Follow & Like It !

IKLAN

Dunia Sekolah

Mendes PDTT hadiri HAUL KH. Abdurrahman Wahid

On Monday, December 17, 2018



Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri kegiatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (17/12). Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut ia mengaku kagum dengan sosok Gus Dur.

"Gus Dur bapak bangsa. Gus Dur adalah orang yang peduli terhadap pluralisme, anti diskriminasi, mengangkat sisi kemanusiaan," ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Menteri Eko mengatakan, ajaran dan semangat pluralisme yang diajarkan Gus Dur masih sangat relevan diterapkan untuk mencapai prestasi tersebut. Bahkan menurutnya, ajaran Gus Dur tersebut adalah kunci bagi keberhasilan peningkatan kesejahteraan dan ekonomi Indonesia. 

"Karena kunci dari keberhasilan  Indonesia untuk menjadi negara maju seperti yang diprediksi survei dari negara lain adalah menjaga kesatuan dan persatuan. Nah Gus Dur, yang diajarkan dengan nilai-nilai pluralisme itu penting," ujarnya.

Sebelumnya, terkait upaya mencapai prestasi Indonesia menjadi negara dengan ekonomi nomor 4 dunia tersebut ia mengatakan, harus diimbangi dengan pengurangan angka kemiskinan. Salah satu upaya mengantisipasi hal tersebut, adalah melalui program dana desa.

"Kalau kita tidak perhatian desa, maka akan terjadi kesenjangan. Ini akan menimbulkan gejolak sosial. Maka prediksi pengamat yang mengatakan Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4 dunia tidak akan tercapai," ujarnya.

Adapun total dana desa sejak tahun 2015-2018 yang disalurkan sebesar Rp 187 Triliun. Dana desa yang disalurkan setiap tahun meningkat, yakni tahun 2015 sebesar Rp 20 Triliun; tahun 2016 Rp 46,9 Triliun; tahun 2017 Rp 60 Triliun; tahun 2018 Rp 60 Triliun. Tahun depan, dana desa kembali meningkat yakni Rp 70 Triliun.

"Kalau untuk penyerapan dana desa (tahun 2018) tahap satu, tahap dua sudah 100 persen. Kalau tahap ke tiga, penyaluran ke kabupaten sudah seratus persen. Sampai desa baru sekitar 80-an persen," ungkapnya.(*)

TP PKK Nagan Raya Studi Komparatif Ke Agam

On Monday, December 17, 2018


Agam - Tim Pengerak-Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Agam menerima kunjungan studi komparatif  TP PKK Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Kedatangan TP PKK Kabupaten Nagan Raya ini disambut langsung oleh Ny. Vita Indra Catri selaku Ketua Tim Pembina PKK Kabupaten Agam yang didampingi Ny. Eva Martias Wanto dan Hj. Mufidati, Ketua TP PKK Nagari Lambah di Kantor Nagari Lambah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. (17/12).

Hadir dalam acara studi komparatif kegiatan PKK tersebut diantaranya, Hidayattul Taufik, Camat Ampek Angkek, Amril Hasan, Walinagari Lambah, TP PKK Kecamatan. Ampek Angkek, TP PKK Kecamatan Baso dan TP PKK Kecamatan Kamang Magek. 

Dalam sambutannya Ny. Vita Indra Catri, Ketua TP. PKK Kab. Agam menyampaikan, "Suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan saudara-saudara kita dari TP PKK Kab. Nagan Raya, Provinsi Aceh di Nagari Lambah, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam. Kunjungan ini selain menjalin silaturahmi juga dapat saling berbagi pengalaman tentang berbagai macam kegiatan yang pernah dilakukan oleh ibu-ibu PKK Kab. Agam dengan ibu-ibu PKK Kab. Nagan Raya."


Intinya lanjut Vita, kami berbagi pengalaman tentang 10 Program Pokok PKK yang pernah dilakukan di TP PKK Kab. Agam. Penerapannya kegiatan PKK sebenarnya ikut mensukseskan beberapa program Bupati Agam melalui TP PKK seperti, Magrib Mengaji, Agam menyemai, ikhlas berzakat, gemar membaca menulis dan nagari madani. Semuanya itu menurut Vita, dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, peningkatan kesehatan dan peningkatan ekonomi rumah tangga.

