Berantas Pungli

Visit Minangkabau

Aliansi Media Online Indonesia

Aliansi Media Online Indonesia

Literasi Sekolah

Tak Sanggup Mendaki, Minibus Terbalik dan Masuk Kejurang di Tanjakan Cubadak Bungkuk

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018



Padangpanjang – Minibus Carry BH 1353 WJ terbalik dan masuk kedalam jurang di Jalan umum Padang – Padangpanjang tepatnya di Kelok Cubadak Bungkuk, Silaing Bawah, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (25/9).

Kapolres Padangpanjang AKBP. Cepi Noval, SIK melalui Kasat Lantas IPTU. B. Mendrofa, SH saat dikonfirmasi Pasbana.com membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan minibus yang datang dari arah Padang menuju Padangpanjang itu tidak sanggup saat melewati tanjakan, sehingga mundur dan terbalik.

“Ya benar, minibus Carry yang dikemudikan Zamris (68) tidak sanggup mendaki saat berada ditanjakan Cubadak Bungkuk, sehingga minibus tersebut mundur lalu terbalik dan masuk kedalam jurang,” sebut Kasat Lantas Mendrofa.

Mendrofa menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut, hanya saja minibus mengalami kerusakan. “Tidak ada korban jiwa, kebetulan minibus tidak memiliki penumpang. Dan kerugian materil diperkirakan Rp. 2.000.000,-,” jelas Mendrofa.

Lebih lanjut Mendrofa juga menghimbau, agar semua pengemudi senantiasa berhati-hati selama dalam perjalanan, dan memastikan kondisi kendaraan yang dibawa selalu dalam keadaan prima.

“Untuk wilayah hukum Polres Padangpanjang termasuk banyak jalanan yang memiliki tanjakan dan bengkolan, dengan itu semua pengemudi kita himbau agar senantiasa berhati hati selama diperjalanan, yakinkan bahwa kondisi kendaraan yang kita bawa selalu dalam keadaan prima. Selain itu, juga pastikan kondisi fisik, apabila dalam keadaan mengantuk, segera cari lokasi yang nyaman untuk beristirahat,” himbaunya. (Del)

Jawaban Bupati Pasaman atas Pandangan Fraksi DPRD terhadap Dua Ranperda

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018


Pasaman - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menggelar rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati Pasaman atas pandangan fraksi - fraksi terhadap Ranperda APBD Perubahan tahun 2018 dan Ranperda Perubahan Perda RPJMD Kabupaten Pasaman 2016-2021, di Aula Rapat DPRD, Senin 25 September 2018.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Pasaman, Yasri. Tampak hadir, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, sejumlah anggota DPRD dan para kepala OPD, LSM dan Wartawan.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, dalam jawabannya menyampaikan, berdasarkan data badan keuangan daerah percepatan dengan melakukan minotoring dan evaluasi terhadap OPD yang dinilai lambat, sehingga diharapkan dapat aktif pencapaian realisasi anggaran minimal 90%.

Terkait pemeriliharaan jalan kabupaten, kedepannya Pemkab Pasaman akan meningkatkan pemeliharaannya.

Ranperda perubahan tahun anggaran 2018, terhadap ADD akan melakukan pengawasan oleh OPD terkait agar tidak ada permasalahan dikemudian hari.

Ia menjelaskan, untuk pengawasan dana desa dilaksanakan OPD terkait, TP4D, pendamping desa dan lainnya.

Kemudian sehubungan banyaknya Pekat, Satpol PP telah memberikan penyuluhan hukum bekerjasama dengan Polres Pasaman, melakukan monitoring dan kedepan akan ditingkatkan dengan masyarakat. Dan terkait izin keramaian pesta pernikahan dipinggir jalan dan hiburan musik diwaktu sholat, Satpol PP akan lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak - pihak terkait, kata Bupati.

Terkait DAK 2018, Babupaten Pasaman telah menyelesaikan proses administrasi dan pelelangan barang dan jasa telah selesai, sehingga tidak lagi ada permasalahan. (Gani)

Sidang Diskors, Akhirnya Ranperda 2018 Pasaman Sah

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018



Pasaman - Rancanga Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan APBD tahun anggaran 2018 dan Ranperda perubahan Perda RPJMD tahun 2016-2021 akhirnya disahkan menjadi Perda oleh DPRD bersama Pemkab Pasaman, Selasa (25/9/2018).

Pengesahan kedua ranperda itu dilakukan lewat sidang paripurna, meski sidang paripurna sempat diskors selama beberapa menit oleh pimpinan sidang.

