Berantas Pungli

Aliansi Media Online Indonesia

Aliansi Media Online Indonesia
Sumbar Bakal Alami Gerhana Bulan Total, Masyarakat Dihimbau Gelar Sholat Khusuf

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018


Padangpanjang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang, Sumatera Barat menyatakan gerhana bulan total yang akan berlangsung pada 31 Januari 2018 bisa disaksikan di provinsi tersebut.

"Jika cuaca cerah, masyarakat yang berada di Sumbar bisa melihat gerhana bulan total dengan mata telanjang," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono, Senin (22/1/2018).

Saat gerhana bulan itu juga bertepatan dengan fenomena jarak bulan dan bumi lebih dekat dari biasanya atau biasa disebut perige, yakni sekitar 360.000 kilometer.

Gerhana bulan total terjadi saat keseluruhan wajah bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi bumi.

"Gerhana bulan total dapat dilihat mulai pukul 18:48:57 WIB dan puncaknya 20:29:49 WIB," ujarnya.

Selama gerhana itu bulan akan berwarna kemerahan. Gerhana bulan akan berakhir pada 22:11:11 WIB.

Menurutnya jika masyarakat hendak melihat fenomena astronomi itu dengan baik, dianjurkan menggunakan teropong.
"Namun dilihat dengan mata telanjang juga bisa jika cuaca cerah," katanya.

Melihat gerhana bulan total, lanjutnya tidak memerlukan perlindungan mata khusus karena tidak membahayakan bagi mata.

BMKG Padang Panjang, kata dia juga akan melakukan pengamatan saat tejadinya gerhana bulan total dan bulan di perige ini.
"Kami akan menggunakan teropong untuk pengamatannya dan semoga cuaca cerah," kata Rahmat.

Sementara itu, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muhammadiyah Amin melalui Press Release yang dikeluarkan pada tanggal 17 Januari 2018 menghimbau masyarakat agar dapat menunaikan Sholat Gerhana Bulan ( Sholat Khusuf). 

(Antara/bd)

Tiga Tempat Wisata, Jadi Proyeksi Dinas Pariwisata Padangpanjang

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018



Padangpanjang – Dinas Pariwisata Kota Padangpanjang di tahun 2017, dengan kunjungan wisata meningkat hingga 25%. Hal ini dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2016 lalu sebanyak 418.000 pengunjung, dan pada tahun 2017 mencapai 528.000 pengunjung.

Dari 528.000 wisatawan yang mengunjungi Pariwisata Kota Padangpanjang, 30% diantaranya adalah kunjungan wisatawan mancanegara, dan 70% kunjungan wisatawan domestik. 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padangpanjang Hendri Fauzan, melalui Sekretaris Dalius saat dikonfirmasi Pasbana.com menjelaskan, bahwa pariwisata akan menggenjot kunjungan wisatawan ke Kota Padangpanjang pada tahun 2018 dengan menambah 3 proyeksi lokasi wisata.

“Ditahun 2018 ini, kita melihat ada tiga potensi pariwisata baru di Kota Padangpanjang, yang akan dikelola oleh masyarakat setempat. Tiga lokasi tersebut adalah Aia Hilang di daerah Gantiang, wisata Taman Bunga di  Koto Katiak dan Panorama Puncak Angin di Bukit Berbunga, Silaiang Bawah,” papar Dalius saat mengunjungi salah satu proyeksi lokasi wisata di Panorama Puncak Angin, Senin (22/1).

Dalius menambahkan, tahun 2018 ini Dinas Pariwisata mempunyai visi terwujudnya Padangpanjang sebagai tujuan wisata yang berdaya saing. Dengan mengembangkan destinasi pariwisata yang ada di Kota Padangpanjang untuk meningkatkan volume pengunjung domestik ataupun mancanegara. 

“Untuk menambah volume wisatawan ke Kota Padangpanjang, kita akan membuat pagelaran acara atau event bulanan, dengan tujuan selain menambah kunjungan wisata, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” tambah Dalius.