Sementara itu Hj. Zaidar Lubis, Sekretaris TP PKK Kab. Nagan Raya, Aceh mengatakan, "Sebagai Kabupaten baru yang berdiri berdasarkan UU No. 4 Tahun 2002 adalah pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat perlu banyak belajar dari daerah lain termasuk di Kab. Agam ini. Kedepannya tidak menutup kemungkinan kami mengadopsi beberapa kegiatan PKK Agam khususnya TP PKK Nagari Lambah di Kabupaten Nagan Raya."


Selain itu menurut Zaidar, TP PKK Kab. Nagan Raya juga ikut mendorong kerja Bupati Nagan Raya. Implementasinya dengan memperkuat agama untuk menjaga budaya. Kegiatan yang pernah dilakukan TP PKK Nagan Raya diantaranya wirid atau pengajian bersama serta sholat subuh berjamaah di setiap kecamatan dan desa.( Rizky Rajo )

Ruang Baca Rimba Bulan  Meriah Oleh Pertunjukan Penyair Dan Penyanyi Dari Singapura

On Monday, December 17, 2018


PADANG PANJANG – Penyair dan penyanyi Singapura, Ratna Sam dan Sam Sumadi berkunjung ke Ruang Baca Rimba Bulan, Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Ahad (16/12/2018).

Kunjungan penyair dan penyanyi Singapura itu bersama Sastri Bakry (Penulis, Penyanyi, Penyair dan Widyaiswara Ahli Utama BPSDN Kemendagri RI).

Selain itu berkunjung juga rombongan pelajar SMK Negeri 1 Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Panjang, dan aktivis Pemuda Malaysia, Encik Hanafi Jamaluddin.

“Ini kunjungan perdana rombongan dari luar negeri dan dalam negeri dengan jumlah banyak,” ujar Alvin Nur Akbar, Relawan Forum Pegiat Literasi (FPL) Kota Padang Panjang yang mengelola Ruang Baca Rimba Bulan.

Karena kunjungan itu istimewa, ungkap Alvin, Ruang Baca Rimba Bulan membuat acara khusus bertajuk “Baca Puisi dan Ngopi”.

Pada kesempatan tersebut, penyair dan penyanyi Singapura, Ratna Sam dan Sam Sumadi yang juga suami istri itu menyumbangkan lagu dan puisi. Sementara Sastri Bakry diiringi musik Rifky Satria Jamal dari Sumbar Talenta duet bernyanyi dan membaca puisi berjudul “Keberanian Tanpa Rasa Takut” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

“Ruang Baca Rimba Bulan tempatnya sederhana tetapi menarik dan artistik,” ujar Sastri Bakry yang mewakafkan sejumlah buku untuk menambah koleksi Ruang Baca Rimba Bulan.


Sementara guru SMK Negeri 1 Lintau Buo Tanah Datar, Ismy Sri Novita, menyampaikan terima kasih atas sambutan Ruang Baca Rimba Bulan yang memberi kesempatan kepada siswa binaannya berkunjung serta berdiskusi dengan penyair Singapura.
“Ini pengalaman yang berkesan bagi siswa kami dan Ruang Baca Rimba Bulan sangat menginspirasi,” ujar Ismy.
Aktivis Pemuda Negeri Jiran Malaysia, Encik Hanafi Jamaluddin, juga berbagi motivasi kepada Relawan FPL tentang kerja kerelawanan (volunteer) yang menurutnya membutuhkan tenaga ekstra dan keikhlasan.
“Pilihan yang teman-teman ambil ini tepat, sebab menjadi relawan Anda sedang mempersiapkan proses menjadi pemimpin yang ilmunya jarang didapat di bangku sekolah,” kata Encik Hanafi yang sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Padang Panjang menelusuri jejak Sastrawan dan Ulama Buya Hamka.
Dia berjanji di masa mendatang akan membawa rombongan pelajar dan mahasiswa Negeri Jiran Malaysia untuk menyinggahi Ruang Baca Rimba Bulan. 
“Sepertinya Ruang Baca Rimba Bulan di masa mendatang menjadi destinasi edukasi yang menarik,” ujarnya.
Koordinator Forum Pegiat Literasi (FPL) Kota Padang Panjang, Muhammad Subhan, mengatakan, Ruang Baca Rimba Bulan digagas FPL Padang Panjang sebagai Taman Bacaan Masyarakat “rintisan” yang diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan literasi masyarakat di Kota Padang Panjang.
“Di Padang Panjang mulai banyak tumbuh TBM, dan ini iklim literasi yang bagus. Ruang Baca Rimba Bulan hadir mewarnai gerakan literasi di Kota Literasi ini,” kata penerima Pin Emas dari Pemerintah Kota Padang Panjang sebagai Pegiat Literasi tahun 2018 dan penerima Anugerah Literasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2017. (Ril)

