Notification

×

Iklan

Iklan

Peran Pesantren (Boarding School) bagi Perekonomian Daerah

24 Juni 2021 | 12.12 WIB Last Updated 2021-06-24T05:16:06Z



Pasbana.com – Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren, harapan besar tertumpang pada pondok pesantren ( boarding school ). Banyak pihak berharap pondok pesantren memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian daerah. 

Diharapkan  ponpes tak hanya sebagai lembaga penting pembentuk karakter, namun juga lembaga yang punya kontribusi signifikan dalam perekonomian daerah. Data terakhir,  jumlah pesantren hingga tahun 2020 ini tercatat sebanyak 28.194 pesantren dengan 5 juta santri mukim. 

Ini jumlah yang cukup besar sebagai penggerak ekonomi daerah.Jumlah sumber daya manusia (SDM) yang cukup besar ini  bisa terus dikembangkan serta sebagai pilar integritas. Ponpes  atau Boarding School bisa menjadi penggerak, lalu trendsetter untuk mendorong daerah terutama di bidang ekonomi yang bisa menguasai pangsa pasar halal.

Untuk menyikapi potensi ini, sebenarnya telah digulirkan Program "One Pesantren One Product" (OPOP) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM. Program ini  rencananya melakukan pemberdayaan bekerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren. 

Selain menjadi tempat untuk pembinaan moral kesalehan santri dan pembelajaran ilmu-ilmu agama Islam, pesantren seyogyanya perlu juga melakukan diversifikasi keilmuan unggulan khusus dan atau melakukan diversifikasi keahlian praktis tertentu.

Artinya, setiap pesantren perlu membuat satu keunggulan (nilai plus) tertentu yang membedakan pesantren satu dengan pesantren lainnya, misalnya dengan meningkatkan keunggulan dalam keahlian ilmu tertentu seperti keunggulan keahlian dalam kajian hadits, atau disiplin ilmu agama tertentu, atau bisa juga dalam bentuk keahlian praktis lain misalnya keahlian bahasa, keahlian pertanian dan keahlian praktis lainnya.

Beberapa pesantren di tanah air telah mencoba melakukan hal seperti itu dan terbukti telah menunjukkan keberhasilan, seperti Pesantren Gontor dengan penekanan pada aspek kemampuan berbahasa asing (Arab dan Inggris).

Pesantren-pesantren tertentu yang menekankan pada penguasaan ilmu alat (nahwu dan shorof). Pesantren-pesantren yang mencoba membekali santri dengan kemampuan praktis seperti ketrampilan pertanian yang ada di Pesantren Darul Falah di Ciampea dekat Bogor Jawa Barat.

Dalam memasuki dunia yang semakin kompetitif, ke depan pesantren-pesantren semacam itu perlu terus dikembangkan, bahkan kalau memungkinkan variasi kompetensi perlu diperbanyak lagi. Misalnya di bidang keahlian keilmuan ada pesantren yang menambah nilai plus nya dengan kepakaran di bidang tafsir, fiqh, aqoid, ilmu falak, dan sebagainya; di bidang keahlian praktis misalnya perlu ada pesantren bercorak nelayan, pesantren otomotif, pesantren elektronik dan sebagainya.

Usaha-usaha ekonomi di berbagai pesantren belum dikelola secara professional dan sebagian besar  masih merupakan proses awal pembangunan tradisi dan masih terkesan merangkak mencari bentuk.
 

Selain Penggerak, Pesantren merupakan Pasar Potensial

 
Jumlah santri di pendidikan pesantren setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan. Pesantren memiliki potensi ekonomi yang cukup bagus.

Potensi itu yang pertama adadalam diri santri. Hal ini potensi besar karena santri jumlahnya luar biasa. Jumlah yang sangat banyak itu bisa menjadi modal luar biasa memandirikan umat.

Kedua, peran pondok pesantren sebagai penghubung masyarakat sekitar.Pesantren bisa menjadi penghubung antara UMKM pesantren dengan pasar dan konsumen.

Potensi ketiga, peran pesantren dalam pengumpulan zakat dan wakaf umat. Selama ini, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya oleh masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat dan wakaf.Tiga potensi yang dimiliki ini sangat berpotensi untuk menciptakan kemandirian ekonomi pesantren dan membangun kekuatan ekonomi umat. (budi)
 
 

×
Kaba Nan Baru Update