Payakumbuh, pasbana - SD Islam Raudhatul Jannah 2 deklerasikan gerakan boykot produk zionis di sekolah. Gerakan ini pertama kali ada di satuan Pendidikan lingkup kota Payakumbuh. Deklarasi ini secara resmi di launching oleh Ideswal selaku penjabat Dinas Pendidikan kota Payakumbuh, kegiatan ini berlangsung pada jum’at (12 Juni 2026) di Aula Thamrin Manan kota Payakumbuh.
Ratusan pasang mata menyaksikan gerakan moral boikot produk zionis. Mulai Penjabat Dinas Pendidikan, Pengawas Pendidikan, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah, Kepala Sekolah serta civitas akademika SD Islam Raudhatul Jannah 2 (SD RJ 2).
Deklarasi ini dimulai dari sambutan para penjabat dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi secara resmi.
Kepala Dinas Pendidikan, yang diwakili Pak Ideswal selaku Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan SD RJ 2, ia berharap meskipun baru berdiri selama 3 tahun, semoga mampu bersaing dan menunjukkan prestasi serta karya-karyanya, bukan hanya ditingkat regional bila perlu ditingkat Internasional, seperti mana unit-unit lain di Yayasan Raudhatul Jannah.
Sementara itu, Panji Anugerah selaku Kepala sekolah berkata, Gerakan ini bukan hanya sebatas sikap. Tapi kita kepengen anak-anak kita itu bukan hanya sekadar belajar teori di sekolah, tapi juga mengimplementasikan ilmu itu menjadi karakter dan kebiasaan hidup.
Misalnya, kita di kelas mengenal dan mengajarkan kepada anak tentang sila yang ke 2, kemanusiaan yang adil dan beradab atau kita menyampaikan amanat undang-undang dasar, tentang kemerdekaan adalah hak segala bangsa, kita kepengen itu bukan sebatas pengetahuan tapi jadi karakter anak.”
Panji melanjutkan, bahwa gerakan ini juga merupakan menjadi penegasan sikap dan keberpihakan kita dengan Palestina. Kita sedih dan miris melihat korban-korban terus berjatuhan, kita belum bisa berbuat apa-apa, semoga ikhtiar kecil ini menjadi saksi dihadapan Allah.
Sebagai penegasan dan penyadaran, SD RJ 2 memberikan kepada para wali murid dan tamu undangan yang hadir, kertas kecil yang berisi penjelasan produk-produk yang mesti harus diboikot dan menyampaikan secara argumentatif ilmiah alasan-alasan mengapa kita mesti harus memboikot.
Gerakan boikot ini dilaksanakan dalam rangkaian presentasi hasil belajar SD RJ 2 yang dilaksanakan jum’at hingga sabtu (12 dan 13 Juni 2026) di Aula Thamrin Manan, Kota Payakumbuh. (*)