  Tabrakan Sepeda Motor, Satu Warga Meninggal Dunia

On Monday, December 17, 2018



Pasaman - Minggu tanggal 16 Desember 2018 sekira pukul 15.30 WIB, adalah hari yang naas bagi ED. Dia meninggal dunia karena menderita luka robek pada kepala belakang, patah tangan kanan, keluar darah dari hidung.

Derita ini ia alami karena sepeda motor merk Honda Vario No.Pol. BA-5535-DC miliknya di tabrak dari belakang oleh sepeda motor merek Honda Vario No.Pol. BA-3364-QH yang dikendarai YM di jalan umum Pakan Salasa Jorong Koto Tuo Kenagarian Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman, (16/12).

AKP. Angga Putra selaku Kasat Lantas Polres Pasaman membenarkan kecalakan tersebut, kronologis kejadian ini saat kenderaan ED datang dari arah Kumpulan menuju Alahan Mati, saat melewati jalan di tempat kejadian kendaraan ED belok ke kanan sehingga tertabrak oleh kendaraan sepeda YM.

Selanjutnya sepeda motor ED rebah dan terseret serta terhempas ke jalan. Semetara sepeda motor yang dikendarai oleh YM keluar jalan sebelah kanan dan menghantam salah satu teras rumah penduduk, sebut Kasat Lantas.

"ED adalah laki-laki berusia 54 tahun yang beralamat di Ujuang Rajang Jorong Tabiang Kengarian Koto Kaciak Kecamatan Bonjol. Akibat kecelakaan ini ia tidak sadar, kemudian dibawa ke Puskesmas Bonjol untuk mendapatkan pertolongan pertama, hingga ED harus dirujuk ke RSUD Lubuksikaping, namun naas nyawa Ed tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia," sebut Angga.

Sementara YM (15) adalah pelajar yang tinggal di Jorong Pasar Alahan Mati Kenagarian Alahan Mati Kecamatan Simpang Alahan Mati. Akibat kejian ini ia menderita  luka dan memar pada betis dan lutut kiri, robek pada pelipis mata kiri, luka lecet pada bahu, dibawa berobat ke tempat praktek bidan, katanya. (Gani)

Pembukaan Dies Natalis ke 53 Tahun ISI Padangpanjang Berlangsung Meriah

On Sunday, December 16, 2018



Padangpanjang - Pembukaan Dies Natalis Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang ke 53 tahun berlangsung meriah, Minggu (16/12). Acara yang dimulai dengan Subuh Mubharokah, Jalan Sehat dan dilanjutkan pembukaan secara resmi oleh Walikota Padangpanjang, diikuti ratusan peserta.

Ketua Panitia Dies Natalis ISI Padangpanjang Dr. Rasmida pada pembukaan kegiatan menyampaikan, rangkaian Dies Natalis ISI Padangpanjang yang dilaksanakan dari Minggu hingga Rabu mendatang, akan diisi dengan berbagai kegaiatan penampilan seni bertemakan Sinergitas Kesenian dan Kebudayaan dalam Membangun Bangsa.

“Kegiatan pada tahun ini, memang cukup berbeda dengan kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya. Selain merangkum kegiatan dari seluruh jurusan, juga menampikan kreatifitas dosen dan mahasiswa dari seluruh jurusan,” kata Rasmida.

