Notification

×

Iklan

Iklan

Manyerak Bareh Kunyik, Prosesi Mengantar Pengantin Pria Naik ke Rumah Anak Daro

14 Agustus 2022 | 18.52 WIB Last Updated 2022-08-14T11:53:34Z
Foto: Dok. Istimewa


pasbana- Manyerak Bareh Kunyik merupakan tradisi adat Minangkabau merupakan kegiatan adat untuk mengantarkan Marapulai (Pengantin Pria) sebelum memasuki Rumah Anak Daro (Pengantin Wanita). 

Marapulai diantar dengan diiringi oleh para ibu-ibu yang merupakan sanak saudara dari Marapulai sambil memainkan alat musik tradisional Minangkabau.

Sementara itu, keluarga besar mempelai wanita menyambut kedatangan pasangan mempelai yang akan menaiki rumah. Prosesi ini mencerminkan  kebahagiaan atas pernikahan kedua mempelai. Ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun. 

Secara filosofis, tradisi ini mengandung kata nasehat untuk kedua mempelai, agar rumah tangga mereka menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah.

Sumber: pixabay


Dalam adat minangkabau seorang suami atau sumando sangat dihargai dan dihormati di keluarga istri atau pasumandan.Hal ini dikarenakan saat seorang laki laki menikah dalam adat minangkabau maka dia akan tinggal di rumah istrinya.


Bareh Kunyik sendiri secara harfiah artinya beras kunyit, sesuai dengan warna kunyit sendiri yang kuning, ada sebagian masyarakat yang menyebut tradisi dengan Manyerak Bareh Kuniang. 


Tidak seperti kebanyakan suku di indonesia yang menganut sistem patrelinial, masyarakat minang menganut paham Matrilineal atau garis keturunan berdasarkan ibu.


Oleh karena itu seorang laki laki yang telah menikah maka ia akan tinggal di rumah istrinya. Selama tinggal di rumah istri ia akan dijamu seperti raja, karena seorang laki laki biasanya akan dilayani sepenuhnya dalam adat minang. 


Maka tidak heran,saat penyambutannya pun akan sangat meriah, salah satu ritual atau tradisinya adalah manyirak bareh kunyik.


Bareh kunyik ( beras kuning) akan dilemparkan/ditaburkan ke pengantin pria saat akan masuk rumah, bareh kunyik sebagai tanda penyambutan dan penghormatan pada marapulai tersebut.


Prosesi akan berlangsung cukup lama karena sebelumnya disertai petatah petitih adat yang disampaikan oleh mamak dan dilanjutkan dengan saling berbalas pantun oleh kedua mamak calon mempelai.Adapun pantun yang disampaikan. Pantunnya cukup panjang. 


Foto: Dok. Istimewa


Setelah selesai berpantun maka marapulai akan diserak bareh kunyik dan dipersilahkan untuk masuk kerumah adak daro atau pengantin wanita.


Seperti itulah prosesi ritual manyirak bareh kunyik dari Sumatera Barat yang termasuk salah satu ritual pernikahan adat minangkabau.


Ritual ini menggambarkan betapa masyarakat minang sangat menghargai seorang laki laki sebagai seorang pemimpin rumah tangga. Maka sepatutnya kita sebagai generasi muda tetap menjalankan adat serta melestarikan adat istiadat agar tidak hilang ditelan zaman.


Memahami tradisi di Indonesia akan membuat kita jadi makin tahu Indonesia. (Budi) 



×
Kaba Nan Baru Update