Lebih lanjut Dalius mengatakan, Dinas Pariwisata juga telah memberikan pembekalan terhadap 30 orang pemuda yang akan bekerja sebagai pemandu wisata. Dengan harapan wisata yang ada di Kota Padangpanjang, bisa lebih dikenal kalayak luas.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga akan membentuk Persatuan Hotel dan Restorant (PHR) pada Februari nanti, dengan tujuan agar wisatawan lebih nyaman menginap di Kota Padangpanjang, sesuai ketentuan harga hotel dan makanan yang sudah ditetapkan serta pelayanan yang baik.

“Kota Padangpanjang adalah Kota ketiga membentuk PHR di Sumatera Barat, setelah Padang dan Bukittinggi. Namun, untuk Kota Padangpanjang PHR dibawah naungan Dinas Pariwisata sendiri,” pungkasnya. (Delma)

Ribuan Umat Islam Tak Kuasa Menahan Air Mata Sambut Ustad Zulkifli Sampai di Payakumbuh

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018



Payakumbuh - Ustad Zulkifli ” Akhir Zaman” Muhammad Ali dan rombongan Penjemputan dari Kota Payakumbuh yang dipimpin langsung Pimpinan MMC Sumbar, Ustad M. Siddieg sampai di Payakumbuh, Senin (22/1) sore sekitar pukul 15.00 Wib. Dari batas kota Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota, rombongan mobil yang mencapai 60 unit tersebut berarak-arakan menuju Pusat Kota Payakumbuh. Disepanjang jalan, rombongan para ” Pembela Ulama” yang mendapat pengawalan dari Unit Satlantas tersebut disambut dengan takbir oleh warga.

Ustad Zulkifli yang berada di mobil kedua dalam rombongan, menyapa dengan salam warga yang melintas. Sampai di depan Mesjid Ansharullah Pusat Kota Payakumbuh, rombongan belok kiri menuju Kantor Balaikota Baru di Eks. Lapangan Sepakbola Kapten Tantawi Kelurahan Bunian Kecamatan Payakumbuh Barat. Di lokasi tersebut Panitia dan ribuan umat Islam dari berbagai daerah telah menunggu Ustad Zulkifli dan Tokoh Muslim Minangkabau yang akan memberikan ceramah dalam Tablig Akbar serta Orasi.

” Alhamdulillah perjalanan kita menjemput Ustad Zulkifli berjalan baik. Tadi kita memasuki Kota Payakumbuh sekitar pukul 15.00 Wib. Mudah-mudahan kehadiran kita semua disini menjadi saksi di akhirat nantinya, bahwa kita mencintai ulama. Kita selalu bersama ulama, dan kita cinta ulama," ungkap Siddieg dalam sambutannya.

Ustad Irfianda Abidin, salah seorang tokoh ulama Sumatera Barat yang juga ketua Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM) dalam sambutannya, mengatakan, kita di Sumatera Barat sangat mencintai ulama. “Apa yang dijalani beliau adalah ujian dari Allah. Ini peningkatan iman kita di Minangkabau. Mari kita jaga terus NKRI," ujarnya.

Sementara Ustad Doni Mushab dalam orasinya mengatakan bahwa, kita adalah Umat Islam yang cinta dengan ulama. Kita sedih dengan kasus yang dialami ustad Zulkifli.

” Kita adalah umat yang cinta Ulama, kita senang dengan telah pulangnya Ustad Zulkifli," simpulnya.

Hal senada juga diutarakan Ustad Edi Kusmana, pria yang mendampingi Ustad Zulkifli memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang ikut membantu dan mendoakan agar Ustad Zulkifli bisa terbebas dari masalah yang tengah menjerat. “ Terima kasih untuk semua Umat Islam Indonesia, sehingga Ustad Zulkifli bisa kembali ke Payakumbuh," imbuhnya.