Hal itu terjadi, akibat empat fraksi di DPRD itu belum menyatakan sikap atas jawaban Bupati Pasaman terhadap pandangan fraksi-fraksi DPRD terkait kedua Ranperda itu.

Keempat fraksi dari tujuh fraksi itu adalah, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra dan Fraksi PAN-PKS. Tidak diketahui apa penyebab keempat fraksi belum menyatakan sikap meski Bupati Pasaman, Yusuf Lubis sudah menyampaikan jawabannya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun keempat fraksi ini belum menyatakan sikapnya, karena tidak puas atas jawaban bupati terhadap pandangan fraksi-fraksi tersebut terhadap Ranperda perubahan APBD dan perubahan Perda RPJMD.

Namun, setelah dilakukan lobi dan rapat pimpinan antar fraksi, akhirnya keempat fraksi itu dapat menerima dan memahami. Sidang paripurna dengan agenda penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Pasaman dengan pihak DPRD dapat dilanjutkan kembali. (Gani)

Bupati Beserta Angota DPRD Pasaman Sahkan Dua Ranperda

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018



Pasaman - Rancanga Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan APBD tahun anggaran 2018 dan Ranperda perubahan Perda RPJMD tahun 2016-2021 akhirnya disahkan menjadi Perda oleh DPRD bersama Pemkab Pasaman, Selasa (25/9/2018).

Yusuf Lubis Bupati Pasaman mengatakan, dalam pembahasan ranperda ini, beberapa fraksi di DPRD mempertanyakan realisasi penyerapan anggaran pada APBD awal masih sangat rendah. Berdasarkan data pada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) hingga minggu ketiga September 2018, realisasi belanja langsung baru mencapai 50,23 persen.

"Untuk ini, kita sudah melakukan upaya percepatan realisasi anggaran, salah satunya dalam setiap kesempatan kita selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap SKPD," katanya.

Pihaknya, kata Yusuf Lubis, juga meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan. Hal itu sebagai upaya percepatan guna pencapaian target volume kerja dan serapan dana atas perubahan APBD tahun anggaran 2018.

"Semua pihak dilibatkan dalam rangka pengawasan ini. SKPD, konsultan pengawas dan unsur masyarakat termasuk dukungan pengawasan dari anggota dewan yang terhormat," katanya.

Beberapa fraksi, kata dia juga menyarankan agar Pemkab Pasaman terus berupaya melakukan terobosan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), menggali potensi penerimaan daerah dari sektor pajak maupun retribusi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Belum dioperasikannya RS Pratama di Padanggelugur, sejak selesai dibangun pada 2017 lalu juga dipertanyakan oleh sejumlah fraksi di DPRD itu. Bupati mengatakan, bahwa operasional RS itu akan dimulai pada awal Desember 2018.

"Hal ini dibuktikan dengan dianggarkan dana untuk operasional RS Pratama ini sebesar Rp.1 miliar dalam perubahan APBD tahun anggaran 2018," katanya.

Fraksi-fraksi di DPRD, kata dia, juga menyarankan agar pemerintah lebih maksimal melakukan pemantauan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi di daerah itu. Untuk menghindari penjualan pupuk kepada petani diatas harga eceran tertinggi (HET).

"Pengawasan sudah dilakukan. Berbagai pihak pun dilibatkan, lewat Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), mulai dari aparat kepolisian, kejaksaan, LSM, Camat, OPD terkait dan penyuluh pertanian," ujarnya. (Gani)

Pemko Gelar Tes Pemanduan Bakat Bibit Atlet Berprestasi

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018



Payakumbuh - Kota Payakumbuh jadi satu dari 30 daerah di Indonesia yang dipilih Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemanpora) RI sebagai tempat dilaksanakannya Tes Pemanduan Bakat Olahraga. Kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 25-27 September 2018 tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Payakumbuh, diwakili Asisten I, Yoherman di Lapangan Tenis Indoor, GOR Kubu Gadang, Selasa (25/9).

Hadir pada pembukaan tersebut, Cecep Sumarna dari Bidang Pemanduan Bakat Kemenpora RI, Kadis Parpora, Elfriza "Cece" Zaharman, Kadis Pendidikan, Agustion, sejumlah perwakilan OPD,  para Kepala Sekolah SLTP se Kota Payakumbuh serta ratusan siswa peserta Tes Pemanduan Bakat.  

Dalam laporannya, Kadis Parpora menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Kemenpora kepada Kota Payakumbuh sebagai tempat pelaksanaan Tes Pemanduan Bakat. Kepercayaan itu dijawab dengan menghadirkan sekitar 400 pelajar SLTP se Kota Payakumbuh.

