Dunia Sekolah

IKLAN

Bunga Tanjung Ikuti Pembekalan Dalam Rakor Karang Taruna

On Saturday, November 17, 2018




Payakumbuh - Rapat koordinasi (Rakor) Karang Taruna Kota Payakumbuh yang dilaksanakan kepada Karang Taruna Kelurahan Kubu Gadang Koto Nan Ompek, walaupun tidak dihadiri Lurah, namun terlihat Ketua Karang Taruna Mardianto dan pengurus karang taruna Bunga Tanjung (Nama Karang Taruna Kelurahan Kubu Gadang-red) lainnya antusias mengikuti kegiatan yang diadakan pada Jum'at (16/11) malam, di kantor Lurah Kubu Gadang. 

Hadir pada kegiatan tersebut, sebanyak 20 orang pengurus didampingi ketua RW, sementara itu Karang Taruna Kota Payakumbuh Sekretaris Novanto Yudhistira didampingi Ketua Koordinator Taruna Anti Narkoba Fahman Rizal, Ketua Bidang Organisasi Yulidarnis, serta pengurus Karang Taruna Kota dan Kecamatan Payakumbuh Barat lainnya hadir dalam acara penuh hikmat ini.

Dalam sambutannya Sekretaris Karang Taruna Kota Payakumbuh Novanto Yudhistira menyampaikan, kegiatan ini adalah yang kesekian kalinya setelah beberapa karang taruna kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh diberikan pembekalan dalam rapat koordinasi, pengurus karang taruna kelurahan diberikan pembekalan dalam menghadapi setiap persoalan seiring berkembang dan bertambahnya permasalahan sosial di masyarakat.

"Jangan pernah berkecil hati dengan minimnya tenaga, namun bersemangatlah masih ada orang yang mau sejalan dengan, apresiasi terbesar dalam berkarang taruna adalah keberadaan, keberadaan kita dihargai ditengah masyarakat," pesan Novanto yang akrab disapa Pak Sek oleh pengurus karang taruna Kota Payakumbuh," ujarnya.

Sementara itu, Fahman Rizal yang membidangi Anti Narkoba dan merangkap sebagai Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh selalu mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada setiap anggota karang taruna kelurahan yang diberikan pembekalan, pasalnya permasalahan Narkoba dan HIV/AIDS tidak lepas dari keterlibatan generasi muda.

"Generasi muda dapat ikut serta sebagai Relawan dalam penanggulangan Narkoba dan HIV/AIDS, baik itu dari karang taruna, komunitas, maupun organisasi masyarakat. Apalagi Payakumbuh menjadi sorotan dari luar, karena Kota yang indah ini sebagai persinggahan yang masyarakatnya sangat wellcoming dengan apapun, sehingga perlu adanya generasi muda yang mampu menjadi jembatan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ancaman bahaya yang datang lewat oknum-oknum tak bertanggung jawab dalam Narkoba dan HIV/AIDS," tutur Fahman.

Dalam kegiatan ini, Ketua Karang Taruna Bunga Tanjung yang baru saja dilantik, Mardianto sangat mengapresiasi perhatian Karang Taruna Kota Payakumbuh dengan diberikannya pembekalan kepada pengurus-pengurus baru karang taruna di Kubu Gadang ini. (BD)

Pergerakan PSI Mutlak Berlandaskan Pancasila

On Saturday, November 17, 2018




Solok - Menanggapi polemik yang berkembang terhadap pernyataan Ketua Umum PSI, Grace Natalie tentang penolakan perda injil dan perda syariah di Indonesia, Ketua DPD PSI Kabupaten Solok Sastra Harianto menegaskan, pergerakan umum PSI khususnya PSI Kabupaten Solok, mutlak berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Jumat (16/11).

Sastra menambahkan, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sedangkan UUD 1945 adalah, hukum dasar dari segala sumber dasar seluruh peraturan perundang undangan di NKRI. Ini artinya Fungsi UUD 1945 menurut hemat Sastra, mengatur bagaimana kekuasaan negara disusun, dibagi dan dilaksanakan. 