Walikota Padangpanjang Fadly Amran pada kegiatan Subuh Mubharakah menyampaikan, sangat mendukung kegiatan ini yang dapat menyehatkan rohani dan jasmani. Program ini juga merupakan kegiatan yang saling mengingatkan antara pemimpin dan yang dipimpin.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini, kita akan tekadkan ini akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga dari SKPD terkait," ujar Fadly.

Fadly menambahkan kegiatan tersebut juga berguna untuk membekali anak-anak kita ke hal yang positif, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik generasi penerus.

Rektor ISI Padangpanjang Prof. DR. Novesar Jamarun mengatakan, beragam budaya ada dimasa sekarang ini, yang dapat mengakibatkan generasi penerus terjerumus kedalam hal yang demikian. Melalui Shubuh Mubaraqah, menjadi tujuan utama dalam memperbaiki dan mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih baik.

"Tetap mengikuti budaya yang ada tetapi tidak luput dari Syariat Islam," ujarnya.

Novesar Jamarun juga mengatakan, untuk konsep Sinergitas Seni dan Budaya dalam Membangun Bangsa yang diusungkan dalam tema peringatan Dies Natalis ISI Padangpanjang ke 53, merupakan semangat dari seluruh civitas ISI Padangpanjang dalam mengembangkan pendidikan seni bagi generasi bangsa.

“Alhamdulilah, setahap demi setahap, kita terus berlari kencang menjadikan ISI Padangpanjang sebagai lembaga pendidikan tinggi seni terkemuka di Indonesia, dimana untuk tahun 2018 ini, ISI Padangpanjang telah menempati posisi 83 PTN favorit dari ribuan perguruan tinggi yang ada,” kata Novesar Jamarun.

Pada peringatan Dies Natalis ke 53 tahun, ada beberapa kado istimewa untuk ISI Padangpanjang, selain akan dibangunnya gedung galeri pada tahun 2019 mendatang, ISI Padangpanjang juga mendapatkan bantuan 1 unit bus dari Kementrian Perhubungan yang akan diserahkan pada penutupan dies natalis Rabu mendatang.

“Kita juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Padangpanjang yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ini,” pungkas Novesar Jamarun. (Del)

OSIS SMP N 1 Kota Solok Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

On Sunday, December 16, 2018


Solok - Future Leader Training merupakan lembaga professional yang bergerak pada pengembangan sumber daya manusia dan berorientasi untuk mempersiapkan pemimpin masa depan bekerjasama dengan OSIS SMP N 1 Kota Solok dalam Latihan Dasar Kepemimpinan pada 10 – 12 Desember 2018.  LDK yang diadakan 3 hari berturut-turut ini diikuti oleh 100 siswa dari SMP N 1 Kota Solok.

Future Leader Training yang sudah berpengalaman sejak tahun 2016 ini menghadirkan trainer muda expert serta mengemas materi pelatihan dengan cara menarik dan ringan, sehingga mudah diserap dan dimengerti oleh siswa SMP.  

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat satu arah. Tapi pada saat pemberian materi, seluruh siswa dibuat aktif sehingga tidak akan terjadi peserta yang hanya duduk diam dalam mendengarkan. Materi yang diberikan, langsung dilengkapi dengan simulasi, sehingga membuat siswa langsung mengaplikasikan konten dari materi tersebut.

SMP N 1 Kota Solok menjadi sekolah ke 72 yang diberikan training oleh Future Leader Training dalam Latihan Dasar Kepemimpinan diberbagai kota di Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang 2 hari berlangsung di SMP N 1 Kota Solok dan hari ke 3 di Lembah Harau ini, dihadiri langsung oleh CEO Future Leader Training yaitu Ferdy Novri, S.Si. MM yang sudah berpengalaman dalam pembinaan organisasi baik organisasi kesiswaan maupun kemahasiswaan. Guru-guru SMP N 1 Kota Solok yang kompak dan bersahabat, menambah keceriaan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan ini.



