Notification

×

Iklan

Iklan

Rupiah Menguat, Destry di Pusat Perhatian Pasar Keuangan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:33 WIB



Pasbana - Rupiah menemukan pijakan baru di tengah dua kabar yang sama-sama penting bagi pasar keuangan: pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai gubernur definitif Bank Indonesia dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kombinasi tersebut membuat rupiah menguat 0,7% ke level 17.762 per dolar AS pada Senin (10/8).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan Destry, yang kini menjabat gubernur sementara BI, sebagai calon tunggal kepada DPR. Jika proses fit and proper test berjalan mulus setelah masa reses DPR berakhir pertengahan Agustus, Destry berpeluang melanjutkan kepemimpinan di bank sentral.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Lulusan ekonomi Universitas Indonesia dan Cornell University itu memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan, mulai dari peneliti, Kementerian Keuangan, Citibank Indonesia, penasihat duta besar Inggris, kepala ekonom Bank Mandiri, hingga Dewan Gubernur BI sejak 2019.

Bagi pasar, persoalannya bukan sekadar siapa yang memimpin BI, melainkan bagaimana kebijakan moneter akan diarahkan. Kekhawatiran mengenai independensi bank sentral kembali mengemuka setelah revisi UU P2SK. Chief Economist Permata Bank Josua Pardede mengingatkan, premi risiko dapat meningkat apabila BI memangkas suku bunga terlalu dini atau menambah likuiditas untuk mendukung agenda fiskal.

Di sisi global, tekanan terhadap dolar AS ikut mereda. CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 turun menjadi 44%, dari 67% sepekan sebelumnya. Pemicu utamanya adalah data ketenagakerjaan AS yang lemah. Non-farm payroll Juli justru turun 23 ribu, jauh dari ekspektasi kenaikan 80 ribu.

Sentimen tersebut turut mengangkat emas lebih dari 2% ke sekitar US$4.340 per troy ounce dan menekan indeks dolar AS sekitar 0,4% ke 99,6.

Dampaknya terasa di aset domestik. Sejak awal Agustus, rupiah menguat 1,3%, sementara IHSG naik 2,1%. Sektor basic materials menjadi motor utama dengan kenaikan 6,2%, terutama ditopang saham-saham metals mining.

Namun, reli belum sepenuhnya bebas risiko. Investor kini menunggu inflasi AS Juli pada 12 Agustus dan pidato kenegaraan Prabowo pada 14 Agustus yang akan memberi petunjuk mengenai arah APBN 2027. Bagi pasar, kedua agenda itu dapat menjadi ujian berikutnya bagi rupiah dan IHSG.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update