Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, 12 Kantor OPD Rusak Berat

Selasa, 22 September 2026 | 19:41 WIB


Solok, pasbana - Banjir bandang melanda dua nagari di Kabupaten Solok, melumpuhkan pusat pemerintahan. Gubernur Sumatera Barat turun langsung ke lapangan memimpin koordinasi penanganan darurat.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang (galodo) di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026). Bencana yang terjadi Senin malam itu meluluhlantakkan permukiman warga sekaligus melumpuhkan pusat pemerintahan kabupaten.

Mahyeldi menegaskan tiga prioritas utama penanganan: keselamatan warga, pemenuhan logistik, dan percepatan pendataan kerusakan.

"Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan," ujar Mahyeldi di lokasi bencana.

Gubernur meminta Sekretaris Daerah Provinsi segera menuntaskan validasi data kerusakan sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi — mencakup rumah warga maupun gedung pemerintahan yang terdampak.

Dampak banjir bandang terbilang masif. Setidaknya 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok mengalami kerusakan berat setelah tersapu material lumpur dari kawasan perbukitan.

Merespons kondisi darurat ini, Bupati Solok Jon Firman Pandu menetapkan status tanggap darurat 14 hari usai berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah," kata Jon Firman Pandu.

Sebagai langkah tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati dialihfungsikan menjadi posko evakuasi sementara. Dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi pun diaktifkan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi warga terdampak.

Guna mencegah banjir susulan, Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait disiagakan untuk pengerukan sedimen sungai. Langkah ini diambil menyusul peringatan dini BMKG soal potensi curah hujan tinggi yang masih mengancam wilayah Solok dalam waktu dekat.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update