Future Leader Training tidak hanya memberikan materi indoor, tetapi juga materi outdoor yang dikemas dalam outbond. Tentunya setiap materi yang diberikan memuat nilai-nilai yang berfungsi untuk memperkuat karakter siswa. LDK ini mendapatkan banyak apresiasi baik dari siswa maupun guru SMP N 1 Kota Solok. Ibu Hj. Yuldarmi, S.Pd selaku Kepala SMP N 1 Kota Solok berharap agar Future Leader terus tumbuh dan berkembang membersamai generasi calon pemimpin masa depan dimana pun berada. 

Elen Triana, M.Pd selaku Pembina OSIS SMP N 1 Kota Solok juga menambahkan, bahwa LDK merupakan kegiatan yang sangat positif untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, serta latihan mental bagi siswa sebagai bekal untuk organisasi. 

"Siswa sangat terkesan sekali dengan kegiatan ini, sehingga walau hanya dalam waktu 3 hari saja sudah sangat membekas pada diri mereka semua. Hal ini terlihat pada semangat dan kekompakan mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini selalu dikelola dengan baik sehingga bisa membangun jiwa para pelajar muda untuk menjadi lebih baik," ujarnya Elen. 



Lembah Harau menjadi destinasi pilihan dalam hari terakhir pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan bersama Future Leader. Jalan-jalan juga dikemas dengan nilai-nilai kepemimpinan tentunya, sehingga membuat siswa  tidak bosan dalam menerima materi yang diberikan. 

“LDK ini sangat asik dan menyenangkan, trainer mudanya semangat dan menginspirasi sehingga membuat kami ingin selalu berprestasi”, ungkap Girlfa yang merupakan Peserta Terbaik LDK OSIS SMP N 1 Kota Solok. “LDK nya satu minggu aja kak, tiga hari tidak terasa”, sambung sekelompok siswa dengan senyum lebarnya. (nal)

BATAN Siap Jaga Kualitas Randang Payakumbuh Hingga Ke Pelosok Dunia

On Sunday, December 16, 2018




Payakumbuh – Payakumbuh City Of Randang (Payakumbuh Kota Randang-red) yang akan dideklarasikan bertepatan pada HUT Kota Payakumbuh ke 48, 17 Desember 2018 mendatang mendapat dukungan penuh dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Teknologi untuk mendukung menjaga kualitas Randang siap dihadirkan oleh BATAN agar seluruh pelosok dunia bisa menikmati kelezatan Randang. 

BATAN sendiri bersedia membantu Pemko Payakumbuh memberikan pengetahuan dan teknologi kepada pelaku usaha Randang di Payakumbuh. Baik itu pengusaha yang memproduksi Randang, pengemas, pegawai pemerintahan, pengumpul dan agen Randang. Termasuk mendidik petani agar hasil bumi yang dihasilkan memiliki kualitas internasional dan memiliki masa panen yang singkat. 

“Kami siap mensupport Pemko Payakumbuh untuk mengaplikasikan Payakumbuh City Of Randang. Teknologi maupun pengetahuan yang diperlukan siap didistribusikan ke sini,” kata Heru Santosa, Kepala Pusat Desiminasi dan Kemitraan BATAN di Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Jumat (14/12).

Keinginan BATAN untuk membantu Pemko Payakumbuh tidak lain karena sangat setuju dengan ide yang dibawa dalam Payakumbuh City Of Randang. Walaupun sudah menjadi makanan terlezat didunia, Randang masih susah didapatkan di negara-negara luar. 

“Saya pernah ke Thailand, Arab Saudi dan beberapa Negara lain. Itu Randang susah didapat alias makanan langka. Ide Payakumbuh City Of Randang ini sangat bagus. Bagaimana Randang bisa hadir di seluruh pelosok dunia. Karena itulah kami siap membantu Pemko Payakumbuh untuk merealisasikan ide ini,” kata Heru. 

Dikatakannya, ada teknologi nuklir yang positif bagi makanan dan hasil pertanian. Ini memakai system sinar X dan tidak ada unsur bahan kimia. Cukup dengan menidurkan senyawa N1 yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, Randang bisa awet tanpa bahan pengawet. 