Sedangkan Ustad Zulkifli dalam caramahnya dihadapan ribuan kaum Muslimin yang hadir, kembali mengigatkan bahwa kita semua tengah berada di akhir zaman. Hal tersebut bisa terlihat dari tanda-tanda yang ada. “ Mohon Umat Muslim jangan pernah berhenti mendoakan para ulama, termasuk saya, ini bukan masalah terkait pribadi saya. Ini adalah masalah harga diri islam. Ketika umat Islam yang mengigatkan semacam muslim ini malah yang terjadi, namun ketika orang-orang yang membenci Islam melakukan penghinaan terhadap Islam, mereka tidak tersentuh hukum. Mari kita bersiap-siap hadapi akhir zaman. Jangan biarkan ulama sendirian, kawal mereka, sebab ulama adalah Jantung Umat Islam," harapnya.

Ia juga mengajak Umat Islam untuk menjaga NKRI dan orang-orang yang berniat menghancurkan negara. Ceramah Ustad Zulkifli, ditutup dengan doa. Ribuan umat yang hadir tak kuasa menahan air mata saat Ustad Zulkifli berdoa untuk keselamatan Umat, Ulama dan Negara Indonesia dari segelintir oang-orang yang berniat menghancurkan Indonesia. (BD)

Satu Dari Pelaku Curas Bersenjata Api Berhasil Diringkus Polres Padangpanjang

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018

Brigadir Fakhrial saat mengamankan tersangka DMZ alias Andi


Padangpanjang -- Jajaran Polres Padangpanjang melalui tim Opsnal berhasil menangkap salah satu dari Komplotan kasus Pancurian dengan Kekerasan (Curas) yang dilakukan pada tahun 2016 lalu. Komplotan ini tergolong sadis dalam setiap melakukan aksinya dengan menggunakan Senjata Api (Senpi).

Kapolres Padangpanjang, AKBP. Cepi Noval, SiK, melalui Kasat Reskrim AKP. Julianson, SH, yang didampingi Kaur Bin Ops IPTU. TJP Damanik, mengatakan, tersangka curas yang ditangkap ini merupaka target operasi (TO) dan berdasarkan dari Laporan No. 184/K/VIII/22 agus 2016/UNIT SPKAT 1 Polres Padangpanjang. Dengan melanggar pasal 365.

"Tersangka utama yang berhasil kita tangkap merupakan TO yang talah keluar masuk penjara karena kasus curas yang dilakukannya, berdasarkan informasi hasil dari pengembangan dilapangan satu dari lima tersangka yang berhasil ditangkap Dmz Alias Andi (35)," jelas Damanik di ruang kerjanya, Senin (22/1).

Tambah Damanik, sebelumnya Andi merupakan tahanan polres Bukittinggi dengan kasus pencurian mobil beberapa waktu lalu dan telah menjalankan hukuman selama satu setengah tahun di lapas Bukittinggi, karena pelaku juga pernah melakukan curas di wilayah hukum Polres Padangpanjang, maka usai keluar dari lembaga permasyarakatan Bukittinggi beberapa hari lalu Andi langsung kita tangkap kembali untuk di proses di Polres Padangpanjang.

"Setelah kita menerima informasi bahwasannya terlapor Andi bebas dari rutan bukittinggi, maka tim opsnal Polres Padangpanjang langsung bergerak dan menagkap Andi. Dan setelah dilakukan intrograsi, kita berhasil mengantongi 5 nama rekan Andi dalam melancarkan aksi kejahatannya, dan saat ini kelima nama itu masih kita lakukan pengejaran, lima nama tersebut Ujk (40), Wwg (40), Rni (40), Krn (40), Byg  (39)," tambah Damanik.

Tim Opsnal saat menagkap tersangka DMZ alias Andi usai bebas dari Rutan Bukittinggi 


Damanik juga menjelaskan, pelaku Andi dan komplotannya telah melakukan curas di daerah Bintungan Panyalain, Batang Harau, Solok Batuang dan Sigando, pada tahun 2016 lalu. Dan dari hasil olah TKP jajaran polres Padangpanjang berhasil menyita Barang Bukti (BB) kajahatan komplotan tersebut di dua TKP.

