SURAKARTA, pasbana - Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Study on Campus ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Rombongan dipimpin langsung oleh Mudir Pondok, Ustadz Dafri Harweli, dengan membawa 30 orang santri kelas akhir dan 7 orang pendamping asatidz.
Kunjungan disambut hangat oleh Direktorat Akademik dan Admisi UMS di Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan orientasi studi lanjut bagi santri serta membuka pintu kerjasama kelembagaan antara pesantren dan perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik di Indonesia.
Tiga Fokus Utama Kunjungan:
1. Pengenalan Program Unggulan UMS
Tim Admisi UMS memaparkan keunggulan UMS sebagai Kampus Muhammadiyah dengan peringkat 36 nasional versi UniRank dan sebagai kampus riset dan publikasi ilmiah terdepan di lingkungan Muhammadiyah. Beberapa program unggulan yang diperkenalkan antara lain program double degree, student exchange ke Eropa dan Asia, serta program studi baru yang diminati seperti Artificial Intelligence (AI). UMS juga memiliki sejumlah prodi terakreditasi UNGGUL, termasuk Prodi Sarjana Kedokteran dan Profesi Kedokteran.
2. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026/2027
Dijelaskan bahwa PMB UMS Tahun Akademik 2026/2027 telah dibuka sejak 1 November 2025 hingga 29 Agustus 2026 dengan sistem tanpa gelombang. UMS membuka 9 jalur seleksi meliputi jalur CBT, Prestasi, Beasiswa, CBT Daerah, RPL, Profesi, Magister, Pindahan dan Doktor.
Selain itu, tahun ini UMS membuka terobosan baru berupa Jalur Khusus SNBP 2026, sebagai apresiasi bagi calon mahasiswa yang belum lolos seleksi di PTN, serta jalur Beasiswa KIP Kuliah, Beasiswa Muhammadiyah dan potongan biaya pendaftaran. Biaya kuliah di UMS juga menerapkan sistem SKS yang lebih fleksibel dan efisien.
Mudir Pondok, Ustadz Dafri Harweli menyambut baik sistem PMB tersebut. "Anak-anak kami santri Al Kautsar banyak yang bercita-cita melanjutkan ke UMS. Sistem PMB yang fleksibel dan banyaknya jalur prestasi sangat relevan dengan karakter santri yang tidak hanya unggul akademik tapi juga tahfidz, bahasa, dan kepemimpinan," ujarnya.
3. Penjajakan Kerjasama Strategis
Poin penting dari kunjungan ini adalah penjajakan kerjasama dalam rangka:
a. Peningkatan kualitas pendidikan pesantren melalui pendampingan kurikulum dan supervisi akademik oleh UMS.
b. Peningkatan kompetensi guru melalui program Magister Pendidikan yang mampu mengintegrasikan IT ke dalam pembelajaran, termasuk sertifikasi dan pelatihan guru.
c. Pengembangan IT Pesantren, meliputi sistem manajemen pesantren digital, e-learning, dan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.
Pihak UMS menyatakan keterbukaan untuk mewujudkan MoU dengan Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak sebagai bagian dari penguatan jaringan sekolah/pesantren Muhammadiyah di Sumatera Barat.
Kegiatan diakhiri dengan campus tour ke Fakultas Kedokteran, Perpustakaan Pusat, dan Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS. Para santri terlihat antusias dan termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
"Kami ingin santri melihat langsung atmosfer kampus Islam berkemajuan. UMS adalah inspirasi bagaimana Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi bisa bersatu. Semoga kunjungan ini menjadi wasilah lahirnya generasi ulama-intelektual dari Sarilamak untuk Indonesia," tutup Ustadz Dafri Harweli.(*)





