PARIAMAN, pasbana— Pemerintah Kota Pariaman menempatkan literasi budaya sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Festival Literasi Budaya 2026 di Aula Balaikota Pariaman, Jumat (25/9/2026).
Mulyadi menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh dan mengolah informasi. Menurut dia, kemampuan digital perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal.
“Literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata atau membaca angka, melainkan kemampuan untuk memahami, menghargai, dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mulyadi dalam sambutannya.
Ia menyebut Festival Literasi Budaya 2026 dapat menjadi ruang untuk mempertemukan nilai sejarah dan budaya dengan perkembangan inovasi teknologi. Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, ingin mendorong lahirnya generasi yang mampu beradaptasi secara digital tanpa kehilangan akar budaya.
“Festival ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu yang kaya akan sejarah dengan masa depan yang penuh inovasi teknologi,” ujarnya.
Pemkot Pariaman juga mengapresiasi Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman (FPLKP), komunitas literasi, seniman, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival.
Di tengah derasnya perkembangan AI, penguatan literasi budaya menjadi salah satu cara menjaga agar transformasi digital tetap berjalan seiring dengan pemahaman terhadap identitas dan nilai lokal masyarakat Pariaman. (*)