"Dari empat lokasi kejahatan Andi hanya mengakui dua tempat yang dilakukannya sementara dua tempat lainnya Andi mengaku tidak ikut serta melakukan Ciras bersama rekan-rekannya. Dari hasil pengembangan polisi berhasil mengamankan BB dari TKP Bintungan, 2 cincin emas, 3 gelang 10 emas, 1 laptop thosiba, uang tunai 11 juta, 6 hp merk samsung, 2 hp blac beri, 2 hp nokia batang, 1 jam tangan, 2 tv, dan 1 kamera nikon dengan total kerugian 67 juta. Dan dari TKO Sigando berhasil di sita BB berupa uang tunai 900 ribu, anting emas setengah gram, 2 tablet, 2 hp samsung, 1 ho maktron, 1 handycam sonni dan 1 kemeja kotak hitam dengan total kerugian 5 juta rupiah." Terang Damanik.

Tersangka DMZ alias Andi


Sementara itu Andi saat di wawancarai pasbana.com, membenarkan aksi kejahatan yang dilancarkan bersama ke lima rekanya tersebut memang sudah di rencanakan dengan matang.

"Sebelum kita melakukan Curas lebih dulu kita menggambar rumah calon korban yang memang sudah kita kenal sebelumnya, dari situlah saya memanggil kelima rekan lainnya untuk ikut melancarkan aksi kejahatan ini, dan setelah berhasil, lalu barang hasil kejahatan dijual dan hasilnya dibagi rata," ujar Andi yang profesi kesehariannya sebagai sopir angkot jurusan Padangpanjang -Bukittinggi.

Saat ini Andi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendekam kembali di ruang tahanan Polres Padangpanjang untuk menunggu proses selanjutnya. Dihadapan media ini, Andi mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya dan berjanji tidak akan mengulangi kejahatannya kembali. (Put)

Sindikat Pembuat Dan Pengguna Ijazah Palsu Berhasil Dibongkar Polres Tanah Datar

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018



TANAH DATAR - Polres Tanah Datar berhasil mengungkap sindikat pengguna dan pembuat ijazah palsu. Berawal dari informasi pada hari Senin tanggal 18 Desember 2017 yang lalu bertempat di kampus IAIN Batusangkar, Sumatera Barat (Sumbar).

Polres Tanah Datar mendapat informasi bahwa adanya seorang mahasiswa inisial MY yang merupakan salah seorang oknum wartawan di Tanah Datar, mengunakan Ijazah yang diduga bodong, untuk menimba ilmu pada program Pasca Sarjana (S2) Hukum Ekonomi Syariah.

Dalam pers rilisnya, Kapolres AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH Senin, (22/1/2018) di Mako Polres Tanah Datar, mengatakan, bahwa MY, untuk bisa mendaftar dan kuliah S2 di IAIN Batusangkar diduga mengunakan ijazah palsu S1 Fakultas Hukum dari Universitas Bung Hatta.

"Setelah dilakukan penyidikan perkara ijazah diduga palsu tersebut, maka kuat dugaan MY telah mengunakan ijazah palsu untuk bisa kuliah S2. Dan akhirnya tersangka MY mengakui ijazah strata satu Ilmu Hukum Universitas Bung Hatta Padang yang disandangnya adalah palsu," sampai Kapolres.

Tak sampai di sana, ungkap Kapolres, pihaknya terus melakukan pengembangan hingga terungkap bahwa ijazah tersebut dibeli MY dari salah seorang wanita inisial FT senilai Rp 12.000.000 (dua belas juta rupiah).

"Mendapat informasi dari tersangka MY kita lalu melakukan pengejaran, Satuan Reskrim dibantu anggota lainnya langsung menangkap FT. Dan dari informasi FT muncul nama insial DK yang merupakan pembuat ijazah palsu tersebut," ungkap Bayuaji.