“Jika N1 itu ditidurkan, bakteri yang bisa membuat makanan atau hasil pertanian itu busuk akan tertidur juga. Ini nantinya akan bermain dengan suhu agar N1 agar meminimalisir bakteri ini muncul kembali. Jadi Randang akan awet tanpa bahan pengawet. Termasuk soal rasa juga tidak akan berubah,” kata Heru. 

Bantuan yang diberikan oleh BATAN ini tidak hanya pada Randang yang telah jadi. Tetapi pada bahan baku yang dimulai dari pembibitan, pemupukan, meningkatan nutrisi tanaman, pengendalian hama tanaman, karantina hingga panen hasil bumi oleh petani. 

“Jadi tidak hanya pada Randang saja, tapi kami juga mengedukasi para petani untuk memperhatikan kualitas pangan ini,” sebutnya. 

Sementara itu Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz mengaku senang dengan bantuan yang diberikan oleh BATAN. Konsep Payakumbuh City Of Randang memang memasukkan Randang kedalam pasar dunia, termasuk membangun jaringan dan relasi pengusaha Randang di setiap Negara di dunia. Jadi, Randang mudah didapat di Negara-negara luar. 

“Terima kasih atas dukungan dan bantuannya. Kami sangat senang dan mengapresiasi niat BATAN ini. Kami memang memiliki mimpi agar Randang hadir di seluruh dunia dan begitu familiar di mata masyarakat Dunia,” kata Wakil Walikota. (BD)

Tungku Tigo Sajarangan Sepakat Jaga Amanah Sumpah Sati Bukik Marapalam

On Sunday, December 16, 2018



Tanah Datar - Sumpah Sati Bukik Marapalam yang melahirkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato Adat Mamakai sebagai identitas masyarakat Minangkabau dikukuhkan kembali di Puncak Pato Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Utara Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (15/12).

Unsur tigo Tungku Sajarangan yaitu ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai serta bundo kanduang di depan unsur masyarakat Minangkabau yang hadir, bersepakat untuk menjaga amanah Sumpah Sati Bukik Marapalam. “Tagak kami indak bakisa, duduak indak baraliah, kok hiduik ka dipakai,  mati kaditumpang, kami pacik arek ganggam taguah, nan tabuhua takabek arek dalam pituah Adat Basandi Syara’, Syara Basandi Kitabullah, Adaik Bapaneh, Syara’ Balinduang, Syara’ Mangato Adaik Mamakai”.

Isi Sumpah Sati Bukik Marapalam dibacakan oleh A. Dt Mangkhudum serta penandatangannya dilakukan unsur ninik mamak yang diwakili Ketua LKAAM Tanah Datar Hafzi Dt. Batuah, unsur alim ulama diwakili Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, unsur Cadiak Pandai diwakili Akademisi Prof. Mestika Zed, unsur Bundo Kanduang diwakili Prof. Rauda Thaib serta disaksikan Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Dr. Yunizal Yunus dari Bakor KAN Sumbar.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Milad ke 50 MUI Sumbar didahului dengan Muzakarah atau Seminar yang mengangkat tema “Menguatkan kembali  Sumpah Sati Bukik Marapalam sebagai Prinsip Hidup Orang Minangkabau. Bertindak selaku narasumber Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa, Ketua Bundo Kanduang Sumbar Prof. Raudha Thaib, Sejarahwan UNP Prof. Mestika Zed, Dr. Yulizar Yunus dan Asbir Dt. Rajo Mangkuto di Hotel Emersia Batusangkar.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya mengungkapkan pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung kegiatan ini. “Berawal dari diskusi sederhana saya dengan Buya Gusrizal tentang ABS-SBK, kegiatan ini untuk menjabarkan nilai-nilai ABS-SBK dan untuk memastikan apakah Sumpah Sati Bukik Marapalam itu benar-benar ada atau hanya cerita saja, mengingat ada berbagai pendapat tentang ini,“ terang bupati.

