BATUSANGKAR, pasbana — Keselamatan di jalan raya dan keterampilan menciptakan peluang usaha menjadi dua bekal penting bagi generasi muda. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai leading sector kegiatan berkolaborasi dengan Astra Honda Sumatera Barat, Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Datar, dan Jasa Raharja menggelar Seminar Keselamatan dalam Meningkatkan Kesadaran Lalu Lintas dan Pelatihan Kewirausahaan Barista, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa/i FUAD. Kegiatan tidak hanya menghadirkan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengenal dunia kopi dan peluang kewirausahaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. Wahidah Fitriani, S.Psi., M.A. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar persoalan mematuhi rambu dan aturan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sebagai generasi muda.
Keselamatan Dimulai dari Kesadaran, dalam sesi edukasi keselamatan berlalu lintas menghadirkan IPDA Septi Anggi dari Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Datar. Ia memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun kesadaran dalam berkendara, menaati peraturan lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Pesan keselamatan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk menjalankan aktivitas perkuliahan maupun kegiatan lainnya. Mahasiswa tidak hanya diajak mengetahui aturan, tetapi juga memahami konsekuensi dari perilaku berkendara yang tidak disiplin. Dengan demikian, keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman mengenai perlindungan bagi pengguna jalan kemudian diperkuat melalui materi yang disampaikan Feby dari Jasa Raharja. Peserta memperoleh informasi mengenai peran Jasa Raharja serta pentingnya perlindungan dan keselamatan dalam aktivitas berlalu lintas.
Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada edukasi keselamatan. Mahasiswa juga diajak melihat peluang lain yang dapat dikembangkan untuk membangun kemandirian ekonomi. Melalui sesi kewirausahaan barista, peserta diperkenalkan dengan dunia kopi, mulai dari pengenalan bahan dan karakteristik kopi hingga praktik dasar meracik dan menyajikan minuman kopi.
Sesi praktik tersebut membuat suasana kegiatan semakin hidup. Mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi turut terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Bagi mahasiswa, keterampilan sederhana seperti meracik kopi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia usaha yang lebih luas.
Pengetahuan tersebut dapat dikembangkan menjadi ide bisnis, usaha minuman, maupun bagian dari pengembangan personal branding dan kreativitas generasi muda.
Menjadikan eduksi lebih interaktif, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kuis dan pembagian doorprize. Sesi tersebut berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif mahasiswa. Format kegiatan yang memadukan edukasi, diskusi, kuis, dan praktik membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Kolaborasi antara KPI UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Astra Honda Sumatera Barat, Satlantas Polres Tanah Datar, dan Jasa Raharja juga menunjukkan bahwa edukasi generasi muda membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar tidak hanya mendorong mahasiswa menjadi komunikator yang mampu menyampaikan pesan positif kepada masyarakat, tetapi juga membekali mereka dengan kesadaran sosial dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan nyata.
Keselamatan berlalu lintas dan kewirausahaan memang berada pada dua ruang yang berbeda. Namun, keduanya memiliki satu tujuan yang sama , yakni mempersiapkan generasi muda agar lebih sadar, mandiri, produktif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa edukasi yang dekat dengan kebutuhan dan kehidupan mahasiswa dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. (RM)