Tambah Kapolres, bahwa dari keterangan FT maka DK akhirnya dapat mereka ciduk di daerah Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
"Dari tangan DK, kita menemukan barang bukti berupa : 1 (satu) unit CPU komputer yang berisi data-data ijazah palsu yang telah dibuat oleh DK, sebanyak + 77 ijazah. 1 (satu) unit printer merk Canon yang digunakan untuk mencetak ijazah palsu. Sebanyak 29 (dua puluh sembilan) lembar blangko transkrip nilai dari Universitas Bung Hatta (UBH) Padang. 96 (sembilan puluh enam) lembar blangko transkrip nilai STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer ) Padang. 78 (tujuh puluh delapan) lembar blangko ijazah UBH warna kuning dan 34 (tiga puluh empat) lembar blangko ijazah UBH Padang warna putih," ujar Kapolres.

"Terhadap tiga tersangka tersebut, telah dilakukan penahanan. Tersangka akan dikenakan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional," tutup Kapolres. (Put/ Romeo Amoi)

Wawako Erwin Yunaz Apresiasi Kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar di Payakumbuh

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018



Payakumbuh - Tingginya animo masyarakat Payakumbuh terhadap lembaga pendidikan Islam menjadikan Sekolah Islam Al-Azhar Payakumbuh sangat dinanti kehadirannya, ungkap Romi Irwanto selaku Ketua Yayasan Bina Potensi Insani Payakumbuh dalam acara studi kelayakan Sekolah Islam Al-Azhar Payakumbuh, Senin (22/1) di Payakumbuh.

Ditambahkannya, Yayasan Bina Potensi Insani mengucap syukur atas kelancaran kegiatan hari ini. Kami mengharapkan masyarakat Kota Payakumbuh menerima baik kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar. ”Semoga kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar menambah kepercayaan dan minat masyarakat Payakumbuh terhadap perkembangan Pendidikan Islam di Payakumbuh.

“Untuk tahun ajaran ini, awal Februari 2018 kita sudah mulai melakukan penerimaan siswa baru untuk tingkat Taman Kanak-Kanak Islam (TKI) dan Sekolah Dasar Islam (SDI)," pungkasnya.

Sementara itu dalam studi kelayakan Sekolah Islam Al-Azhar ini juga dihadiri Erwin Yunaz selaku Wakil Walikota Payakumbuh, mengatakan, kami Pemerintah kota Payakumbuh mendukung kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar Payakumbuh, saat ini kita juga fokus terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Lebih lanjut disampaikan Wakil Walikota, dunia pendidikan kota Payakumbuh sudah berprestasi secara nasional. Diharapkan kehadiran sekolah Islam Al-Azhar menambah deretan prestasi dunia pendidikan Kota Payakumbuh. “Kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar diharapkan memberi warna baru dan kesuksesan dalam dunia pendidikan Kota Payakumbuh dan melahirkan calon pemimpin bangsa yang berakhlakul kharimah," harap Erwin Yunaz.

Hal senada juga diutarakan Novi Irwan Nahar Pembina Yayasan Bina Potensi Insani, mengungkapkan, pengembangan Sekolah Islam Al-azhar di Payakumbuh merupakan bentuk menjaga dan menyalurkan nilai juang dan pemikiran dakwah buya Hamka di Sumatera Barat.

Sementara itu Ahmad Deski, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Bina Potensi Insani menuturkan, kebutuhan masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota terhadap sekolah Islam sangat tinggi. ”Kehadiran Sekolah Islam Al-Azhar sangat strategis. Karena menjawab kebutuhan masyarakat," tutur Ketua STAIDA Payakumbuh ini.

TIM pengawas Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar Jakarta Damarahmad S. Budi menuturkan, Sekolah Islam Al-Azhar memiliki keunggulan lokal dan diharapkan Sekolah Islam Al-Azhar Payakumbuh segera memiliki keunggulan tersebut, seperti bela dir, tahfiz dan keunggulan lainnya.

