Notification

×

Iklan

Iklan

Merajut Asa di Tanah Sungayang: Aksi Nyata Mahasiswa KKN untuk UMKM, Kesehatan, dan Pendidikan Karakter

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:38 WIB



Linda Rosalina¹, Atri Jamiroh Dwi Triani², Abdi Prabowo³, Alifah Azahra⁴, Asnah Tul Khaira⁵, Az-Zahra Latushalsya Permana⁶, Friska Afrinita⁷, Hani Shabriyah⁸, Ilham Koto⁹, Linda Alviani¹⁰, Muhammad Baldi Abdilah¹¹, Nadya Putri¹², Naila Zalfa¹³, Nooriko Narasaki¹⁴, Novella Firane¹⁵, Nurannisa Salsabila¹⁶, Perdi Yansha Lubis¹⁷, Rudi Akbar¹⁸, Selvi¹⁹, Syifa Salsabila²⁰, Widya Agustin²¹, Yelsha Afrisa Putri²², Yudelsi²³, M. Evan Al Ayubi²⁴, dan Revi Nazwa Sailla²⁵
*atrijumirohdwitriani@gmail.com ; Tel.: +6281310887212


Abstrak - Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu sarana bagi perguruan tinggi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Tingkat nagari. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pelaksanaan program pemberdayaan Masyarakat di Nagari Sungayang yang difokuskan pada penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta pengembangan pendidikan karakter bagi generasi muda. 

Pendekatan yang digunakan Adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan secara pasrtisipatif, penyusunan program bersama pemerintah nagari dan masyarakat, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan pendampingan untuk menjamin keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program KKN memberikan dampak positif pada ketiga bidang yang menjadi sasaran. 

Dampak tersebut meliputi peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital dan memperbaiki kemasan produk, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit melalui penguatan layanan posyandu dan edukasi gizi sebagai langkah pencegahan stunting, serta pemanfaatan dan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk mendukung kemandirian kesehatan keluarga. 

Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membentuk lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter dan nilai-nilai moral melalui pendirian rumah belajar bagi anak-anak di Nagari Sungayang. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat kemandirian Masyarakat sekaligus meningkatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung Pembangunan nagari yang berkelanjutan.


Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pemberdayaan Masyarakat, UMKM, Kesehatan Masyarakat, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Pendidikan Karakter Nagari Sungayang


Abstract - Kuliah Kerja Nyata (KKN) as a form of community service is a means for universities to apply knowledge to address the real needs of communities at the village level. This study aims to describe the implementation of a community empowerment program in Sungayang Village, which focuses on strengthening the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), improving the quality of public health, and developing character education for the younger generation. The approach used is Participatory Action Research (PAR) which is implemented through four stages: participatory needs identification, program development with the village government and the community, activity implementation, and evaluation and mentoring to ensure program sustainability.

The results of the activity indicate that the KKN program has a positive impact on the three targeted areas. These impacts include improving the ability of MSMEs to utilize digital marketing and improve product packaging, increasing public awareness of disease prevention efforts through strengthening integrated health posts (Posyandu), nutrition education as a measure to prevent stunting, and the utilization and cultivation of Family Medicinal Plants (TOGA) to support family health independence. 

In addition, this activity also succeeded in creating a learning environment that supports the development of character and moral values through the establishment of a learning house for children in Sungayang Village.  Overall, this program has successfully strengthened community independence while enhancing collaboration between universities and the community in supporting sustainable village development.


Keywords: Kuliah Kerja Nyata (KKN), Community Empowerment, MSMEs, Public Health, Family Medicinal Plants (TOGA), Character Education of  Nagari Sungayang.  

PENDAHULUAN

Pembangunan di wilayah perdesaan atau nagari merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pemerataan kesejahteraan Masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun demikian, berbagai daerah perdesaan masih menghadapi beragam persoalan yang bersifat structural maupun kultural sehingga memerlukan penanganan yang berkelanjutan (Mardikanto & Soebiato, 2021). Kondisi tersebut juga ditemukan di Nagari Sungayang, yang menghadapi tantangan pada tiga sektor utama, yaitu ekonomi, Kesehatan, dan Pendidikan. 

