Notification

×

Iklan

Iklan

Agrinas Siapkan Lompatan Energi Hijau, Reaktivasi Pabrik Biodiesel hingga Bangun Bioetanol

06 Juli 2026 | 15:10 WIB Last Updated 2026-07-06T08:10:37Z


Pasbana - Transisi menuju energi bersih di Indonesia tak lagi hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga mulai ditopang oleh ekspansi pelaku usaha negara. PT Agrinas Palma Nusantara kini menyiapkan langkah strategis dengan menghidupkan kembali pabrik biodiesel sekaligus membangun fasilitas bioetanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, pada Senin (6/7), mengungkapkan perusahaan berencana mereaktivasi pabrik biodiesel di Rengat, Riau. Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 600.000 ton pada 2030. 

Di saat yang sama, Agrinas juga akan membangun pabrik bioetanol berkapasitas 185.000 kiloliter per tahun. Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan besaran investasi yang disiapkan untuk kedua proyek tersebut.

Langkah ini mencerminkan semakin besarnya peran energi berbasis biomassa dalam bauran energi nasional. Biodiesel dan bioetanol dipandang sebagai bahan bakar alternatif yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan perkebunan di dalam negeri.

Ekspansi Agrinas tidak berhenti pada sektor energi. Perseroan juga menargetkan pengembangan sekitar 400.000 hektare perkebunan kedelai dan 300.000 hektare perkebunan singkong hingga 2030. Diversifikasi tersebut dinilai dapat memperkuat rantai pasok bahan baku industri pangan maupun energi terbarukan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor agribisnis.

Di sisi lain, bisnis inti kelapa sawit masih menghadapi tantangan. Selama lima bulan pertama 2026, produksi crude palm oil (CPO) Agrinas tercatat mencapai 126.000 ton, masih berada di bawah target perusahaan sebesar 295.000 ton.

Saat ini Agrinas mengelola sekitar 729.677 hektare lahan sawit. Perusahaan juga tengah melakukan proses verifikasi terhadap 2,6 juta hektare dari total 4,1 juta hektare lahan yang diterima dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.

Ke depan, keberhasilan Agrinas tidak hanya akan diukur dari besarnya kapasitas produksi yang dibangun, tetapi juga dari kemampuannya mengintegrasikan pengelolaan perkebunan dengan industri hilir energi terbarukan. Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, Agrinas berpotensi menjadi salah satu motor penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong hilirisasi komoditas perkebunan Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update