Notification

×

Iklan

Iklan

Pasokan Menyusut, Harga Cabai di Padang Tembus Rp85 Ribu per Kilogram

Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:04 WIB
 


Padang, pasbana - Harga cabai di Pasar Raya Padang kembali menguji daya tahan belanja rumah tangga. Ketika cabai merah Jawa menembus Rp85 ribu per kilogram, kenaikan harga bukan sekadar persoalan bumbu dapur, melainkan gambaran bagaimana terbatasnya pasokan dapat langsung memengaruhi pengeluaran masyarakat.

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, harga cabai merah Jawa tercatat Rp85 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah darek mencapai Rp80 ribu per kilogram. Keduanya naik Rp5 ribu dibandingkan harga sebelumnya.
Pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Meri (41), mengatakan kenaikan harga telah berlangsung sejak Sabtu, 10 Oktober 2026. Penyebab utamanya adalah berkurangnya hasil panen yang membuat pasokan cabai dari daerah darek maupun Jawa ke pasar semakin terbatas.

Dalam mekanisme pasar, kondisi ini mencerminkan hubungan sederhana antara penawaran dan harga. Ketika barang yang tersedia berkurang sementara kebutuhan pembeli tetap ada, harga cenderung meningkat. Komoditas hortikultura seperti cabai relatif rentan terhadap perubahan tersebut karena produksi dan distribusinya bergantung pada kondisi pertanian serta kelancaran pasokan.

Sebelum kenaikan terbaru, cabai merah Jawa dijual Rp80 ribu per kilogram dan cabai darek Rp75 ribu per kilogram. Keduanya sempat bertahan pada awal Oktober sebelum kembali mengalami kenaikan.

Tekanan harga juga terlihat pada jenis cabai lainnya. Cabai rawit merah dijual Rp70 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit setan mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Sebaliknya, harga bawang relatif stabil, dengan bawang merah biasa Rp26 ribu per kilogram, bawang merah super Rp28 ribu, dan bawang putih Rp28 ribu per kilogram.
Bagi rumah tangga, kenaikan harga cabai dapat memaksa penyesuaian anggaran belanja. Bagi pedagang makanan, perubahan harga bahan baku juga berpotensi menekan margin keuntungan atau mendorong penyesuaian harga jual.

Namun, kenaikan harga di pasar belum otomatis berarti keuntungan petani meningkat. Hasil tersebut tetap bergantung pada biaya produksi, volume panen, dan harga yang diterima di tingkat produsen.

Perkembangan harga cabai di Padang karena itu perlu dibaca bersama kondisi pasokan dari daerah penghasil. Jika distribusi dan ketersediaan panen belum pulih, tekanan harga berpotensi bertahan.

Pada akhirnya, kestabilan harga pangan tidak cukup diukur dari seberapa tinggi harga di pasar, tetapi juga dari seberapa lancar hasil panen sampai ke konsumen. Sebab, dalam rantai pangan, gangguan pasokan dapat menjelma menjadi beban ekonomi yang dirasakan dari pedagang hingga meja makan keluarga.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update