PADANG ARO, pasbana — Beragam inovasi pemberdayaan masyarakat yang digagas Tim Penggerak PKK Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, mengantarkan nagari tersebut menjadi wakil Kabupaten Solok Selatan dalam Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Ketua TP-PKK Nagari Sungai Kunyit Barat, Metalia Silfiana Dasral, mengatakan berbagai program yang dijalankan empat kelompok kerja (Pokja) difokuskan pada penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan adalah SARIPAH (Sampah Jadi Berkah), yakni pengolahan sampah menjadi pupuk organik melalui pelatihan yang didukung Pemerintah Nagari bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat.
Selain itu, terdapat program SARUNA (Satu Rumah Satu Nangka) yang mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Hasil panen nangka tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga diolah menjadi produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Dalam bidang pembinaan generasi muda, PKK menghadirkan sejumlah program seperti GENPAR (Gerakan Nagari Perangi Narkoba), IREMA (Ikatan Remaja Masjid), dan Genma Seni Nagari. Program tersebut bertujuan mengarahkan aktivitas remaja ke kegiatan positif sekaligus mencegah perilaku menyimpang.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui program SURAT BASAH (Sukun Barat Wajib Sekolah dan Berijazah). Gerakan ini diperkuat dengan pengembangan literasi melalui Rumah Baca Dasawisma yang didukung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok Selatan, termasuk pemanfaatan aplikasi perpustakaan digital E-Solok Selatan.
Tak hanya itu, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program PKK. Melalui aplikasi SIMSALABIM, seluruh data Dasawisma telah terintegrasi dalam sistem satu data Kabupaten Solok Selatan. Di Nagari Sungai Kunyit Barat sendiri, sebanyak 33 Dasawisma telah terinput 100 persen ke dalam sistem tersebut.
Program PKK Go Digital juga diterapkan melalui pemanfaatan media sosial, website, absensi daring, hingga penggunaan aplikasi SIDABA yang diakses melalui barcode yang dipasang di setiap rumah warga.
Menurut Metalia, keberhasilan berbagai program tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Nagari Sungai Kunyit Barat, baik melalui regulasi, pendanaan yang dialokasikan dalam APB Nagari, maupun sinergi dengan pihak swasta yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Inovasi yang kami jalankan merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia di nagari,” ujarnya. (*)




