22, 2019


Oleh: INDRA UTAMA *)


Pasbana.com --- Sering saya dengar, ungkapan dari orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kehidupan Kota Padangpanjang, baik dari orang-orang yang kampungnya memang di Padangpanjang, atau yang sekarang berdomisili di Padangpanjang, atau yang pernah bertempat tinggal di Padangpanjang untuk sementara waktu, misalnya menjadi pelajar di sekolah umum, pelajar sekolah agama, pelajar pesantren, mahasiswa, atau menjadi pegawai instansi pemerintahan, mereka umumnya menyatakan suasana kehidupan kota Padangpanjang adalah unik, sehat, nyaman dan sejuk, dengan udaranya yang bersih, serta kuliner halal yang enak.

Keadaan sedemikan menyebabkan hati dan semangat mereka terpaut di Kota Padangpanjang meskipun ada yang tidak lagi menetap di Padangpanjang. Pastinya, ungkapan-ungkapan tersebut muncul karena Kota Padangpanjang memiliki daya pikat tersendiri yang secara alamiah dirasakan di dalam sanubari orang-orang yang pernah bersentuhan dengan alam Kota Padangpanjang. Persentuhan tersebut, apabila dibaca sebagai sebuah pengalaman jiwa, dan diungkapkan baik dalam bentuk ucapan dan tulisan, maka pada hakikatnya hal tersebut adalah menyentuh kepada persoalan literasi.

Persoalan literasi yang pada akhir-akhir ini mencuat nampaknya sudah menjadi sebuah gerakan yang terus disosialisasikan pada setiap lapisan kehidupan masyarakat di Kota Padangpanjang. Tujuannya tentu berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya sehingga dapat berperan serta di dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan cara membangun kecerdasan masyarakat melalui kegiatan literasi.

Kota Padangpanjang yang terletak di kaki Gunung Merapi memang memiliki banyak keunikan yang secara alamiah telah berlangsung sejak lama. Secara geografis, kota ini dikurung oleh kehidupan masyarakat Batipuah X Koto.

Hubungan yang erat antara masyarakat yang bertempat tinggal di Padangpanjang dengan masyarakat Batipuh X Koto dapat diibaratkan seperti kuku dengan daging, aur dengan tebing, sanda manyanda di dalam berbagai kepentingannya.

Setidaknya, masyarakat Batipuh X Koto selalu berkunjung ke Padangpanjang dua kali dalam seminggu pada setiap hari pasar Senin dan Jumat. Pada saat hari pasar itu, masyarakat Batipuh X Koto datang untuk berbelanja dan bertemu dengan masyarakat Kota Padangpanjang dalam suasana silaturahim yang akrab. Dalam pada itu, berbagai produk kebudayaan masyarakat Batipuh X Koto dapat juga dilihat dan dirasakan di dalam kehidupan masyarakat Padangpanjang. Dapat dikatakan bahwa Kota Padangpanjang telah menjadi pusat kegiatan masyarakat Batipuh X Koto, baik dalam bentuk kegiatan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perdagangan, sosial dan kebudayaan.
Sebagai pusat kegiatan, Kota Padangpanjang banyak memiliki sekolah umum dan sekolah agama. Data pendidikan dasar dan menengah dari kementrian pendidikan dan kebudayaan tahun 2018/2019 dinyatakan bahwa Kota Padangpanjang memiliki 79 sekolah dari SD, SMP, SMA dan SMK, baik yang dikelola secara swasta maupun dengan status negeri. Antara sekolah-sekolah tersebut, mayoritasnya adalah sekolah agama dan pesantren.

Selain itu, di Kota Padangpanjang juga terdapat dua perguruan tinggi yang salah satunya adalah perguruan tingi seni yang sudah berdiri sejak tahun 1966. Perguruan tinggi seni dengan nama Institut Seni Indonesia (ISI) akhir-akhir ini nampak semakin maju dan berkembang dengan dua fakultas dan satu program pascasarjana.

Di Kota Padangpanjang juga terdapat 91 masjid dan musholla yang tersebar di berbagai kelurahan dimana sebahagian besar daripada masjid dan mushola itu menyelenggarakan pula kegiatan pembelajaran keagamaan seperti baca alquran dan didikan subuh sehingga dapat dirasakan kegiatan agama Islam memang semarak dan menggairahkan. Demikian pula kegiatan-kegiatan olahraga dan seni di dalam kehidupan masyarakatnya, terdapat aktivitas kepemudaan yang bergabung dalam kelompok Karang Taruna dan kelompok-kelompok kegiatan olahraga dan seni.

