Notification

×

Iklan

Iklan

Silaturahmi Ramadan, Pemko Payakumbuh Ajak Tokoh Adat Kawal Pembangunan Kota

09 Maret 2026 | 22:16 WIB Last Updated 2026-03-09T15:16:11Z


Payakumbuh, pasbana— Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat sinergi dengan tokoh adat dalam momentum Ramadan. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman menggelar buka puasa bersama niniak mamak dan bundo kanduang dari 10 nagari di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Senin (9/3/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan arah pembangunan kota ke depan.

Dalam sambutannya, Zulmaeta menegaskan pembangunan Payakumbuh saat ini berpedoman pada trilogi kepemimpinan Zulmaeta–Elzadaswarman (Zuzema), yakni tata kelola pemerintahan yang bersih, pembangunan kota yang tertata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Peran niniak mamak dan bundo kanduang sangat penting dalam menjaga nilai adat sekaligus mengawal jalannya pemerintahan,” kata Zulmaeta.

Ia juga menegaskan Pemko Payakumbuh terbuka terhadap masukan masyarakat, termasuk laporan terkait kinerja aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam kesempatan itu, Zulmaeta memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk rencana pembangunan kembali Pasar Payakumbuh. Ia menyebut proses perencanaan terus berjalan dan mendapat dukungan pemerintah pusat.

“Kementerian telah menyampaikan komitmen bahwa pembangunan tahap awal Pasar Payakumbuh direncanakan mulai awal 2027,” ujarnya.

Selain itu, Pemko juga memprioritaskan penataan Pasar Ibuh agar lebih bersih, tertata, dan representatif bagi pedagang maupun pembeli.

Tokoh adat yang hadir turut menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya peningkatan operasional Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan penyediaan pandam pekuburan bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Zulmaeta menyatakan pemerintah membuka peluang dukungan melalui skema hibah serta meminta usulan diajukan secara resmi untuk dikaji lebih lanjut.

“Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update