Pada sektor ekonomi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perajin sulam benang emas, masih mengalami kendala dalam pengembangan desain produk, perluasan akses pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi sehingga daya saing produk belum berkembang secara optimal (Haryanto & Setiawan, 2023). 

Di bidang kesehatan, Upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pencegahan stunting, serta pelayanan kesehatan bagi lanjut usia melalui kegiatan posyandu, serta pemanfaatan potensi bahan alami local sebagai pemenuhan obat mandiri keluarga melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA)  masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Tindakan promotive dan preventif semakin meningkat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022; Mustika & Rahmawati, 2023). 

Sementara itu, pada sektor Pendidikan, masiih ditemukan permasalahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dasar yang berpotensi mengganggu Kesehatan mental, rasa aman, dan perkembangan sosial peserta didik, sehingga diperlukan langkah-langkah edukatif yang komprehensif (Ririn, 2021).

Berbagai permasalahan tersebut mendorong pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan pendekatan partisipatif dan kolaboratif bersama pemerintah nagari serta masyarakat setempat melalui implementasi Participatory Action Research (PAR) (Prasetyo & Wibowo, 2022). 

Melalui program ini, mahasiswa melaksanakan pendampingan terhadap UMKM sulam benang emas dengan memberikan inovasi dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran berbasis digital (Haryanto & Setiawan, 2023). Pada bidang kesehatan, mahasiswa berkolaborasi dengan kader posyandu dalam mendukung kegiatan pencegahan stunting pada balita, pelayanan kesehatan bagi lansia melalui pemantauan kesehatan secara berkala, serta melakukan edukasi dan pembuatan demplot budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) guna mendorong kemandirian kesehatan masyarakat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022; Mustika & Rahmawati, 2023).  

Selain itu, pada bidang Pendidikan dilaksanakan program edukasi mengenai pencegahan bullying dan penguatan nilai empati kepada siswa SDN 03 Sungayang menggunakan metode pembelajaran yang interaktuf dan menarik (Santrock, 2021). Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program KKN dalam Upaya memberdayakan masyarakat Nagari Sungayang melalui penguatan UMKM sulam benang emas, peningkatan derajat kesehatan berbasis posyandu dan TOGA serta Pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar.

Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat melalui program KKN ini berlandaskan pada prinsip Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada Masyarakat, serta konsep pemberdayaan Masyarakat (community empowerment) (Mardikanto & Soebiato, 2021). Dalam perspektif ekonomi, penguatan UMKM berbasis kerajinan tradisional didukung oleh teori ekonomi kerakyatan dan modal social yang menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah produk local melalui inovasi dan digitalisasi. 

Pada bidang kesehatan, kegiatan posyandu dan pengembangan TOGA mengacu pada pendekatan pelayanan kesehatan primer (primary health care) yang mengutamakan upaya promotif dan preventif dengan melibatkan partisipasi aktif kader serta masyarakat dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup lansia serta memanfaatkannya sebagai sarana pengobatan alami berkelanjutan. Adapun pada bidang Pendidikan, pelaksanaan edukasi anti-bullying didasarkan pada teori perkembangan psikologis dan Pendidikan karakter yang menegaskan pentingnya intervensi sejak dini untuk membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan penuh empati (Sugiyono, 2022). 

Dalam pengumpulan data serta evaluasi program, kegiatan ini menggunakan pendekatan ilmiah yang terstruktur untuk mengukur ketercapaian program pengabdian (Effendi & Tukiran, 2022; Nursalam, 2020). Melalui implementasi berbagai program tersebut, diharapkan tercipta dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Nagari Sungayang, baik dalam meningkatkan kapasitas ekonomi perajin sulam benang emas, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan, maupun menanamkan kesadaran anti-bullying kepada peserta didik (Arikunto, 2021). Selain itu, artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus acuan praktis dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang sejenis pada masa mendatang. 


METODE

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini menerapkan Participatory Action Research (PAR) atau penelitian Tindakan partisipatif. Pendekatan ini menempatkan mahasiswa dan Masyarakat sebagai mitra yang terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses identifikasi permasalahan, penyusunan alternatif solusi, pelaksanaan program, hingga evaluasi hasil kegiatan secara kolaboratif. Sasaran utama program meliputi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin sulam benang emas, kader posyandu beserta Masyarakat yang terdiri atas balita, lansia, dan keluarganya, serta guru dan peserta didik di SDN 03 Sungayang.

Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama sebagai berikut.
Identifikasi Kebutuhan (Needs Assessment). Tahap awal diawali dengan observasi lapangan, wawancara, dan diskusi bersama perangkat nagari, tokoh Masyarakat, pengelola sekolah, serta pihak terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan pemasaran produk sulam benang emas, minimnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pemenuhan kesehatan mandiri, kendala dalam pelayanan posyandu bagi balita dan lansia, serta masih ditemukannya kasus perundungan di lingkungan SDN 03 Sungayang.

Perencanaan Program. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, mahasiswa bersama pemerintah nagari dan kelompok sasaran menyusun rencana kegiatan yang sesuai dengan kondisi  lapangan. Program yang dirancang meliputi pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM, edukasi budidaya dan pemanfaatan TOGA,  optimalisasi   penyelenggaraan posyandu, serta penyusunan media dan modul edukasi mengenai pencegahan bullying di sekolah.  

Pelaksanaan Program. Tahap implementasi dilakukan secara langsung melalui berbagai kegiatan, antara lain: pendampingan dalam pengemasan produk dan pemasaran digital bagi pengrajin sulam benang emas, pelayanan kesehatan berkala di posyandu, pencegahan stunting, serta sosialisai dan pendampingan pembuatan kebun demplot Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi masyarakat. Pelaksanaan sosialisasi yang dipadukan dengan permainan edukatif mengenai pencegahan perundungan kepada siswa SDN 03 Sungayang.

Evaluasi dan Tindakan Lanjut. Tahap akhir difokuskan pada evaluasi efektivitas program melalui pemantauan tingkat partisipasi masyarakat dan pencapaian kerberhasilan kegiatan. Selain itu, dilakukan penyerahan panduan serta pendampingan UMKM, modul edukasi anti-bullying, serta pemeliharaan kebun TOGA kepada pemerintah nagari dan kelompok sasaran sebagai upaya menjaga keberlanjutan program sehingga dapat dilaksanakan secara mandiri oleh Masyarakat. 

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sungayang menghasilkan berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, serta Masyarakat. Implementasi kegiatan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu pengembangan UMKM sulam benang emas, peningkatan layanan kesehatan Masyarakat melalui posyandu, dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta penguatan Pendidikan karakter melalui edukasi pencegahan perundungan di sekolah dasar. 

Pengembangan dan Digitalisasi UMKM Sulam Benang Emas

Kerajinan sulam benang emas merupakan salah satu potensi ekonomi unggulan di Nagari Sungayang yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, Sebagian besar pelaku UMKM masih menghadai keterbatasan dalam pemasaran karena hanya mengandalkan jaringan pelanggan local. Selain itu, tampilan kemasan produk belum mampu mencerminkkan kualitas dan identitas produl secara optimal.

Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa KKN melaksanakan pelatihan mengenai inovasi desain kemasan agar produk memiliki   nilai tambah dan daya tarik yang lebih tinggi. Selain itu, pelaku usaha juga memperoleh bimbingan dalam memanfaatkan media social sebagai sarana promosi digital serta pendampingan pendaftaran lokasi usaha pada platfrom peta digital sehingga keberadaan usaha lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Gambar 1. Pelaksanaan pelatihan pengemasan dan pendampingan pemasaran digital bagi pelaku UMKM sulam benang emas di Nagari Sungayang.


Tabel 1. Perbandingan Kondisi UMKM Sulam Benang Emas Sebelum dan Sesudah  Pendampingan

Indikator.      

Sebelum Pendampingan


Setelah Pendampingan

Metode Pemasaran 

Konvensional (dari mulut ke mulut)

Memanfaatkan media social dan peta digital sebagai media promosi


Desain Kemasan 

Sederhana dan belum memiliki identitas produk

 Kemasan lebih menarik disertai label dan identitas visual produk


Jangkauan Pasar

Terbatas pada wilayah nagari dan sekitarnya

Berpotensi menjangkau konsumen dari luar daerah

Hasil pendampingan menunjukkan adanya perubahan positif terhadap strategi pemasaran dan tampilan produk UMKM. Pemanfaatan teknologi digital serta peningkatan kualitas kemasan diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk local.