Disela-sela kegiatannya sebagai seorang tenaga pengajar, Sastra juga mengatakan, negara kesatuan Republik Indonesia kita ini menggunakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Mempunyai fungsi yang sangat kuat mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam-macam suku, ras dan agama. Selain itu Bhinneka Tunggal Ika juga berfungsi menghambat konflik yang didasari atas kepentingan pribadi atau kelompok, serta mempertahankan persatuan bangsa Indonesia. 

Itu artinya jelas Sastra, sikap PSI Kabupaten Solok jelas tidak ada lagi tawar menawar dan harus tunduk terhadap hukum dasar negara kita untuk menyusun, membagi dan melaksanakan kekuasaan negara.

Lanjut Sastra terkait dengan polemik pernyataan Ketum PSI, konteksnya untuk menjaga toleransi dalam keberagaman, saya rasa itu sah-sah saja, mungkin itu bentuk kekhwatiran beliau dari hal-hal yang terjadi selama ini. Akibat hal tersebut Ketum PSI ini memiliki perhatian yang tinggi, pada akhirnya terlontarlah pernyataan seperti itu. 

Sebagai Ketua DPD PSI Kabupaten Solok tambah Sastra, sebenarnya penerapan perda ini sebenarnya sudah ada dan sudah diberlakukan sebelumnya, untuk merubah dan menghapus perda ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Alangkah sebaiknya kita saling menjaga toleransi dalam keberagaman itu sangat penting.

”Ya tak mungkinlah, ketika suatu wilayah tertentu yang mayoritas penduduknya muslim diterapkan perda Injil, dan begitu juga sebaliknya yang mayoritas penduduknya non muslim diterapkan perda Syariah," ujarnya.

Dalam hal ini Sastra menghimbau kepada masyarakat, sekarang ini adalah tahun politik, jadi alangkah baiknya segala bentuk masalah kita harus jeli dalam menyikapinya, jangan kita sampai terpecah belah oleh segala sesuatu yang sifatnya menjelekkan satu sama lain.

Sebagai ketua DPD PSI Kabupaten Solok, ungkap Sastra, saya tidak akan membiarkan keyakinan saya dipelintir untuk kepentingan politik sesaat oleh orang lain, dan sebaliknya saya juga tegaskan, saya  akan melawan segala bentuk tindak intoleransi yang akan memecah belah setiap kerukunan dan keberagaman yang menyebabkan terpecahnya bangsa ini.

Untuk sekarang, tambah Sastra, saya tetap fokus untuk maju sebagai calon anggota legislatif, saya ingin majukan kampung halaman saya, dan dalam hal ini saya akan tetap dan terus berjuang demi terciptanya masyarakat IX Koto Sungai Lasi yang sejahtera.

"Saya tidak akan pernah mengkhianati diri saya  pribadi, termasuk keyakinan yang saya anut, dan kami dari PSI Kabupaten Solok akan terus berjalan diatas kebenaran sesuai dengan ideologi Pancasila, hukum dasar UUD 1945 dan tetap menjaga keberagaman berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika demi NKRI," tutup Sastra. (Rz)

Mentri Eko akan Koneksikan Dinas Terkait demi Percepatan Pembangunan di Bengkulu

On Friday, November 16, 2018



Bengkulu - Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo kali ini. 

Di Bengkulu, Jumat (16/11) saat menghadiri Festival Pesisir Pantai Panjang, Ekspo Bengkulu, Ekspo Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan promosi Pembangunan Kawasan Perdesaan, Menteri Eko menari bersama seratus musisi pilihan Provinsi Bengkulu. 

Seolah tak menghiraukan teriknya matahari, ia terus menari diiringi lagu daerah yang dinyanyikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, diiringi alat musik tradisional serta modern yang dimainkan sejumlah musisi Bengkulu. Tak hanya Menteri Eko, beberapa pejabat lain yang hadir juga turut berlenggak lenggok mengikuti alunan musik.

Dalam rangkaian perayaan ulang tahun Provinsi Bengkulu ke-50 tersebut, Menteri Eko mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk bekerja sama mengejar ketertinggalan dengan Provinsi maju. Yang mana saat ini, Provinsi Bengkulu masih pada urutan ke-9 ekonomi di Pulau Sumatera. Ia yakin, dalam waktu dekat Bengkulu akan menjadi Provinsi maju.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-50 untuk Bengkulu. Mari kita jadikan momen ke-50 tahun ini sebagai momen untuk mengejar ketertinggalan Bengkulu dengan daerah lain," katanya semangat.



