Padang, pasbana - Pemerintah pusat resmi menyalurkan kembali dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 kepada Pemerintah Kota Padang senilai Rp371,85 miliar. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pemulihan infrastruktur serta penguatan mitigasi bencana pascabanjir yang melanda kota itu pada akhir 2025 lalu.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Selasa (14/4/2026).
“Seluruh anggaran wajib mengikuti kebutuhan riil di lapangan dan menjadi solusi konkret bagi persoalan masyarakat,” ujar Fadly..
Sejumlah program prioritas mencakup pembangunan pembatas Tempat Pemakaman Umum (TPU), rekonstruksi pagar serta drainase tersier di bantaran sungai, perbaikan sistem drainase limbah hingga kawasan hulu, serta pengadaan alat berat dan armada pendukung kebersihan dan mitigasi kekeringan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan bantuan kebencanaan berbasis by name by address, evaluasi bantuan sektor pertanian terdampak, serta penambahan jaringan penerangan jalan umum di kawasan rawan banjir.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyebut seluruh usulan program akan melalui proses evaluasi ketat untuk menjamin akuntabilitas pelaksanaan anggaran.
“Pascabencana, fokus pembangunan bukan sekadar memperbaiki, tetapi membangun kembali dengan standar yang lebih tangguh terhadap risiko bencana,” katanya.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang mempercepat pemulihan infrastruktur, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan belanja daerah 2026 berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.(*)