Lebih lanjut bupati katakan kalau hal ini berlangsung terus dikhawatirkan generasi muda nanti tidak paham tentang ABS-SBK, sejarah tempatnya di mana sumpah sati ini dicetuskan, karena ada yang mengatakan tidak di sana (Pato-red), kemudian tahun berapa terjadinya, dan sebagainya.

“Dalam seminar hal ini bisa kita kupas bersama-sama, kemudian bisa dilahirkan rekomendasi-rekomendasi tentang  sejarah Sumpah Sati Bukik Marapalam, kalau masih ada ragu, silahkan lakukan lagi penelitannya,” saran bupati lagi.

Bupati sampaikan walaupun ada perdebatan tentang kegiatan ini, tetapi ini merupakan niat baik untuk meluruskan sejarah dan mewarisi kepada generasi muda.

Dijelaskan untuk kawasan Puncak Pato, saat ini sedang dilakukan pemugaran dengan anggaran provinsi, kabupaten dan dana nagari. “Dengan harapan tempat tersebut benar-benar menjadi objek wisata sejarah dan sebagai bukti-bukti kebesaran ajaran Islam,” pungkasnya.

Sementara Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan menyikapi perkembangan terakhir masyarakat Sumatera Barat yang merupakan daerah asal Minangkabau, rasa khawatir dan cemas tidaklah cukup.

Kemaksiatan yang menjadi-jadi seperti perzinahan, perbuatan kaum sodom (LGBT), narkoba, perjudian dan lainnya, sudah sepatutnya memaksa masyarakat Minangkabau untuk melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap kondisi dan langkah-langkah masa lalu.

“Muhasabah ini diharapkan bisa menjadi titik tolak lahirnya langkah-langkah ke depan untuk Ranah Minang yang ideal dalam cerminan ABS-SBK, Adat Mangato Syara’ Mamakai, yang selama ini diagung-agungkan,” sampai Buya Gusrizal.

Terkait Sumpah Sati Marapalam, Buya katakan walaupun pakar sejarah tidak sepakat tentang kapan terjadinya peristiwa itu, namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah menjadi bai’at bersama masyarakat Minangkabau dalam mengimplementasikan tuntunan syariat dan menjalankan kehidupan sehari-hari.

Untuk itu sampai Buya perlu diulang-ulang komitmen yang sudah disepakati bersama. “Mengambil petunjuk dakwah dari para Nabi yang membawa ajaran tauhid dari semenjak nabi Adam AS sampai Muhammad SAW, ternyata mengukuhkan nilai-nilai kebaikan yang menjadi prinsip hidup merupakan keharusan,” sebut Buya mengutip ayat Alquran Surat Annisa : 163 dan hadist Rasulullah SAW.

“Mengingat komitmen ini telah goyah, harus kita kuatkan kembali, pilihannya adalah membiarkan atau menguatkan kembali, maka MUI Sumbar memilih menguatkan dan perlu dukungan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kandung, dan pemerintah,” tegas Buya.

Terkait dengan sejarah Sumpah Sati Bukik Marapalam masih ada perbedaan. Menurut Sejarahwan Prof. Mestika Zed, secara metodologi ilmu sejarah konvensial memang belum ditemukan dokumen yang menyatakan peristiwa ini benar-benar terjadi. “Walaupun belum ada dokumen pasti, tapi saya menyakini peristiwa ini benar-benar ada karena ada metodologi sejarah alternatif yang menyebutkan bukan sejarah sebagai teks tetapi sejarah sebagai fakta sosial,” sebut Mestika.

“Telah terbukti ada sintesis adat dan Islam dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, tumbuh, berkembang, dipakai dan mengakar sebagai identitas masyarakat Minagkabau,” tegasnya lagi yang juga mengungkapkan akan terus menggali sejarah ini.

Sementara Asbir Dt Rajo Mangkuto menceritakan memiliki buku yang bertuliskan Arab Melayu tentang sejarah Bukik Sati Marapalam, yang diperoleh saat menjadi walinagari Baso tahun 1958 dan juga dimiliki 4 walinagari lain saat mengikuti suatu acara.