Kondisi tersebut sejalan dengan konsep pemberdayaan ekonomi Masyarakat yang menekankan pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam memperkuat keberlanjutan usaha berbasis potensi daerah.


Optimalisasi Posyandu Balita dan Lansia

Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dilakukan melalui optimalisasi kegiatan posyandu balita dan lansia. Pada tahap awal ditemukan bahwa Tingkat kehadiran Masyarakat dalam kegiatan posyandu masih relative rendah dan materi penyuluhan kesehatan belum dilaksanakan secara berkelanjutan. 

Melalui program KKN, mahasiswa bekerja sama dengan kader posyandu untuk meningkatkan kembali aktivitas pelayanan kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pendataan peserta, penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, edukasi mengenai gizi seimbangan dan pencegahan stunting kepada orang tua, serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia seperti pengukuran tekanan darah dan konsultasi kesehatan.

Tahapan pelaksanan kegiatan meliputi pendataan peserta, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita dan lansia, penyuluhan mengenai gizi serta pencegahan stunting, kemudian diakhiri dengan evaluasi kondisi kesehatan masyarakat. 

Selama pelaksanaan program terlihat adanya peningkatan partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan posyandu. Keaktifan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran Masyarakat terhadap pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, pencegahan stunting, serta pemeliharan kesehatan lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup Masyarakat.

                                                      

Gambar 2. Kegiatan pelayanan kesehatan berkala dan penyuluhan gizi seimbang pada Posyandu balita dan lansia.


Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 03 Sungayang

Program berikutnya berfokus pada pembentukan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak melalui edukasi mengenai pencegahan bullying di SDN 03 Sungayang. Berdasarkan hasil observasi, masih diperlukan peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara mencegah perilaku perundungan di lingkungan sekolah. 



Gambar 3. Sosialisasi interaktif dan deklarasi komitmen pencegahan perundungan (anti-bullying) di SDN 03 Sungayang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN menyelenggarakan penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan pemutaran video edukatif mengenai empati, diskusi bersama siswa, serta deklarasi komitmen anti-bullying yang diikuti oleh seluruh peserta. Pendekatan Partisipatif tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif memahami pentingnya saling menghargai dan menciptakan suasana belajar yang nyaman. 

Hasil evaluasi setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai dampak negatif bullying terhadap kondisi psikologis maupun proses belajar teman sebaya. Selain itu, siswa juga mulai menunjukkan sikap yang lebih menghargai perbedaan dan membangun hubungan social yang positif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan karakter yang diberikan sejak usia sekolah dasar dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung perkembangan social dan emosional peserta didik.  

Pemanfaatan dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai  bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan menjadi salah satu program yang di kembangkan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sungayang. Berdasarkan hasil observasi awal, pekarangan rumah Masyarakat masih belum dimanfaatkan secara maksimal untuk membudidayakan tanaman obat, padahal keberadaan tanaman herbal dapat menjadi alternatif pengobatan sederhana yang mudah diperoleh, murah, serta mendukung upaya menjaga kesehatan keluarga sebelum memperoleh pelayanan medis.

Sebagai bentuk pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa KKN membangun kebun percontohan TOGA di lingkungan fasilitas umum nagari sekalligus menyelenggarakan penyuluhan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, seerta kebun percontohan beserta manfaat utamanya bagi kesehatan masyarakat.

Dalam mendukung upaya  kesehatan promotive dan preventif, kebun percontohan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) mengembangkan 17 jenis tanaman obat local yang kaya akan manfaat bagi kesehatan Masyarakat. Untuk meredakan keluhan demam dan menjaga imunitas, Masyarakat dapat memanfaatkan samiroto, daun sitawa dan daun sidingin yang juga kaya akan antioksidan, serta jahe dan kunyit yang efektif memelihara daya tahan tubuh, menghangatkan badan, dan menjaga fungsi hati. 

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, batuk atau peradangan, tanaman seperti sikumpai, daun ruku-ruku, bungo raya, sumir tawar, dan daun betadin menajadi pilihan herbal yang berkhasiat mengatasi radang tenggorokan hingga meredakan mimisan.