Saya tulis semua potensi pendidikan yang terdapat di Kota Padangpanjang ini adalah karena semua potensi itu dapat diberdayakan bagi membangun kegiatan literasi di Kota Padangpanjang.

Sememangnya, kegiatan literasi pada hakikatnya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis. Salah satu syarat terwujudnya kegiatan literasi adalah melalui kegiatan membaca. Oleh karena itu, bahan bacaan tentu harus tersedia.

Minggu yang lalu, saya menyaksikan dilaksanakannya Festival Literasi di Kota Padangpanjang. Festivalnya sangat meriah. Bertempat di Bancahlaweh. Ada acara karnaval yang diikuti oleh pelajar sekolah dan kelompok-kelompok masyarakat kelurahan. Di dalam rangkaian acaranya, terdapat pula acara pameran dan diskusi literasi dengan pembicara yang didatangkan dari Padang dan Jakarta.

Pesertanya selain terdiri dari pelajar di Padangpanjang juga ada yang datang dari luar Kota Padangpanjang. Semua peserta nampak antusias mengikuti rangkaian acara festival.

Walikota Padangpanjang Fadly Amran bahkan hadir untuk membuka acara festival yang kemudian dicanangkan pula Kota Padangpanjang sebagai Kota Literasi. Bahkan pada malam harinya Walikota Padangpanjang sengaja membuat jamuan makan malam di rumahnya yang dihadiri tamu dan para penggiat literasi.

Pada hakikatnya, mesti difahami bahwa persoalan literasi bukan hanya persoalan membaca bahan bacaan dan menulis saja. Tetapi lebih jauh dari itu, literasi adalah berkaitan dengan persoalan memahami kehidupan untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat menjadi lebih baik.

Dalam pada itu, aktivitas literasi adalah merujuk kepada kegiatan mengamati perubahan alam dan mendiskusikannya di dalam bentuk pembicaraan dan penulisan. Bilamana pemahaman literasi dapat dimengerti sampai kepada persoalan pengamatan terhadap kehidupan alam, maka kegiatan literasi tentu saja berkaitan dengan aktivitas berguru kepada alam.

Apabila kegiatan literasi ditarik kepada pengertian akademis, maka kegiatannya sangat sinkron dengan membangun pemahaman etnografi melalui strategi penelitian kualitatif yang melibatkan kombinasi kegiatan lapangan dan observasi untuk memahami fenomena budaya dan alam sekitar.

Kegiatan-kegiatan seperti ini adalah berkaitan dengan bidang antropologi, sosial dan budaya yang ujung-ujungnya akan bermuara kepada kemampuan seseorang untuk dapat membaca keadaan alam dengan baik, menuliskannya dengan jelas, membicarakannya dalam bahasa yang terukur, dan memecahkan berbagai masalah kehidupan bermasyarakat dan alam sekitarnya.

Melihat kepada kemanfaatan kegiatan literasi, nampaknya aktivitas literasi dapat menjadi kata kunci untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, kegiatan literasi sangat berkaitan dengan membangun kemampuan seseorang agar memiliki pengetahuan yang cukup di dalam berkomunikasi, terlebih di dalam kehidupan yang dipengaruhi oleh kecanggihan teknologi saat ini. Kesadaran akan pentingnya membina kegiatan literasi di tengah kehidupan masyarakat Padangpanjang tampaknya mulai tumbuh dengan baik sehingga perlu dicanangkan Padangpanjang menjadi sebagai Kota Literasi.

Usaha ke arah itu sudah dilakukan secara terstruktur oleh pemerintah Kota Padangpanjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang berkolaborasi dengan Forum Penggiat Literasi Kota Padangpanjang.

Kegiatan literasi di Padangpanjang nampaknya sudah tumbuh dengan cepat. Kegairahan untuk membaca dan menulis terlihat sudah tumbuh. Memandangkan hal sedemikian, saya ingin menyampaikan sebuah usulan, agar pemerintah Kota Padangpanjang dapat memberi ruang dan fasilitas untuk berdirinya lembaga penerbit dan percetakan di Kota Padangpanjang agar produk-produk literasi dapat didokumentasikan dengan baik.

Padangpanjang, 22 Maret 2019
*) Pengamat Budaya dan Dosen ISI Padang Panjang

Pemuda di Perkawinan Dini

On Friday, March 22, 2019


Ditulis oleh: Hera Maitilova Jonar (ASN BPS Provinsi Sumatera Barat)






Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja mengabulkan gugatan para penggiat perlindungan anak dan perempuan. Gugatannya terkait dengan rendahnya batasan umur dan perbedaan batasan umur perkawinan antara laki-laki dan perempuan pada Undang-undang perkawinan No.1 Tahun 1974. Undang-undang menetapkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika laki-laki sudah mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. Keputusan tersebut dipresiasi sebagai langkah awal untuk menghapus diskriminasi gender serta perkawinan anak.