“Peristiwa Sumpah Sati Bukik Marapalam tahun 1403 M, merupakan bentuk peralihan kerajaan Minangkabau menjadi Kesultanan Minangkabau serta menginformasikan agar masyarakat Minangkabau harus waspada tentang perang Salib,” ucap Asbi.

Asbi Dt. Rajo Mangkuto juga mengatakan isi Sumpah Sati Bukik Marapalam terdiri dari 15 pasal 90 ayat di mana pada pasal 15 menyebutkan ada kewajiban untuk menyampaikan isi bai’at ini ke seluruh masyarakat Minangkabau.

Yulizar Yunus menyampaikan tigo tungku sajarangan harus bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan saling mendukung.

“Ninik mamak sebelum mengeluarkan titah ber”mufti” ke ulama terlebih dahulu, ulama menyampaikan fatwanya serta cadiak pandai berfungsi meneliti siapa yang diuntungkan dan dirugikan dengan melihat kearifan alam,” sebutnya.

Sementara Prof. Rauda Thaib menyebutkan peran bundo kanduang harus diberdayakan dalam penguatan ABS-SBK berbasis kaum.

“Bundo kanduang punya peran sangat penting dalam kaum, bundo kandung dalam arti adat adalah sebagai soko mande di kaum harus menjadi sosok terdepan mengimplementasikan ABS-SBK termasuk memperkuat kualitas kaumnya.

“Sampai-sampai bundo kanduang untuk melahirkan seorang pangulu harus dipersiapkan, cara makannya diatur, pakaian apa yang pantas dipakai, dan lainnya,” tuturnya.  

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutan pada kegiatan seminar, menyambut baik memberi apresiasi. “Pemerintah provinisi memberi apresiasi dan mendukung kegiatan penguatan kembali nilai-nilai ABS-SBK,” sampai Irwan.

“Tiap hari kita boleh ber’bait untuk menguatkan semangat, karena pengaruh buruk terus masuk, jadi perlu pemerintah, ulama dan unsur lain perlu bahu membahu,” ucapnya lagi.

Gubernur katakan juga, masyarakat Minangkabau patut bersyukur karena memiliki bingkai hidup ABS-SBK, sementara ada daerah lain, pemerintah daerahnya kesulitan mengatur masyarakatnya ketika adat, budaya atau seni berbenturan dengan ajaran agama Islam. (Hp/Put)

Satpol PP Padang Amankan 15 Wanita dan Belasan Botol Miras

On Sunday, December 16, 2018


PADANG--- Tempat hiburan malam serta kafe karaoke dirazia Satpol PP Padang pada Minggu dini hari (16/12). Dalam operasi tersebut, Kasat Pol PP Yadrison langsung pimpin kegiatan pengawasan Perda terhadap Padang Anti Maksiat. 

Sejumlah tempat hiburan digeledah oleh petugas. Seperti Kafe Ampidos, Diva Karaoke, Kafe Berlian, Denai Cafe, tak helat kafe yang berada di Kecamatan Padang Selatan yang tidak memiliki izin beroperasi ini disangsi tegas. 

Selain itu, sejumlah tempat penjual minuman keras ikut diperiksa seperti  Toko 4F dan Toko ASJ kawasan Pondok Kecamatan Padang Selatan, Sumateta Barat. Dalam pemeriksaan tersebut belasan botol minuman beralkohol disita sebagai barang bukti. 

Operasi yang digelar pada miMing dini hari adalah Komitmen Pemko Padang terhadap Padang Bersih dari Maksiat seperti Zina, miras, Narkotika, Dan LGBT, Terang Yadrison. 

"Setiap waktu kita akan melakukan pengawasan, sehingga apa yang kita harapakan benar- benar tercapai, Kita lakukan patroli secara terus menerus sehingga sesuatu yang melanggar kita tindak", tambah Yadrison. 

"Selain Belasan botol  berisi miras, 15 wanita yang  diduga karyawan Kafe turut diamankan, empat orang di Kafe Berlian dan 11 Orang di Ampidos,  serta satu unit Speker di kafe Denai mereka dibawa ke mako Satpol PP untuk di proses", tutup Yadrison. .(ril)

HUKRIM

Video Moment

LOWONGAN KERJA

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU