Dunia Sekolah

IKLAN

Dalam Wadah Gerakan Pramuka, Wawako Ajak Generasi Muda Berkreasi

On Thursday, November 15, 2018



Padangpanjang – Peringati Hari Pramuka yang ke 57 di tahun 2018, para anggota pramuka se Kota Padangpanjang ikuti Apel Besar Gerakan Pramuka di Lapangan Anas Karim, setempat, Rabu (14/11).

Wakil Walikota Padangpanjang Drs. Asrul saat menjadi Pembina Upacara mengajak generasi muda untuk terus berkreasi dan berjaya dalam wadah gerakan pramuka, serta mengisi waktu muda dengan hal yang positif dan produktif.

“Sebagai anak muda kita harus bisa berkarya dengan cara mengisi hal-hal yang positif dalam kehidupan. Dan melalui tema Pramuka Perekat NKRI, kami berharap gerakan pramuka tetap semangat, selalu produktif, inovatif dan kreatif dalam berkarya, dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga NKRI,” ucap Asrul.

Asrul menambahkan, tujuan dari pramuka sendiri yakni untuk mendidik generasi muda jaman sekarang ke hal yang positif dengan adanya dasar dan metode kegiatan pramuka sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

“Generasi muda Padangpanjang adalah generasi yang unggul, hebat, kreatif, petarung dan bukan generasi pecundang. Dengan itu, kami berpesan, ingatlah selalu hyme pramuka, bahwa pramuka Indonesia adalah manusia Pancasila. Jadilah patriot bangsa yang tetap kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila, menjaga Bhinneka Tunggal Ika demi kejayaan NKRI,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padangpanjang Dr. Novi Hendri, SE, M.Si, yang juga sebagai Ketua Kwarcab 12 Kota Padangpanjang mengucapkan permintaan maaf atas keterlambatan memperingati Hari Pramuka ini, disebabkan adanya beberapa kegiatan dan kesibukan.

“Sebenarnya Peringatan Hari Pramuka ini jatuh pada tanggal 14 Agustus, namun kita baru bisa melaksanakan sekarang, karena adanya beberapa kegiatan dan kesibukan sehingga peringatan ini harus ditunda,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Novi juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Pemko Padangpanjang atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan demi kemajuan dan kejayaan gerakan pramuka kedepannya.

"Semoga dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada gerakan pramuka, di dalam membina dan mengembangkan karakter gerakan muda harapan bangsa dapat berhasil dengan baik sebagaimana yang kita harapkan bersama," pungkas Novi. (Del)

Polres Padangpanjang Layangkan 635 Berkas Tilang Selama Operasi Zebra Singgalang

On Wednesday, November 14, 2018



Padangpanjang – Selama 14 hari dilaksanakannya Operasi Zebra Singgalang 2018 di Wilayah hukum Polres Padangpanjang, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah melayangkan sebanyak 635 berkas surat tilang.

Hal ini dibenarkan Kapolres Padangpanjang AKBP. Cepi Noval, SIK melalui Kasat Lantas IPTU. Bezaliel Mendrofa, SH kepada Pasbana.com Rabu (14/11). Ia mengatakan, Operasi Zebra Singgalang yang dilaksanakan sejak 31 Oktober hingga 12 November, untuk penegakkan hukumnya mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.

“Operasi Zebra Singgalang kali ini kita melayangkan sebanyak 635 berkas tilang. Dimana, untuk penegakkan hukumnya ditahun ini mengalami peningkatan sebanyak 216 berkas tilang dibandingkan pada tahun 2017 lalu,” papar Mendrofa.

Dengan meningkatnya penegakkan hukum selama operasi zebra 2018, Mendrofa mengatakan, bahwa hal tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, dimana dioperasi zebra kali ini jumlah kecelakaan lalu lintas menurun drastis.

“Kecelakaan lalu lintas pada operasi zebra kali ini juga menurun drastis, selama 14 hari kita laksanakan operasi zebra, hanya 1 kejadian yang kita temui, yakni korban kecelakaan mengalami luka ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut Mendrofa mengatakan, dari 635 berkas tilang, diamankan barang bukti kendaraan roda 6 sebanyak satu unit, roda 4 sebanyak empat unit, dan roda dua sebanyak 69 unit. Sementara barang bukti surat-surat diamankan SIM sebanyak 256 helai dan STNK sebanyak 305 helai.

“Pada operasi kali ini pelanggaran yang paling dominan dilakukan pengendara yakni tidak menggunakan helm SNI serta melawan arus kendaraan,” pungkasnya. (Del)

Kejaksaan Negeri Payakumbuh Gelar Coffee Morning Bersama Wartawan

On Wednesday, November 14, 2018



Payakumbuh - Guna menciptakan komunikasi yang baik dan memperkenalkan kejaksaan dengan luas sehingga meminimalisir tanggapan negatif masyarakat terhadap kejaksaan negeri, Kejaksaan Negeri Kota Payakumbuh menggelar coffee morning bersama wartawan, Rabu (14/11) di ruang pertemuan Kejari Payakumbuh.

Pers gathering ini sudah 4 kali diadakan dalam tahun 2018, dan masih ada lagi 2 pertemuan yang akan diwacanakan hingga akhir tahun ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh, Nur Tamam melalui Kasi Intel, Nazif Firdaus didampingi Jaksa Hadi Saputra, Indra serta Widia mengatakan, bahwa pihaknya membutuhkan dukungan semua pihak dalam mengungkap kasus dugaan Korupsi yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota termasuk dukungan dari wartawan.

Minimnya tenaga dan saksi menyebabkan pihak Kejaksaan cukup kesulitan dalam mengungkap kasus dugaan Korupsi.

”Kami minta saran dan pendapat dari wartawan terkait berbagai hal termasuk Kasus dugaan Korupsi yang terjadi di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, karena untuk kasus dugaan Korupsi kita butuh informasi dari kawan-kawan media dan masyarakat,” ujarnya.

Nazif juga menambahkan, selama ini memang ada laporan dugaan korupsi dari masyarakat, namun data kasus dan data pelapor masih minim sehingga pihak kejaksaan terkendala dalam melakukan tindak lanjut atas laporan tersebut.

Dalam pers gathering ini juga disampaikanlah beberapa masukan dari wartawan dalam diskusi termasuk membicarakan pemberitaan-pemberitaan yang telah pernah terbit terkait kasus korupsi yang ada di Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota-red).

Nazif berharap semoga kepannya terjalin sinergitas antara Kejaksaan Negeri dan Wartawan sehingga Kejaksaan nanti dapat menindaklanjuti segala bentuk laporan berdasarkan data valid yang ditemukan di lapangan. (BD)

BPCB Gelar Lomba Melukis dan Mewarnai

On Wednesday, November 14, 2018


Payakumbuh - Festival Silek dan Sastra, serta Pameran Masjid, Rumah Gadang dan Surau yang digelar di Payakumbuh pada 2018, di medan nan bapaneh, ikut serta dalam mensukseskan program Kemendikbud, Balai Pelastarian Cagar Budaya (BPCB) provinsi Sumatera Barat menggelar Lomba Mewarnai dan Lomba Melukis kepada siswa SD se Kota Payakumbuh selama 2 hari, 13 dan 14 November 2018 di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah.

Diikuti sebanyak sekitar 1140 siswa TK se Kota Payakumbuh, dan untuk Lomba Melukis diikuti ratusan siswa SD se Kota Payakumbuh.

Kapokja Dokumentasi dan Publikasi BPCB Sumbar Hasan Basri mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan informasi, motivasi serta dorongan kepada masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, swasta dan stakeholder lainnya terutama media pers untuk  bersama-sama berperan aktif dalam melakukan pengelolaan dan mempublikasikan kebudayaan sebagai modal dalam pembangunan bangsa, terutama dalam pembentukan karakter generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. H. AH. Agustion mengapresiasi kegiatan yang digelar BPCB ini, menurutnya kegiatan ini dapat berguna bagi pembentukan sikap anak didik dan sebagai pengenalan awal terhadap budaya Minangkabau.

"Saya berharap kedepannya kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkatkan minat anak-anak didik dalam mempelajari budayanya," ujar Agustion.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan, Kamis besok (15/11), hadiah akan diserahkan oleh perwakilan dari BPCB dan Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh. (BD)

Payakumbuh Literary Festival Undang Ratusan Sastrawan

On Wednesday, November 14, 2018



Payakumbuh - Sebanyak 184 sastrawan asal Sumbar dan nasional berkumpul di Kota Payakumbuh dalam helatan Payakumbuh Literary Festival yang berlangsung tanggal 14-15 November 2018. Acara yang dipusatkan di rumah budaya Intro ini akan menjadi musyawarah nasional para sastrawan se-Indonesia untuk menemukan instrumen baru akan nasib dan karya para sastra. Termasuk menemukan solusi persoalan semangat sastra yang akhir-akhir ini dinilai sedang naik turun.

"Sengaja kami berkumpul di Kota Payakumbuh ini untuk bermusyawarah dan gotong royong. Target kami bagaimana menemukan instrument baru dalam gerakan sastra kedepannya. Apalagi seiring waktu berjalan, banyak dinamika dan improvisasi sastra yang muncul dari pemikiran sastrawan," ucap Yul Fitra, Koordinator acara Payakumbuh Literary Festival, Rabu (14/11).

Untuk itu, perlu pembahasan lebih lanjut bagaimana dunia sastra di indonesia bisa memberikan dampak positif bagi kemanusiaan, pengetahuan dan kehidupan bermasyarakat. Termasuk menjaga semangat para sastrawan untuk menciptakan karya dan acara agar lebih terstruktur. Pasalnya, hari ini semangat seperti ini menjadi kendala Karena selalu naik turun.

"Jadi ritme semangatt untuk berkarya, berdiskusi dan membuat acara sastra itu sedang naik turun. Sastrawan akan bergerak kalau hanya sedang mood. Jika moodnya hilang, mereka vakum. Ini yang akan kami bahas bagaimana ritmenya terstruktur dan terus terorganisir," katanya.

Dalam Literary Festival ini, para sastrawan menggandeng beberapa penerbit buku, Pemerintah, dan indonesiana sebagai sponsor. Dukungan dari berbagai pihak ini sangat perlu karena memiliki tupoksi masing-masing untuk berkontribusi dalam dunia sastra.

Selain itu, dalam  Literary Festival ini para sastrawan juga memberikan pembekalan bagaimana sastra dari masa ke masa kepada sastrawan pemula maupun pelajar yang berminat dalam sastra. 

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disparpora Kota Payakumbuh, Nirdawati menyebutkan pemerintah Kota Payakumbuh menyambut baik acara Payakumbuh Literary Festival para sastrawan ini. Pemerintah akan memfasilitasi seluruh rangkaian acara dan berusaha mengaplikasi hasil musyawarah para sastrawan ini dikemudian hari.

"Selama acara berlangsung, kami fasilitasi dan dukung. Jika ada keperluan, hubunginsaja kami agar musyawarah ini bisa menghasilkan dampak positif kepada kemajuan sastra di Indonesia. Kedepan akan kami dari pemerintah siap bermitra untuk mengaplikasikan hasil musyawarah," kata Nirdawati. (BD)

Kembalikan Tradisi Anak Muda Basilek Di Rumah Gadang

On Wednesday, November 14, 2018



Payakumbuh - Ketua Panitia Payakumbuh Alek Silek Rothman Silitonga mengaku senang Payakumbuh Alek Silek menjadi referensi dan gerbang untuk dijadikan warisan budaya dunia. Hal ini butuh dukungan dari seluruh masyarakat Minangkabau untuk mengembalikan tradisi basilek di Rumah Gadang.

"Dulu, anak muda belajar di surau (mushalla-red) dan rumah gadang. Di Surau mereka Basilek Pikiran dan keimanan, di Rumah Gadang Basilek kejantanan. Inilah tradisi yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat minangkabau saat ini. Khususnya generasi muda," kata Rothman saat pers conferens di pandopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, Selasa (13/11).

Untuk memperjuangkan langkah BPCB ini, Rothman meminta tradisi ini dikembalikan lagi. 

"Mari galakkan kembali tradisi kembali ke surau dan rumah gadang. Jangan terlena dengan modernisme yang akan menggerus nilai-nilai Budaya minang itu sendiri. Ini sama saja membunuh identitas kita sebagai orang minang. Mari sama-sama kembali ke tradisi lokal," jelasnya.

Ia juga meminta jangan sampai setiap festival maupun acara silek hanya berupa seremonial dan kumpul-kumpul para pendeka Silek saja. Tetapi ada imbas balik positif kepada budaya minang dan kepribadian generasi muda. (BD)

Balai Pelestarian Cagar Budaya Terinspirasi Jadikan Silek Mendunia

On Wednesday, November 14, 2018



Payakumbuh - Payakumbuh Alek Silek tanggal 12-13 November 2018 kemarin, menjadi inspirasi bagi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau dan Kepri untuk menjadikan tradisi beladiri Minangkabau ini dipatenkan diseluruh dunia. Rencananya, Silek akan diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia tahun 2019 mendatang. Seperti halnya kapal Pinisi asal suku Bugis, Makasar yang diakui sebagai warisan dunia tahun 2017 silam oleh PBB.

Inspirasi ini berawal dari kepala BPCB Sumbar, Riau dan Kepri, Nurmathias hasir langsung dalam helatan Payakumbuh Alek Silek selama dua hari ini. Disana ia melihat bagaimana karakteriatik dan filosofi asli Silek yang dipaparkan para Pandeka (Pendekar-red) Silek. Dirinya merasa takjub bagaimana arti silek sesungguhnya yang menjadi pandangan hidup orang minang baik dari sisi Beladiri, Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengasah Pengetahuan.

"Ini yang selama ini kami cari. Bagaimana arti Silek itu sesungguhnya. Para pendeka yang meramaikan Payakumbuh Alek Silek ini yang berasal dari Malaysia, pelosok Nusantara dan Sumbar mampu menguak kembali apa itu Silek baik dari sisi gerakan, pemahaman dan kepribadian," kata Nurmathias dalam konferensi Pers penutupan Payakumbuh Alek Silek, Selasa (13/11/2018) malam di rumah Walikota Payakumbuh.

Dirinya mengaku sudah mendokumentasikan baik secara digital dan laporan diatas kertas hasil Payakumbuh Alek Silek untuk dibawa ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Sedangkan Di Kemendikbud RI, ada program untuk mencari budaya lokal yang akan diperjuangkan menjadi warisan budaya Dunia. Sampai sekarang belum ada yang direkomendasikan. Karena telah mendapati arti, karakter, filosofi Silek yang asli di Payakumbuh Alek Silek.

 Nurmathias berencana mengajukan sesegera mungkin sebagai budaya lokal Indonesia untuk diakui sebagai warisan dunia oleh PBB melalui Kemendikbud.

"Akan saya usulkan sesegera mungkin ke Kemendikbud. Semua bahan sudah lengkap dan tinggal dibikin laporannya saja secara rapi," kata Nurmathias.

Dalam prosedurnya, pengajuan ini akan dilakukan pada akhir tahun 2018 ini dan dibahas di tingkat pemerintah pusat awal tahun 2019. Kemudian pertengahan 2019 akan diajukan ke UNESCO. Jika diterima dan diakui, maka Silek resmi menjadk waeisan budaya dunia di akhir tahun 2019.

"Semoga prosesnya lancar dan Silek bisa menjadi warisan budaya dunia. Ini karena Payakumbuh. Mohon doa dan dukungan daei seluruh masyarakat Minang, khususnya Payakumbuh. Termasuk para pandeka Silek seluruh Nusantara ini," kata Nurmathias. (BD)

HUKRIM

Video Moment

LOWONGAN KERJA

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU