Padang, pasbana - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Barat menggelar puncak peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day/WRD) 2026 di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Kota Padang, Senin (28/9/2026).
PDHI Cabang Sumatera Barat menggandeng Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kota Padang, serta Balai Veteriner Bukittinggi dalam kegiatan tersebut. PT Sanbe turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Peringatan WRD yang jatuh setiap 28 September itu menjadi momentum bagi pemerintah, organisasi profesi, komunitas pecinta hewan, Porbbi, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies.
Rabies masih mengancam hewan dan manusia. Karena itu, seluruh pihak perlu memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut secara bersama-sama.
PDHI Sumatera Barat mendorong seluruh sektor menerapkan konsep One Health dalam menangani rabies. Konsep tersebut mengintegrasikan kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan kesehatan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah juga perlu memperkuat kebijakan dan regulasi, menyediakan dukungan anggaran, serta mengerahkan seluruh potensi yang tersedia untuk mencegah dan mengendalikan rabies.
Upaya tersebut penting untuk mendukung target Indonesia bebas rabies atau setidaknya mencapai zero kasus positif rabies pada 2030. Tanpa kolaborasi dan langkah pencegahan yang konsisten, target tersebut akan sulit tercapai.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka langsung kegiatan puncak WRD tersebut. Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan, antara lain Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Camat Padang Selatan, serta seluruh lurah.
PDHI Cabang Sumatera Barat menggelar vaksinasi di posko induk dan dua kelurahan. Tim juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang rabies kepada siswa di tiga sekolah, yakni SDN 22 Padang, SMPN 20 Padang, dan SMAN 6 Padang.
Sebanyak 200 siswa mengikuti sosialisasi tersebut. Melalui kegiatan itu, PDHI mengenalkan bahaya rabies sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan dan penanganan apabila masyarakat mengalami gigitan anjing atau kucing.
Tim dokter hewan juga memeriksa, mengobati, dan memberikan vaksinasi kepada hewan terlantar di tiga shelter, yakni Shelter Tarandam, Shelter Lubuk Kilangan, dan Shelter Dangau Teduh. Tim memberikan layanan kepada 78 ekor hewan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Maigus Nasir mendorong seluruh pihak memperluas edukasi tentang rabies kepada masyarakat. Ia menilai edukasi perlu menyasar komunitas pecinta hewan, komunitas Porbbi, pelajar, guru, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahaya rabies, mengetahui cara mencegah penularannya, serta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika seseorang tergigit anjing atau kucing.
Pemerintah Kota Padang juga menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan rabies melalui regulasi dan dukungan anggaran. Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga masyarakat dan hewan dari ancaman rabies.
Ketua PDHI Cabang Sumatera Barat, drh. Wahidin, bersama 51 dokter hewan lainnya menggerakkan rangkaian kegiatan WRD 2026 di Kota Padang.
Sebanyak 52 dokter hewan yang tergabung dalam PDHI Sumatera Barat membagi tugas ke dalam sejumlah tim untuk menangani vaksinasi, KIE, serta pemeriksaan dan pengobatan hewan di shelter.
Para dokter hewan tersebut datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat, yakni Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, dan Kota Sawahlunto.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan hewan, sektor kesehatan manusia, komunitas, dan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, upaya pencegahan rabies dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.(*)