Menurut Menteri Eko, Provinsi Bengkulu memiliki kekayaan alam yang dapat menunjang percepatan pengembangan ekonomi. Terlebih lagi lanjutnya, masyarakat Bengkulu dikenal rajin dan memiliki pemimpin yang berkemauan tinggi membangun Bengkulu.

"Namun masih banyak infrastruktur yang kurang. Untuk itu saya akan bantu Gubernur dan para Bupati untuk bertemu dengan kementerian/lembaga terkait di Jakarta, agar kebutuhan konektivitas dan infrastruktur Bengkulu segera terbangun. Saya juga akan bantu mengkomunikasikan dengan investor untuk membantu pasca panen di Bengkulu," paparnya.

Usai menghadiri Festival Pesisir Pantai Panjang, Pembukaan Ekspo Bengkulu, Ekspo Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan promosi Pembangunan Kawasan Perdesaan, Menteri Eko berkeliling meninjau seluruh stand yang dipamerkan di area Lapangan Sport Center Bengkulu tersebut. Ragam inovasi dipamerkan, mulai dari BUMDes, BUMDes Bersama, ragam produk unggulan dari berbagi daerah, dan sebagainya.(ril/dyko)

BUMNag/BUMDes Sumbar Eksis, kirimkan wakil di BUMDes Expo Bengkulu dan Sumbar Expo di Makasar

On Friday, November 16, 2018



Bengkulu - Sukses BUMDes Expo di Bukittinggi, Sumatera Barat tahun lalu menjadi inspirasi bagi Bengkulu untuk mengulangi pencapaian serupa. Sejak Rabu (16/11) hingga Lima hari ke depan, Bengkulu menjadi tuan rumah BUMDes Expo dan Festival BUMDes Bersama.

Saat membuka BUMDes Expo dan Festival BUMDes Bersama, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo berpesan agar desa benar-benar memanfaatkan Dana Desa untuk pembangunan ekonomi masyarakat.

"Kita berharap, tahun depan Bumdes benar-benar mampu menjadi penggerak percepatan ekonomi masyarakat menuju masyarakat yang mandiri. Tahun depan, fokus utama kita pada ekonomi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Mentri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo sembari menyebutkan tahun ini dan sebelumnya fokus utama pada infrastuktur.

“Kalau infrastruktur sudah selesai, kita beralih ke fokus selanjutnya,” katanya mengingatkan.



Pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat dimaksudkan agar ekonomi terus bergerak, kualitas SDM meningkat, masyarakat semakin sejahtera dan bisa bebas dari kemiskinan. 

Ketua Umum Forum BUMDes Indonesia H. Febby Datuk Bangso yg juga staff khusus Mentri Desa , mengatakan, BUMDes Expo dan Festival BUMDes Bersama merupakan ajang pertemuan, silaturrahmi dan sarana untuk berbagi pengalaman sesama pengelola BUMDes agar bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik, menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan, dan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk sosial benefit kepada masyarakat.

"BUMDes tidak serta-merta mengejar keuntungan dalam bentuk profit oriented, tetapi lebih diutamakan bagaimana bisa memberdayakan dan memberikan keuntungan nyata terhadap masyarakat dan lingkungan dimana Bumdes tersebut berada," kata tokoh muda asal Sumatera Barat yang akrab disapa Datuk Febby tersebut.

Di sisi lain kata Datuk Febby,  BUMDes di Bumi Reflesia kali ini menghadirkan agenda baru yaitu Festival BUMDes Bersama. BUMDes Bersama merupakan BUMDes yang didirikan dari gabungan beberapa desa dalam satu kawasan atau wilayah yang sama. Bergabungnya beberapa desa dalam satu Bumdes lantaran karakter, spesifikasi desa tersebut sama, lalu produk yang dikelola juga sama.

"Daripada saling bersaing satu sama lain, maka lebih baik mereka berkolaborasi dan mengembangkan usaha secara bersama," kata Datuk Febby.

Esensi terpenting adalah bagaimana kita menyambungkan link business antar BUMDes dengan saling mengenal produk.

Pada BUMDes Expo dan Festival BUMDes Bersama kali ini, juga bertepatan dengan Hari Jadi ke 50 Kota Bengkulu.



