Kepulauan Mentawai, pasbana— Warisan budaya suku Mentawai kembali diperkenalkan kepada publik melalui pertunjukan teater tradisional Musagu yang digelar selama dua hari, 17–18 April 2026, di kawasan wisata Pantai Mapaddegat, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelestarian budaya yang didukung Kementerian Kebudayaan dan difasilitasi sanggar seni lokal Sipaumat. Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Mentawai, Aban Barnabas, menyebut pertunjukan tersebut bertujuan menghidupkan kembali nilai budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda.
“Musagu merepresentasikan kehidupan masyarakat Mentawai—mulai dari aktivitas harian, kearifan menjaga alam, hingga penghormatan terhadap leluhur. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi refleksi identitas budaya,” ujarnya.
Menurut Aban, cerita yang diangkat juga memperkenalkan proses pengolahan makanan pokok tradisional Mentawai yang mulai jarang diketahui masyarakat modern. Melalui pendekatan seni pertunjukan, masyarakat diajak memahami filosofi hidup harmonis dengan alam yang diwariskan nenek moyang.
Selain pertunjukan budaya, area acara turut diramaikan pelaku UMKM yang menawarkan kuliner khas dan produk lokal Mentawai. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Fildemat Saleleubaja, menjelaskan pemerintah menyediakan fasilitas lengkap bagi pedagang, termasuk penerangan, toilet, serta rencana penyediaan WiFi gratis tanpa pungutan biaya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda wisata lanjutan, termasuk kontes surfing Bupati Cup pada Mei 2026 di Pantai Katiet sebagai seleksi atlet menuju kompetisi internasional Agustus mendatang.
Sinergi budaya, ekonomi kreatif, dan wisata ini diharapkan memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi budaya dan pariwisata unggulan di Sumatera Barat. (*)