Di Tahun 2008 silam, kita dikejutkan oleh kabar pologami terhadap anak yang berusia 12 tahun.  Sempat menghebohkan masyarakat, kemudian berujung dipenjaranya sang laki-laki karena telah melanggar undang-undang perlindungan anak. Mereka pun dipisahkan bukan untuk pembatalan pernikahannya tetapi izin poligaminya diperbolehkan setelah anak tersebut berumur 16 tahun. Belum lama ini, juga beredar kabar dari Pulau Celebes bahwa telah terjadi perkawinan dibawah umur. 

Perkawinan pemuda yang berumur 16 tahun dengan anak yang berumur 14 tahun mendadak viral di jagad maya (detik.com). Walaupun kasus ini bukan pertama kali terjadi, tetap saja pernikahan anak sangat mengkhawatirkan. Bahkan data UNICEF mencatat bahwa Indonesia menjadi negara tertinggi ketujuh di Asia Tenggara dalam kasus perkawinan anak (mediaindonesia.com). Merupakan persoalan serius bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia.

Pemuda (dalam batasan usia 16-30 tahun) merupakan kelompok usia produktif yang diharapkan berpengaruh besar terhadap kualitas bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia pada beberapa tahun mendatang. Akan menjadi beban negara jika pemuda yang masih berusia sekolah banyak yang berhenti sekolah bahkan melakukan perkawinan pada usia sekolah tersebut. Alih-alih mempersiapkan diri untuk lebih berkualitas, kenyataannya mereka harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap keluarga kecilnya. Keuntungan yang diharapkan dari bonus demografi dapat terancam jika perkawinan anak masih tinggi.

Faktanya, berdasarkan data Statistik Pemuda Indonesia yang dikeluarkan oleh BPS, mencatat bahwa di tahun 2018 sebanyak 8 dari 10 pemuda di Indonesia kawin pada usia kurang dari 25 tahun. Didominasi oleh pemuda perempuan dengan persentase 90,18 persen sedangkan pemuda laki-laki sebesar 70,18 persen. Mirisnya lagi, walaupun sudah diatur oleh undang-undang perkawinan, masih ada pemuda laki-laki yang kawin dibawah usia 19 tahun sekitar 6,77 persen dan pemuda perempuan yang kawin dibawah usia 16 tahun sekitar 3,72 persen. Seharusnya pada usia tersebut mereka masih mengenyam bangku pendidikan sekolah dasar atau sekolah menengah. Padahal secara psikologis, pada usia tersebut emosi masih labil. Serta sel-sel pada sistem reproduksi perempuan belum sempurna.

Secara umum, perkawinan dini tidak terlepas dari faktor ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal. Masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kebalikannya, anak yang kawin dini akan putus sekolah dan berujung suramnya masa depan mereka dikarenakan tidak memiliki keterampilan hidup dan pemikiran yang matang. Sehingga akan kesulitan untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. Begitu juga dengan masyarakat di wilayah pedesaan, kecenderungan pemuda dengan usia kawin pertama kurang dari 16 tahun lebih besar dua kali lipat jika dibandingkan dengan pemuda di wilayah perkotaan (3,42 persen berbanding 1,59 persen). 

Selanjutnya dari segi faktor ekonomi rumah tangga, pemuda yang kawin pertama pada usia kurang dari 16 tahun lebih besar pada kelompok pengeluaran rumah tangga 40 persen terendah jika dibandingkan dengan kelompok pengeluaran rumah tangga diatasnya. Rendahnya akses pendidikan membuat minimnya pengetahuan sehingga tak jarang pernikahan dini terjadi pada masyarakat ekonomi lemah dan pendidikan rendah. 

Bagaimana dengan kondisi di Sumatera Barat? Tahun 2018 Sumatera Barat memiliki pemuda yang lebih banyak tersebar di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan. Persentase pemuda dengan usia kawin pertama kurang dari 16 tahun selama kurun waktu 3 tahun terakhir memperlihatkan penurunan. Angka di tahun 2018 sebesar 1,31 persen menurun sebesar 0,09 persen jika dibandingkan dengan tahun 2017. Seiring dengan kondisi Nasional, persentase terbesar yang melakukan perkawinan dini juga berada pada wilayah pedesaan dan tetap didominasi oleh pemuda perempuan. Walaupun angka pernikahan dini tergolong rendah, kita perlu mengantisipasi bahkan menihilkan angka perkawinan dini. 