"Terima kasih pak Cecep dan Tim yang telah memilih Kota Payakumbuh. Hanya 30 daerah Kabupaten/Kota yang terpilih. Ini patut kita syukuri dengan cara bersungguh-sungguh memanfaatkan kegiatan ini," ujar Cece kepada seluruh peserta yang hadir.  

Sementara, Cecep Sumarna dari Bidang Pemanduan Bakat Kemenpora mengatakan bahwa Tes Pemanduan Bakat merupakan gerbang pertama untuk mencetak atlet berprestasi. Melalui tes tersebut diharapkan dapat terjaring bibit yang tepat untuk masing-masing cabang olahraga. 

"Dari tes pemanduan bakat ini akan ketahuan kemana arah dan cabang olahraga apa yang cocok. Kami minta hasil dari tes ini dijadikan pedoman untuk pembinaan kedepan hingga mampu mencetak atlet yang berprestasi," ujar Cecep. 

Sementara, Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten 1, Yoherman dalam sambutannya kembali mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora RI. Dikatakan, Pemko Payakumbuh siap menyukseskan berbagai kegiatan Kemenpora yang diadakan di Kota Payakumbuh demi kemajuan dunia olahraga. 

"Terima kasih, atas perhatian Kemenpora kepada Payakumbuh. Kami siap sukseskan agenda Kemenpora di Payakumbuh,  termasuk menyiapkan lahan 5 hektar untuk pembangunan sarana olahraga di pinggir sungai Batang Agam, Tanjuang Pauah, yang dananya juga bersumber dari Kemenpora," ujar Yoherman. 

Disamping kegiatan Tes Pemanduan Bakat, dalam waktu bersamaan Kemenpora juga menggelar kegiatan Sport Development Indeks (SDI). Kegiatan ini untuk mengetahui budaya olahraga dan rataan kebugaran masyarakat. Kegiatan diadakan di GOR M. Yamin, Kubu Gadang. Ratusan pelajar, PNS dan Masyarakat terlihat mengikuti kegiatan tersebut, termasuk Kadis Parpora, Elfriza "Cece" Zaharman. (BD)

Korem 032/Wbr Gelar Rakor TMMD ke 103

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018


Padang - Korem 032/Wbr beserta Pemerintah Provinsi Sumatera  Barat menggelar rapat koordinasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 tahun 2018 dengan Tema TNI manunggal Rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, sejahtera dan Demokratis di Hotel Axana Kota Padang, Selasa (25/9).

Dalam Rakor tersebut Bupati tanah datar dan Bupati Pesisir Selatan memaparkan rencana Program TMMD ke 103.

Pada kesempatan yang sama Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Mirza Agus S.I.P, mengatakan untuk TMMD tahun ini dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dan TMMD sebelumnya terlaksana dengan Sukses.

"Saya ucapkan terimakasih dalam rangkaian TMMD ke 103, kita tetap kompak TNI, polri serta instansi terkait dalam pelaksanaan TMMD nanti, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan Sukses".

Danrem 032/Wbr mengungkapkan dalam pelaksanaan TMMD akan di lombakan karya Jurnalistik.

"Seperti halnya pada pelaksanaan TMMD sebelumnya, juga diadakan Lomba Karya Jurnalistik TMMD untuk para mitra media atau wartawan media massa (cetak, online, elektronik)".

"Hasil karya Jurnalistik mereka akan di nilai yang terbaik dalam liputannya terhadap pelaksaanaan TMMD di seluruh Satuan Tugas (Satgas) TMMD Komando Distrik Militer (Kodim) jajaran TNI AD di Indonesia".

"Dalam pelaksaannya akan dikoordinir oleh Kepala Penerangan Korem (Kapenrem), kami mengharapkan muncul dari Sumatera Barat sebagai juara"

Turut hadir Danrem 032/wbr Brigjen TNI Mirza Agus. S.IP., Kasiter rem 032/wbr Letkol Inf Budi Prasetyo, Dandim 0311/Pessel Letkol Arh Wahyu Akhidi, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Edi Sugianto Harahap SPd.MI.Pol. Danlanud Sutan Syahrir, SKPD propinsi Sumbar, SKPD Daerah pesisir selatan, SKPD Daerah tanah datar. (Rel-Penrem 032/Wbr)

Pembinaan Terpadu, Anak Jalanan Ikuti Latihan Kedisiplinan

Diposkan oleh On Tuesday, September 25, 2018




Padang - Sebanyak 20 orang anak jalanan yang terdiri dari 16 orang pria dan 4 orang wanita menjalani latihan kedisiplinan yang dilaksanakan selama enam hari yang bertempat di Batalyon 133/Yudha Sakti Korem 032/Wirabraja.

