Notification

×

Iklan

Iklan

Karang Taruna Gantiang Adakan Festival Seni Anak Nagari

01 Juni 2021 | 12:09 WIB Last Updated 2021-06-01T05:12:03Z


Padang Panjang - Keprihatinan para remaja Ganting akan pudarnya permainan tradisional dikalangan anak-anak saat ini, dan makin massifnya permainan berbasis gadget dijawab dengan diadakannya Olimpiade Permainan Anak Tradisional. 


Permainan tersebut diantaranya cak gulicak, pacu gendong kuda, congklak, kambing srigala, pacu golong-golong dan demo permainan tradisional lain nya.


Festival seni budaya dan olimpiade permainan tradisional yang diselenggarakan  pada 29 Mei 2021 di Kelurahan Ganting kecamatan Padang Panjnag  Timur. 


Acara diselenggarakan oleh Karang Taruna Ganting  di dukung oleh Generasi Muda Sigando.  Iga Rahmadani,S.Pd salah seorang penanggung jawab kegiatan mengungkapkan festival seni budaya dan permainan tradisional anak ini pertama kali diadakan di Kota Padang Panjang.

 

Kegiatan ini selain diselenggarakan oleh seluruh warga Karang Taruna Gantiang juga didukung oleh Generasi Muda Sigando.




Selain berlomba anak-anak juga disuguhkan dengan pertunjukan dongeng, oleh pendongeng Sumbar Bapak Niki Martoyo, story telling oleh Kak Nadhifa Utami. 


Menurut Naila, salah satu anak yang ikut perlombaan mengatakan bahwa ini pertama kalinya ia mencoba berbagai permainan tradisional, ini sangat mengasikkan dan ia akan mencoba memperkenalkan juga kepada teman-temannya di sekolah.


Senada dengan itu, Rifki yang juga ikut mencoba permainan cak gulicak menambahkan, dia tidak menyangka bahwa permainan ini lebih mengasikkan daripada bermain game online, ia berniat mempopulerkannya di sekolah agar teman-teman juga merasakan keasyikan yang ia alami hari ini.




Selain diisi dengan berbagai macam permainan tradisional , festival dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian, diantaranya tari-tarian, teater, pantomime, prosesi Manyerak an Bareh Kunyik, Pidato Pasambahan Adat Manangahan Carano, pembacaan puisi, pencak silat, dan pertunjukan drama Surau ,lapau, dan Rantau  serta pertunjukan seni budaya lainnya. 


Seluruh masyarakat Gantiang sangat antusias mengikuti festival ini, Aditya Satria salah seorang penari yang juga ikut pementasan mengungkapkan, ia bersama teman-teman lainnya telah lebih dua tahun berkesenian di Sanggar Karang Taruna GMG , dengan adanya festival ini ia dan teman-teman berkesempatan memeberikan pertunjukan dan hiburan kepada masyarakat. 


Ia sangat puas dengan menampilkan hasil latihannya dengan maksimal dan tepukan tangan penonton memberikan motivasi baginya untuk terus berkarya dan menampilkan yang terbaik.


Manager pertunjukan Hendriko Munir, S.Sn  mengatakan sesuai dengan tema "Gantiang Sariang tak namuah putuih, manahan Ragam manangguang rindu", festival ini mengandung pesan khusus kepada generasi milenial.

"Generasi muda perlu mengenal, memahami, dan mengapresiasi jati dirinya. Sasarannya agar tumbuh rasa mencintai kebudayaan dikalangan kaum milenial, kebudaayaan yang dimasa genting perlu dipertahankan agar tidak putus atau punah. Kerinduan harus selalu di tumbuhkan dengan mengenalkan kembali kebudayaan lokal melalui seni pertunjukan, "Ungkapnya.




Ketua Karang Taruna Gantiang sekaligus ketua Panitia Mulia Mitra Hadi, S.Pd  mengungkapkan, festival seni dan olimpiade permainan tradisional ini lahir untuk memunculkan kembali seni dan budaya serta permainan tradisional. 


"Pengaruh gadget dan berselancar di dunia maya menyebabkan krisis sosial dan mental anak-anak serta generasi muda. Dengan menyelenggarakan pentas seni serta memperkenalkan kembali permainan tradisional kita berharap anak-anak dan remaja kembali menemukan dunianya yang hilang. Festival  ini juga diharapkan dapat menumbuhkan perasaan cinta masyarakat dan rasa bangga terhadap seni, tradisi, dan budayanya. Festival ini juga sebagai ruang apresiasi atas semangat kawan-kawan karang taruna yang giat berkesenian setiap malam minggu, dengan adanya festival ini generasi Karang Taruna dapat menampilkan hasil dari latihan mereka selama bertahun-tahun di sanggar seni Karang Taruna Gantiang, "Katanya.


Sejalan dengan itu, menurut Arsep Datuak Mangkuto Basa, Sekretaris Karang Taruna Gantiang  menambahkan, Semoga dengan adanya festival seni dan olimpiade permainan tradisional anak ini, dapat memperkuat dan memperluas jaringan serta kerja sama dengan semua pihak dalam bingkai melestarikan budaya dan permainan tradisional anak." Tutupnya. 


Festival seni budaya ini juga diklaim sebagai pemicu kreativitas para seniman muda lokal untuk selalu berkarya. Festival seni tahun ini bertujuan untuk menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan seni dan budaya serta permainan tradisonal.

Semoga ini menjadi wadah untuk meningkatkan dan menciptakan hubungan baik antar pelaku, pemerhati dan lembaga seni dengan pemerintah dan masyarakat. Hal yang paling utama dengan festival ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat kelurahan Gantiang. (JED)