Peningkatan edukasi ke masyarakat level bawah agar anak-anak dapat menikmati haknya untuk tumbuh dan menikmati pendidikan minimal 12 tahun. Semoga dapat memanifestasikan pemuda yang berkualitas dari segi pendidikan, pekerjaan dan kesehatan karena merupakan investasi yang besar bagi negara. Terbentuknya pemuda yang produktif akan berujung kepada produktifitas secara ekonomi.  Agar tidak menjadi beban negara dan memiliki peran terhadap bonus demografi. 

Amorphophallus Mekar Sempurna Di Palupuah-Agam

On Friday, March 22, 2019

Foto : BKSDA

Agam --- Tanaman langka jenis (Amorphophallus Titanum) atau bunga bangkai di Pandan, perbatasan Jorong Batang Palupuah - Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mekar secara sempurna dengan memiliki tinggi mencapai 3,25 Meter.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam, (BKSDA) Resor Agam, Vera Ciko mengatakan, puncak mekar terjadi Kamis (21/3/201) sore dengan ketinggian 3,25 Meter. "Kemarin kita memantau bunga bangkai, siangnya kelopak bunga sudah mengembang dan saat dipantau sore hari sudah mekar sempurna, "ujarnya seperti dilansir Covesia.com, Jum'at (22/3/2019).

Dijelaskan Vera Ciko, bunga bangkai tersebut akan mekar sempurna selama 2 hari kedepan kemudian puncaknya akan patah dengan sempurna diiringi warna yang mulai menghitam.

" Jika ingin melihat bunga bangkai sedang mekar hari kamis hingga minggu adalah moment yang tepat jika telat bunga sudah mulai membusuk, rencananya siang ini kita akan kembali kesana, "ulasnya.

Guna menjaga bunga, pihaknya sudah memasang pagar pembatas serta plang larangan agar pengunjung untuk tidak mengganggu bunga. 

Sementara itu salah seorang warga Heru (23) menuturkan, kemunculan bunga langka itu menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke daerahnya, semenjak ditemukan pertengahan Februari lalu, ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara datang kesana. 

"Saat menuju lokasi kita menghimbau agar pengunjing tidak melewati pagar pembatas dan mengganggu ataupun menyentuhnya, "jelas Heru.

Dikatakan Heru, pertengahan tahun 2018 bunga bangkai jenis sama juga pernah tumbuh disana, namun salah seorang turis mancanegara menusuk batang bunga dengan ranting kayu. "Kita tidak ingin peristiwa serupa terulang kembali jadi pengawasan akan ditingkatkan, "tutupnya. (Ril )

Dinas Kesehatan Padang Panjang Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan dan Uji Kebugaran Calon Jamaah Haji 2019

On Friday, March 22, 2019


Padang Panjang - Sebagai rangkaian dari persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2019, Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang melakukan pemeriksaan kesehatan dan uji kebugaran terhadap 150 orang jamaah haji Kota Padang Panjang, Kamis (21/03).

Dengan mengetahui kondisi dan persiapan fisik jemaah haji ini , diharapkan jamaah haji Kota Padang Panjang dapat melaksanakan ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan baik.


Acara Uji Kebugaran dan pemeriksaan kesehatan ini juga dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Haji di Aula Muhammad Hatta, Komplek Secata B Kota Padang Panjang.

Acara di buka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Nuryanuar, A.Pt, MM, M.Kes turut hadir anggota DPR RI Komisi IX dr. Syuir Syam, M.Kes, M.Mr, Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Imran, M.Km, Yang Mewakili Kakan Kamenag Kota Padang Panjang Wahyu Salim, S.Ag, Kabid pada Dinas Kesehatan dr. Faizah, dan tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya Nuryanuar mengatakan bahwa kegiatan ini diawali jalan pagi, pemeriksaan kesehatan, tekanan darah, gula darah, kolesterol dan pemeriksaan lainnya yang berkaitan. Dari hasil pemeriksaan telah kami lihat dan pantau, semoga sampai hari ke berangkat ibu bapak sehat dan selalu menjaga kesehatan.


"Pemeriksaan kesehatan ini sangat dibutuhkan untuk kebaikan calon jemaah haji menjelang keberangkatan, dan kita  sudah  mengetahui yang mana jemaah haji yang sakit dan tidaknya" kata Nuryanuar.

"Atas nama Pemerintah Kota Padang Panjang kami mengucapkan terimakasih dan memberi apresiasi kepada Bp. Suir Syam dari Komisi IX yang hadir, aktif dan peduli dengan Kota Padang Panjang. Serta kepada calon jemaah haji 2019, ikuti lah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memahami dan mengetahui hal-hal yang harus di persiapkan" tutupnya. (pb-01)

IKLAN


HUKRIM

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU