×

Iklan

Iklan

Warga Solok Geger, Satu Mayat Terbungkus Karung Ditemukan Dalam Septiteng

12 Maret 2018 | 18.54 WIB Last Updated 2018-03-12T12:12:52Z


Solok – Warga Jalan Destamar IV, RT 03, RW 06, Kawasan Transad, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok digegerkan dengan penemuan mayat di dalam septiteng yang terbungkus dalam karung plastik, Minggu (11/3).

Mayat yang diketahui bernama Priyatin (42) yang akrab dipanggil Pak De Atin ini merupakan warga Desa Wisma Kenanga II, No.19, RT II, RW VI, Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok yang diduga hasil pembunuhan.

Diduga korban sudah tewas sekitar dua hari sebelumnya, karena saat ditemukan dalam keadaan sudah berbau busuk. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan yang memimpin langsung pengungkapan kasus.

Kapolres didampingi Wakapolres Solok Kota Kompol. Sumintak dan Kasat Reskrim AKP. Zamri Elfino mengatakan, bahwa sudah meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi. Dan sedang melakukan pengembangan kasus ini, terutama terkait motif pelaku menghabisi nyawa korban.

“Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kita melakukan pencarian barang bukti dan penggeledahan rumah di dekat penemuan jasad. Dalam pencarian tersebut, ditemukan sejumlah barang bukti seperti kain dengan bercak darah yang terkubur di tanah samping septiteng. Sekitar 15 meter dari tempat penemuan mayat, juga ditemukan pakaian berlumur darah. Di titik itu, juga ditemukan sejumlah ranting kayu yang patah. Diduga akibat perkelahian antara pelaku dan korban. Namun itu akan kita pastikan dengan hasil pemeriksaan nantinya,” ujarnya.



Kapolres mengatakan, penemuan jasad korban berawal sekitar pukul 11.00 WIB, saat Riko membersihkan pohon pisang dekat septic tank di belakang rumahnya. Saat itu, Riko melihat ada bekas galian tanah di atas septiteng. 

Merasa janggal, Riko kemudian bertanya kepada bapaknya, apakah ada menggali cacing dekat septiteng tersebut. Bapaknya menjawab tidak ada. Riko kemudian menelpon kakaknya dan menyatakan ada yang mencurigakan di belakang rumahnya.

Tak lama kemudian, dua kakak Riko tiba di lokasi. Mereka kemudian menelepon tokoh masyarakat setempat, Sakir, dan Sakir kemudian menghubungi Ketua RT dan polisi. Tak lama berselang, personel Polres Solok Kota tiba di lokasi dan melakukan olah TKP dan memasang police line.

“Usai dibawa kerumah sakit umum daerah renacananya jasat korban akan dialakukan visum et repertum,” lanjut Kapolres.

Istri korban, Susilawati (41), di RSU Solok meyakini dan memastikan korban tersebut adalah suaminya. Susi menyatakan suaminya sudah 2 hari tidak pulang, sejak Jumat, 9 Maret lalu. 

Di TKP, Polres Solok Kota menerjunkan Tim Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Serta personel dari Polsek Kota Solok. (Nal/Del)
×
Kaba Nan Baru Update