Selain itu, pertolongan pertama pada luka luar dan masalah kulit dapat memanfaatkan kandungan alami binahong dan lidah buaya yang juga mendukung kelancaran system pencernaan. Pemeliharaan kesehatan pencernaan dan pencetus nafsu makan dapat diperoleh melalui pengolahan serai, daun jarak, dan lengkuas yang sekaligus berkhasiat meredakan kembung, nyeri, serta pegal-pegal. 

Sementara itu, untuk menjaga fungsi ginjal dan melancarkan buang air kecil, kumis kucing menjadi tanaman obat pilihan utama, yang dipadukan dengan pemanfaatan daun pandan untuk memberikan efek relaksasi, meredakan stress, serta melancarkan pencernaan keluarga secara alami.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa pengenalan Kembali tanaman obat keluarga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan sumber daya local sebagai sarana menjaga kesehatan. Selain melestarikan pengetahuan tradisional, kegiatan ini juga mendorong terwujudnya kemandirian keluarga dalam melakukan upaya pencegahan penyakit melalui pemanfaatan tanaman herbal. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pemberdayaan Masyarakat yang menitikberatkan pada optimalisasi potensi lingkungan rumah tangga sebagai fondasi dalam membangun ketahanan kesehatan Masyarakat perdesaan. Agar informasi lebih mudah dipahami dan diterapkan, kegiatan penyuluhan juga didukung dengan papan informasi edukatif di area kebun percontohan yang memuat khasiat dan nama local tanaman obat sehingga dapat dipraktikan secara mandiri oleh Masyarakat.



Gambar 4. Pembuatan kebun percontohan (demplot) dan pemanduan papan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) KKN UNP Nagari Sungayang 2026.


KESIMPULAN

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sungayang melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) berhasil mengimplementasikan program pemberdayaan Masyarakat secara terpadu. Kegiatan pendampingan UKKM sulam benang emas terbukti meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar produk melalui inovasi kemasan serta pemasaran digital. 

Pada bidang kesehatan, optimalisasi Posyandu balita dan lansia berhasil meningkatkan partisipasi aktif Masyarakat, yang diperkuat dengan Pembangunan kebun percontohan serta media edukasi 17 jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana pemenuhan kesehatan mandiri berbasis  pekarangan. 

Selain itu, program edukasi anti-bullying di SDN 03 Sungayang mampu meningkatkan pemahaman siswa untuk  mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Secara keseluruhan, program KKN ini berhasil memperkuat kemandirian Masyarakat sekaligus merealisasikan kolaborasi perdesaan yang berkelanjutan.

UCAPAN TERIMA KASIH 

Penulisan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang atas dukungan penuh dalam pelaksanaan KKN Nagari Sungayang 2026. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Dosen Pembimbing Lapangan atas bimbingan dan arahannya selama program berlangsung. 

Penghargaan yang setinggi-tinggiya disampaikan kepada Wali Nagari Sungayang, kader posyandu, pelaku UMKM sulam benang  emas, serta seluruh Masyarakat Nagari Sungayang yang telah menyambut hangat dan berpartisipasi aktif sebagai mitra pendukung. Akhir kata, terimakasih kepada seluruh rekan tim  KKN UNP Nagari Sungayang 2026 atas keras dan dedikasinya dalam menyukseskan seluruh rangkaian  program kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Effendi, S., & Tukiran. (2022). Metode Penelitian Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haryanto, B., & Setiawan, A. (2023). Pemberdayaan UMKM melalui Digitalisasi dan Inovasi Kemasan Produk di Era Modern. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 112–120.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Posyandu Balita dan Lansia di Pos Pelayanan Terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.
Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2021). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Mustika, R., & Rahmawati, D. (2023). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Promotif dan Preventif Kesehatan Keluarga di Desa Mitra. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(1), 45–54.
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi ke-5). Jakarta: Salemba Medika.
Prasetyo, E., & Wibowo, A. (2022). Implementasi Participatory Action Research (PAR) dalam Program Pengabdian Masyarakat Perdesaan. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 89–101.
Ririn, Y. A. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku bullying. EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 1(2), 70-76.
Santrock, J. W. (2021). Psikologi Pendidikan (Edisi ke-6). Jakarta: Salemba Humanika.
Sumber: Kompasiana.com https://share.google/2cQ5wIcDlnMbdKrn8   
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update