Notification

×

Iklan

Iklan

FTSE Russell Tahan Status Indonesia, Reformasi Pasar Jadi Sorotan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:38 WIB
 


Pasbana - Pasar saham Indonesia mendapat sedikit ruang bernapas. FTSE Russell mempertahankan Indonesia sebagai secondary emerging market dan tidak memasukkannya ke dalam watchlist, menandakan belum ada perubahan status dalam penilaian terbaru indeks global tersebut.

Dalam pernyataan Selasa (6/10), FTSE Russell menyatakan akan memberikan pembaruan mengenai perlakuan terhadap pasar saham Indonesia menjelang index review Desember 2026. Artinya, keputusan terbaru ini belum menjadi akhir dari evaluasi, terutama karena perkembangan reformasi pasar masih menjadi perhatian.

FTSE Russell mengakui Indonesia telah menjalankan berbagai reformasi pasar. Namun, lembaga penyedia indeks global itu masih akan memantau implementasi dan efektivitas reformasi tersebut, sekaligus berdiskusi dengan pelaku pasar untuk memperoleh masukan mengenai perubahan yang telah dilakukan.

Bagi investor, status secondary emerging market bukan sekadar label. Klasifikasi indeks seperti FTSE dapat memengaruhi bagaimana investor institusi global mengalokasikan dana ke suatu negara.

Karena itu, konsistensi reformasi, transparansi, aksesibilitas pasar, serta efektivitas mekanisme perdagangan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik Indonesia.

Keputusan Oktober ini dengan demikian lebih tepat dibaca sebagai jeda evaluasi, bukan garis finis. Pasar masih akan menunggu perkembangan hingga review Desember 2026. Bagi IHSG, kualitas reformasi dan tingkat kepercayaan investor asing akan menjadi bagian penting dari cerita berikutnya.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update