Acara penanganan anak jalanan melalui pola pembinaan terpadu ini merupakan hasil kerjasama Korem 032/Wbr dengan Pemko Padang melalui dinas sosial.

Danyonif 133/Yudha Sakti Letkol Inf Endik Hendra Sandi S.Sos., M.I.Pol dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada peserta pembinaan terpadu.
“Selamat datang kepada peserta pembinaan terpadu, dan selamat karena para peserta telah menjadi putra Yudha Sakti,” ucapnya yang disambut tepuk tangan oleh tamu undangan.

Danyonif menjelaskan dalam pelatihan selama enam hari ini akan diajarkan cara baris berbaris, cara berucap, tingkah laku secara militer.

“Dalam pelatihan ini kami menciptakan jiwa korsa yang mana suka duka dijalani secara bersama-sama. Hal ini akan menumbuhkembangkan kesadaran, sehingga tidak kembali kejalanan, dan menjadi generasi muda yang baik, serta dapat menumbuh kembangkan keterampilan yang dimiliki bermanfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.



Dikesempatan yang sama Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemko Padang akan melakukan “zero” anak jalanan dikota Padang yang diperkuat dengan perda no 1 tahun 2018.

"Jika keluarga dan lingkungan tidak bisa melakukan pembinaan, maka negara hadir dalam melakukan pembinaan. Jika yang tidak bersekolah akan kita sekolahkan.” Demikian ucapan Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah saat pembukaan  penanganan anak jalanan melalui pola pembinaan terpadu yang dilaksanakan di Batalyon 133/Yudha Sakti. (25/9)

“Kota Padang selangkah lebih maju dalam penanganan anak-anak jalanan dengan melahirkan perda no 1 tahun 2018. Untuk implementasi perda tersebut, dibutuhkan kerjasama antar instansi pemerintahan yang melibatkan sinergitas Polri dan Tni.” ucapnya.

Pembinaan terpadu yang dilakukan ini adalah latihan kedisiplinan yang kedua kali yang dilakukan Pemko Padang yang bersinegri dengan TNI AD.

 “Hasil dari latihan kedisiplinan ini sebelumnya telah membuahkan hasil positif bagi perkembangan watak dan karakter anak jalanan yang ditempa di Batalyon 133/Yudha Sakti,” ucap Mahyeldi.

Walikota Padang menambahkan bahwa dalam pembinaan terpadu ini wajib dilaksanakan. Pembinaan – pembinaan yang dilakukan pemerintah sebelumnya menemui jalan buntu yang menyebabkan mereka kembali kejalanan dengan menjalankan berbagai profesinya.

“Pemko telah melakukan berbagai upaya dan penangan terhadap anak jalanan ini. Dari memberikan pelatihan keterampilan, pemberian modal, tetapi hasilnya tidak membuahkan hal yang positif. Anak jalanan yang telah dilatih ini kembali kejalanan. Dengan melibatkan TNI AD, pembinaan terpadu ini diharapkan mentalitas dari anak jalanan ini kembali normal dan dapat diterima ditengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Walikota Padang menjelaskan juga bahwa pembinaan terpadu yang dilakukan sebelumnya telah membuahkan hasil-hasil positif terhadap anak jalanan. TNI AD dapat merubah watak karakter anak jalanan sehingga mereka dapat beraktivitas serta mendapat lapangan pekerjaan yang layak.

“Pembinaan terpadu yang pertama membuahkan hasil yang sangat positif. Beberapa dari mereka telah mendapatkan pekerjaan, kembali ke Batalyon 133/Yudha Sakti untuk mentraktir para pelatih mereka. Dan ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi pelatih dan kita semua. Hal ini lah yang menjadi dasar melanjutkan sinergitas dengan TNI AD dalam  pembinaan anak jalanan,” tambahnya.

Fenomena anak jalanan bukanlah subjek asing lagi di kota-kota di Indonesia, khususnya Kota Padang. Mereka terkolaborasi dengan pemgamen cilik, pengemis anak dan berbaur hingga menjadi suatu fenomena yang memunculkan keresahan sosial ditengah-tengah masyarakat.

(rel-Penrem 032/Wbr)

HUKRIM

Lowongan Kerja

OPINI KITA

Video Moment

MEDIA PARTNER


MEDIA PARTNER


MEDIA PARTNER


INSPIRASI KEHIDUPAN