BUMNag Sumbar diwakili oleh BUMNag Sumpur Kudus Sijunjung, BUMNag Kotobaru Kabupaten Solok, BUMNag Bukik Sakumpua Kabipaten Tanah Datar.

Pada waktu yang bersamaan, tiga BUMNa asal Sumbar lainnya juga tampil pada Sumbar Expo di Makasar. Ketiga BUMNag tersebut adalah BUMDes Kumbayau Kota Sawahlunto, BUMNag Pakandangan Emas Padang Pariaman dan BUMNag Kappa Mandiri.

Menurut Ketua Forum BUMDes/BUMNag Indonesia wilayah Sumatera Barat Ferdian Datuk Dinagari, produk yang dimiliki BUMNag tak kalah bersaing dengan BUMDes lain. Sejumlah BUMNag di Sumbar sudah bisa "dibaok ka tangah" dan bersanding dengan yang lain. (dyko)

Bupati Pasaman Temu Usaha Bidang Investasi Potensi SDA

On Friday, November 16, 2018



Pasaman - Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis gelar potensi dan temu usaha bidang investasi potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Hotel Novotel Grand Shayla City Center Maksar, Sulawesi Selatan. Jum'at (16/11/2018).

Yusuf Lubis memaparkan, Pasaman terletak pada bentangan Bukit Barisan Pulau Sumatera. "Dengan kongsi ini sangat menguntungkan dibidang potensi alam yang bisa dioptimalkan menjadi peluang investasi di daerah, baik dibidang pertambangan maupun di sektor energi terbarukan (Renewable Energi), sebutnya.

"Terutama di bidang Panas Bumi (Geo Thermal) dan Pembangkit Listrik Renaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)", Sebutnya.

Dikatan, daerah pasaman memiliki Sumber Daya Alam (SDA) seperti, pertambangan, batu bara, Biji Besi Primer, Batu Bara, dan Timah Hitam. "Sedangkan bahan gallian mineral non logam seperti batu gamping, koalin, pasir kuarsa dan toseki", ujarnya.

Pertemuan ini dimulai dari pukul 08.00 WITA sampai 11.30 WITA, cukup alot, karena di iringi dengan dialog interaktif potensi unggulan Sumatera Barat oleh Badan Penghubung Propinsi Sumatera Barat dengan para investor yang akan berinvestasi di daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

Tampak hadir, Gubernur Sumatera Barat, Bupati/Wali Kota se Sumatera Barat, BRI Makasar, PT. Semen Tonasa, PT. Kalla Electrical, PT. Kalla Inti Warsa, APPBI DPD Sulselbar, Kadin Sulsel, Kalla Toyota, Dan Para Investor Lainnya. (Gani)

Pasaman Menyimpan Potensi Alam, Bupati Ajak Investor

On Friday, November 16, 2018



Pasaman - Sebagai salah satu kabupaten di Sumatera Barat, ternyata Pasaman banyak menyimpan potensi hasil alam yang sangat bisa dikembangkan. Jika ada investor yang berminat, jangan sungkan, silahkan kunjungi Pasaman dan tanam modal. jum'at (16/11).

Dijabarkan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, salah satu potensi dan peluang investasi di daerah Pasaman yakni di bidang  energi. Seperti potensi yg luar biasa untuk panas bumi, 750 Mega Watt electric (MWe) yg terdapat di beberapa kecamatan, seperti di Simisuh Rao 100 MWe, di Cubadak 100 MWe, Panti 150 MWe dan Bonjol 200 MWe.

Tidak itu saja, juga ada potensi PLTA di hulu sungai Batang Masang di Kecamatan Bonjol, dengan kapasitas 80 mega watt.

Bahkan potensi mineral juga ada di Batang Lanai, dan potensi logam dan batu bara sprt, biji besi primer di nagari Binjai dengan cadangan 38,85 juta Ton, batu bara di Batu Kambing, Kecamatan MApattunggul Selatan sebanyak 320.000 ton dan timah hitam di Kecamatan Rao Utara.

Hal ini diuraikan bupati dalam Sumbar Expo Tahun 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Karebosi Makasar mulai tanggal 15-18 November ini.

