Notification

×

Iklan

Iklan

Siswa ICBS Payakumbuh Siap Tampil di FIKSI 2026, Andalkan Inovasi Abon Siput Sawah

09 Juli 2026 | 09:20 WIB Last Updated 2026-07-09T02:21:49Z
 

PAYAKUMBUH, pasbana – Siswa Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh membawa inovasi pangan lokal bertajuk "Bonsimi Urang Rantau" untuk bersaing pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Tahap II 2026.

Produk tersebut berupa abon berbahan dasar siput sawah yang diolah menjadi makanan bergizi dengan cita rasa khas Minangkabau. Inovasi ini memanfaatkan komoditas yang selama ini belum banyak diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Menjelang keberangkatan ke ajang nasional, rombongan siswa diterima Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman di Balai Kota, Rabu (8/7). Pemerintah Kota memberikan dukungan sekaligus motivasi agar para pelajar mampu menunjukkan kreativitas terbaiknya di tingkat nasional.

Menurut Elzadaswarman, inovasi yang dikembangkan siswa ICBS membuktikan generasi muda mampu mengubah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha.

"Produk seperti ini bukan hanya menawarkan inovasi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi daerah," ujarnya.

Ia berharap para peserta menjadikan FIKSI sebagai ruang belajar untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memperkenalkan potensi unggulan Sumatera Barat kepada masyarakat luas.

FIKSI sendiri merupakan ajang tahunan yang mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan pelajar melalui pengembangan produk kreatif, inovasi teknologi, hingga solusi berbasis potensi lokal. Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa untuk menguji ide bisnis sekaligus memperluas jejaring kewirausahaan. 

Pihak ICBS menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh yang dinilai menjadi tambahan semangat bagi tim dalam menghadapi tahapan kompetisi nasional.

Melalui inovasi "Bonsimi Urang Rantau", para siswa berharap dapat memperkenalkan pangan alternatif khas Minangkabau sekaligus membuktikan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk modern yang bernilai jual tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update