PADANG PARIAMAN, pasbana– Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat pada 23–25 Oktober 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akibat hujan intensitas tinggi.
Dalam peringatan bernomor e.B/ME.02.04/064/KPDG/X/2026, BMKG menjelaskan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik, konvergensi, dan belokan angin turut memicu pertumbuhan awan hujan. Anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumbar juga mendukung peningkatan potensi hujan.
BMKG menetapkan status Siaga untuk Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Sementara itu, status Waspada berlaku di Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Sijunjung.
Masyarakat diminta mengenali kawasan rawan bencana, memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas, serta segera mencari tempat aman jika hujan berlangsung lama, debit sungai meningkat, atau material longsor mulai bergerak.
Warga juga diimbau melaporkan kejadian bencana dan mengikuti arahan petugas. Informasi cuaca dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG, Instagram @bmkgminangkabau, atau WhatsApp 081268125907.
Peringatan tersebut ditandatangani Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan, di Padang Pariaman, 23 Oktober 2026.(*)