Sementara itu, tim pengawas lainnya, Baharuddin menyampaikan kehadiran Al-Azhar di Payakumbuh diharapkan bisa menjadi percontohan untuk Al-Azhar di Seluruh Indonesia nantinya. Kemudian bisa berkembang di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat, harapnya. (BD)

Dua Orang Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Tim Operasional Satnarkoba Polresta Payakumbuh

Diposkan oleh On Monday, January 22, 2018



Payakumbuh - Polres kota Payakumbuh melalui tim Operasional Satnarkoba berhasil menangkap dua orang tersangka pelaku yang diduga sebagai bandar pengedar Narkoba jenis sabu-sabu. Mereka berdua di tangkap di Perumahan Mutiara Ngalau kelurahan Balai Panjang kecamatan Payakumbuh Selatan, Sabtu (20/1).

Penangkapan terhadap tersangka Riko Pernandes panggilan Riko (32) yang mengaku berprofesi sebagai pedagang buah-buahan itu dilakukan setelah tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin langsung KBO Satresnarkoba, Iptu. Suhendra dan Kanit Narkoba, Aiptu. Ardiyanto melakukan pengintaian terhadap gerak-gerik tersangka Riko.

Selain mengintai gerak-gerik pria yang memiliki tato dikedua tangannya itu, Tim Opsnal yang pernah ” mengobrak-abrik” sarang Narkoba di Barulak Kabupaten Tanah Datar itu juga memantau tempat tinggal tersangka di Perumahan yang tak jauh dari Jalan Raya Payakumbuh-Bukitinggi itu.

Awalnya, Satnarkoba Polres Payakumbuh mendapat informasi dari masyarakat bahwa dilokasi tersebut sering digunakan sebagai transaksi narkoba. Tim Operasional Satnarkoba pun langsung melakukan penyelidikan dilokasi itu.

Dari pengintaian yang dilakukan selama beberapa hari itu, Tim Opsnal dan BNNK akhirnya melakukan penggerebekan pada Sabtu (20/1) sekitar pukul 00.30 Wib. Karena tidak menduga akan digrebek, tersangka yang diduga akan pesta Narkoba jenis sabu-sabu bersama seorang tersangka lainnya itu berusaha kabur dan membuang barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu.

Namun upaya yang dilakukan keduanya kalah cepat, ia akhirnya berhasil dibekuk/ditangkap. Selain mengamankan tersangka Riko serta tersangka Zaki Mubarak panggilan Riki (26) warga Jalan Ahmad Rifai Kota Padang Panjang itu, Tim Opsnal juga berhasil mengamankan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu dan turut diamankan sebagai alat bukti (BB) Satu set bong lengkap dengan pirek, 2 unit Hp serta 1 alat timbangan digital.

” Kedua tersangka kita bekuk setelah sebelumnya anggota Opsnal melakukan pengintaian sejak beberapa hari terakhir. Mereka dibekuk di Perumahan Mutiara saat diduga hendak mengkonsumsi sabu-sabu. Hingga kini kita masih memburu pemasok barang kepada tersangka," sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Kuswoto didampingi Kasat Resnarkoba, AKP. E. Piliang, Kasubag Humas, Iptu. Hendri Has, Paur Humas, Aiptu. Hendri Ahadi, KBO Satresnarkoba, Iptu. Suhendra serta sejumlah Perwira lainnya.

Iptu Suhendra juga menambahkan, saat penggeledahan, Tim Opsnal juga didampingi pemuda dan aparat Kelurahan/RTsetempat.

” Tersangka yang merupakan Residivis ini telah lama kita intai. Hingga kita lakukan penggerebekan. Untuk proses peyidikan dan penggembangan kasus lebih lanjut, Sekarang Kedua tersangka ditahan di Polres kota Payakumbuh,” pungkasnya. (BD)

HUKRIM

Lowongan Kerja

OPINI KITA

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN