Notification

×

Iklan

Iklan

Hutan Simaruok Diprediksi Sebagai Habitat Bunga Bangkai

18 Desember 2020 | 16:44 WIB Last Updated 2020-12-18T09:44:10Z



Agam– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam menyebut, kawasan hutan Simaruok, Jorong II, Nagari Garahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, diprediksi sebagai habitat tempat tumbuhnya bunga langka jenis bunga bangkai. 


Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, hal itu berdasarkan beberapa penemuan warga terhadap keberadaan bunga dengan nama latin Amorphophallus Titanum beberapa waktu lalu di hutan Simaruok, diprediksi kawasan tersebut cocok sebagai habitat tanaman tersebut.


Dikatakan, ekologi dan habitat bunga bangkai pada umumnya tumbuh di dataran rendah, yang beriklim tropis dan subtropis.


“Tanaman tersebut merupakan tanaman endemik Pulau Sumatera,” ujarnya.




Ade Putra menjelaskan, jika kawasan hutan Simaruok tersebut diekplorasi lebih jauh, kemungkinan masih ada bunga bangkai lainnya yang tumbuh di kawasan tersebut.


“Karena biasanya tanaman tersebut hidup tidak jauh dari sumber air, dan tanaman ini hidup secara berkoloni,” jelasnya.


Dijelaskan, populasi bunga bangkai saat ini semakin berkurang, karena habitat alaminya terganggu. Banyak hutan-hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan pertanian, perkebunan dan lain sebagainya.


“Untuk itu, diperlukan perhatian masyarakat untuk lebih mengenal tumbuhan ini, agar bisa melestarikan dan menjaganya dari kepunahan,” harapnya.


Menurutnya, karena ketidaktahuan masyarakat terhadap bunga bangkai ini, juga berdampak terhadap keberlangsungan hidup tanaman tersebut.


“Kasus yang sering terjadi adalah, saat masyarakat membuka lahan baru atau saat membersihkan kebunnya, sedangkan tanaman tersebut tumbuh di sekitarnya. Masyarakat tanpa sengaja memotong dan menebang tananam tersebut, karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanaman tersebut,” terangnya.


Upaya untuk melestarikannya, pihaknya selalu mengimbau dan memberitahukan serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang langka kepada masyarakat.


“Dengan pengenalan tanaman tersebut, diharapkan masyarakat bisa menjaga dan melestarikan tanaman ini, sehingga bisa bertahan dan terhindar dari kepunahan,” ujarnya. (Rilis/bd)