Selain itu, juga ada beberapa produk yang ditampilkan pada Sumbar Expo ke-7 ini kata Yusuf Lubis diantaranya, berbagai jenis makanan produksi UKM binaan dinas, produk kerajinan lokal hingga informasi lainnya tentang Pasaman. (Gani)

MEMBANGUN TAK SEMUDAH BERBICARA

On Friday, November 16, 2018


Oleh:
RIZA FALEPI

Pasbana.com -- Beberapa tahun lalu kami membangun kanopi di tengah Pasar Payakumbuh dengab tujuan menyelesaikan persoalan sempitnya ruang untuk kuliner malam bagi pedagang kuliner Payakumbuh. 

Selain itu juga dirasa perlu menghubungkan pasar yang dibelah jalan agar ketika hujan dan panas tidak masalah bagi pengunjung pasar.

Waktu itu kami dicaci habis habisan, termasuk oleh sebagian pedagang pasar. 

Namun alasannya kadang bagi kami kurang masuk akal atau dari segi kebijakan tidak bisa dijelaskan penolakan mereka. 

Bahkan  ketika waktu itu kami mau maju Pilkada, salah satu calon berkomentar bahwa kalau dia menang akan dibongkar lagi kanopi ini, sambil tidak sadar dia memperlihatkan ketidaktahuannya tentang aturan karena sesuatu yang sudah dibangun ada usia pakai bangunan.

Hari ini kanopi itu dinikmati semua pihak, dan ketika saya tanya beberapa pedagang pasar mereka berkomentar positif, meski sebelumnya mereka tidak menyetujui.

Kemudian kita juga membangun dan membebaskan beberapa tanah di Payakumbuh. Perencanaan dan kegiatan dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Kemudian ada yang mengadukan kami ke KPK,  katanya kami korupsi. Sampai hari ini kami bingung sebelah mana korupsinya.

Bahkan untuk sekedar kami tidak memakan dan meminta apapun kepada mereka yang bekerja.

Kami melihat bahwa saat ini sudah saatnya kita untuk lebih baik dan mulai menjauhi perilaku yang masa lalu dianggap biasa saja, terutama dalam memandang kegiatan pengadaan di pemerintah. Dulu memang setiap proyek katanya ada jatah kepala daerah, jatah kawan-kawan kepala daerah dan jatah lain lain yang merasa berhak punya jatah. 

Sekarang perlu bagi kita untuk menjaga setiap rupiah uang rakyat ini bisa dimaksimalkan bagi pembangunan kota kita. Kita perlu memulai sikap membangun yg lebih baik, transparan dan akuntabel.

Kami walaupun sudah mencoba demikian masih ada yang menuduh kami koruptif dan mengadukan ke KPK. Orang takut dengan KPK apabila dia korupsi, tapi kalau tidak korup tentu KPK lebih menyasar kepala daerah lain terutana yg punya mobil-mobil mewah seperti ferrari yang nggak jelas asalnya.

Setelah pengaduan itu seolah-olah yang mengadukan bangga dengan yang dikadukannya padahal dia tidak tahu apa yang dikadukannya. Kita yang di warung atau di lapau ikut pula mengejek walikota tanpa tahu apa yang diejek atau cemeeh. 

Kadang ditanya benar juga nggak tahu, yg penting sudah ikut memaki pak wali dulu.

Kita dengar di luar isunya karena yang bersangkutan tidak dapat proyek dari pak wali padahal udah mendukung pak wali dulu waktu Pilkada. Kalau mindset kita begini tentu hancurlah kita semua, percuma saja kita bernegara karena tujuan akhir hanya bagi-bagi “ghonimah”. 

Rakyat yang utama harus kita urusi, bisa bisa tidak ada yang tersisa buat mereka. Orang seperti ini kadang kami malas melayaninya, tapi kalau sudah keterlaluan bisa juga kita selesaikan secara hukum yang berlaku.

Beberapa hari yang lalu kami dapat surat yang bunyinya menolak pembangunan normalisasi sungai Batang Agam. Kami heran karena bahasa yang disampaikan sangat berbeda dengan realita di lapangan. 

Dia juga mengatasnamakan warga di sekitar Batang Agam, namun tidak ada surat kuasanya. Lebih lucu lagi orang ini mengaku Doktor, dan kadang dalam hati kami bertanya tanya apa sebenarnya mau orang ini. 

Tuntutannya, bahwa kami sudah merusak lingkungan, memberi ganti tanah tidak wajar, merusak sawah sehingga mengurangi produksi pangan, dan tidak memiliki manfaat apapun untuk wisata.

Jujur kami malas menanggapi yang begini. Yang jelas kami tentu tujuan utama pembangunan ini agar nanti orang tidak merusak sungai dan tidak menjadi kawasan kotor seperti kali ciliwung yang sangat tidak elok dilihat, tentu dengan cara membuat sungai itu ditata lebih rapi. 

Kemudian sawah yang dimaksud juga sudah tidak terlalu produktif karena bukan sawah dengan irigasi teknis, itu juga hanya sebagian kecil yang terkena proyek. Kita sudah memiliki kawasan sawah yang dilindungi Perda dan tidak boleh dirobah jadi perumahan atau dibangun di atasnya. 

Tentu sawah tersebut kita buat dengan dukungan irigasi teknis yang baik dan dalam pengawasan Pemda agar tetap berproduksi dengan baik.

Kemudian tujuan wisata tentu kami belum berpikir apakah ke depan ini akan dijadikan pusat wisata atau tidak berhubung kawasannya begitu luas dan kami belum saatnya berpikir semuanya. 

Kami fokus dulu proyek ini selesai. Bahwa di sini ada jalan, jogging track, sarana olah raga, kami rasa ini kebutuhan warga kota yang perlu kita akomodir. Semua usaha ini oleh sang Doktor dianggap tidak benar. 

Setengah mati kita bekerja dan mencarikan anggarannya namun ini semua dianggap tidak benar, mungkin berikanlah kami pencerahaan agak sedikit biar tahu apalagi yang harus kami perbuat demi kebaikan warga kota.

Sebentar lagi kita diminta warga kota membangun mesjid raya. Tadinya di Koto nan Gadang, namun bisik bisik beberapa anggota dewan lebih setuju dibangun di Koto nan Ampek. Bagi kami tidak masalah sepanjang itu untuk kebaikan bersama. 

Namun kalau kita ikuti alur berpikir Doktor ini tentu kami tidak akan membangun mesjid raya tersebut.

Pernah juga kami memberikan ijin pada seseorang untuk usahanya di Payakumbuh. Karena usahanya cukup besar maka proyek ini harus melalui proses perijinan yang agak panjang tapi tidak terlalu lama. Tapi mungkin yang punya proyek tidak sabar sehingga kirim duit ke saya segepok, dan minta ijin dipercepat. Saya tolak uangnya dan saya sampaikan bahwa ijin anda ini akan selesai tepat waktu karena kami melayani semuanya sesuai dengan tarif, waktu dan proses yg telah ditentukan. 

Semua transparan dan ijin akan selesai sesuai jadwalnya.

Sekarang bisnisnya sudah berjalan dengan baik. Melihat uang yang diantarkan begitu, tidak semua orang bisa menolaknya, namun kami berusaha untuk komitmen dengan apa yang sudah digariskan dalam perijinan. Semoga kita tetap istiqomah untuk itu.

Hari ini kita sudah cukup tinggi porsi pembangunan belanja infrastruktur kita. Jumlahnya sudah jauh melebihi belanja ketika kami baru menjabat walikota. Tidak mudah untuk menaikkan porsi belanja infrastruktur kita tapi alhamdulillah kita bisa. Bahkan kita juga masih bisa memberikan tunjangan yang besar kepada pegawai sehingga semua senang. 

Hal ini sebenarnya tidak mudah karena kalau belanja infrastruktur naik biasanya yang korban tunjangan pegawai jadi kecil tapi kita bisa menaikkan keduanya. Padahal kita bukan daerah kaya yg punya minyak, tambang dan lain-lain.

Namun dengan pemikiran optimalisasi anggaran yang kadang rumit akhirnya bisa kita raih. Dan kita dianggap pemerintah pusat sebagai salah satu pengelola pemerintahan terbaik, dan semoga bisa kita pertahankan.

Jelas keadaan ini semua tidak mudah, namun dengan kesabaran yang tinggi tetap kita berjuang untuk mewujudkan pembangunan kebih baik. Tentu itu tidak semudah yang kita ucapkan. Semoga kota kita lebih baik dan lebih maju, amiin....

HUKRIM

Video Moment

LOWONGAN KERJA

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU