Berantas Pungli

Aliansi Media Online Indonesia

Aliansi Media Online Indonesia
 Irdinansyah Tarmizi, Tutup Turnamen Jordus Cup XVI 2018

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018



Tanah Datar -- Bupati Tanah Datar H. Irdinasyah Tarmizi, Minggu (24/6) menutup secara resmi turnamen Jordus Cup XVI. Turnamen itu ditutup setelah menggelar pertandingan final antara tuan rumah Jordus FC melawan Gasliko 50 Kota yang dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0.

Bupati Tanah Datar H. Irdinasyah Tarmizi menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan open turnamen Jordus Cup XVI tahun 2018 ini. "Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini terutama kepada pada sponsor dan perantau," ujar Bupati.

Dia juga berharap turnamen ini bisa terus dilaksanakan pada waktu mendatang, karena menurutnya turnamen ini mampu menjadi hiburan yang sangat menarik bagi masyarakat terutama bagi warga Sungayang dan sekitarnya.

Hal senada juga disampaikan panitia pelaksana turnamen Yusri. "Atas nama seluruh panitia kami mengucapkan terimakasih kepada Pemda kabupaten Tanah Datar dan pemerintahan nagari serta seluruh sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen Jordus Cup XVI tahun 2018 ini," katanya.

Yusri juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua penonton yang telah setia menyaksikan pertandingan demi pertandingan sejak turnamen ini dibuka sampai pada partai final sore ini. 

"Kepada seluruh penonton kami minta maaf apabila dalam penyelenggaraan turnamen ini pihak panitia tidak mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan keinginan penonton. Kami akan terus berusaha maksimal untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada gelaran turnamen berikutnya," janji Yusri.

Pada sore itu juga diserahkan langsung tropi dan hadiah uang tunai kepada juara dan runner-up turnamen, serta kepada pemain terbaik dan top skorer pertandingan. (Hp)

Tundukkan Gasliko, Jordus FC Juara

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018



Tanah Datar --  Tundukkan Gasliko 50 Kota dengan skor tipis 1-0, Jordus FC akhirnya keluar sebagai juara pada turnamen Jordus Cup ke-16 tahun 2018 dan berhak menggondol hadiah senilai 12 juta rupiah dan tropi tetap. Sementara Gasliko sebagai Runner up mendapatkan hadiah senilai 8 juta rupiah.

Partai final yang digelar di lapangan bola kaki Pulai Sungayang kali ini merupakan partai final ulangan tahun 2015 yang lalu. Bedanya waktu itu dipartai final Gasliko mampu mempecundangi tuan rumah dan keluar sebagai juara. Namun akhirnya dendam tuan rumah Jordus FC selama tiga tahun lamanya itu terbalas tuntas pada final kali ini dan sukses keluar sebagai juara untuk yang ketiga kalinya pada turnamen ini. 

Sebelumnya Jordus FC juga pernah keluar sebagai juara di turnamen ini pada tahun 1999 dan tahun 2000, setelah itu Jordus FC tidak pernah lagi keluar sebagai juara. Namun akhirnya penantian panjang selama 18 tahun itu berbuah manis pada tahun ini, dimana Jordus FC mampu keluar sebagai juara lagi setelah dipartai final mampu mengalahkan Gasliko dengan skor tipis 1-0.

Gol kemenangan tuan rumah itu sendiri baru berhasil diciptakan pada menit 54 babak kedua oleh Rahmat Wahyu Ilahi pemain nomor punggung (10).  Gol tercipta berawal dari umpan panjang pemain nomor punggung (17) Samiar dari sisi kanan pertahanan Gasliko, bola yang mengarah ke jantung pertahanan Gasliko lantas diterima oleh Rahmat. Dengan cerdik Rahmat mampu melewati dua pemain bertahan lawan dan melepaskan tendangan keras kaki kirinya, bola yang meluncur deras tidak mampu ditangkap oleh penjaga gawang Gasliko Meijis Ariandi dan gol.



Kebobolan satu gol membuat anak-anak Gasliko bangkit dan berusaha menyamakan kedudukan, namun usaha mereka selalu dikandaskan oleh pemain bertahan Jordus FC. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan itu skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah pun tidak berubah.

Kemenangan Jordus kali ini terasa semakin lengkap, karena 2 pemainnya yaitu Rahmat Wahyu Ilahi (10) selama turnamen ini berlangsung mampu mencetak 4 gol dan berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak. Sementara Eba Pangestu (7) berhasil keluar sebagai pemain terbaik pada turnamen ini. 

Pertandingan final yang disaksikan langsung oleh Bupati Tanah Datar H. Irdinasyah Tarmizi dan ratusan penonton itu berjalan cukup keras dan sengit. Dimana kedua kesebelasan menerapkan permainan menyerang dan terlihat saling bergantian melakukan ancaman kegawang lawan masing-masing. Sehingga tak jarang para pemain harus melakukan pelanggaran demi menghentikan lawan mereka, ini terbukti dengan dikeluarkannya 6 kartu kuning dari saku wasit Eko Siswari yang memimpin pertandingan sore itu. Kartu kuning tersebut diberikan masing-masing 3 untuk pemain Gasliko dan 4 untuk pemain Jordus FC.

Pelatih Jordus FC Wempy, saat ditemui usai pertandingan mengatakan sangat puas dengan hasil ini dan memuji permainan anak-anak asuhnya. "Anak-anak mampu menjalankan strategi dan bermain lepas tanpa beban sehingga mereka mampu menguasai permainan selama pertandingan final sore ini dan keluar sebagai juara," ujarnya. (Hp)

Tim Fadly-Asrul Bikin Laporan ke Panwaslu, Beberapa Nama ASN Akan Dilaporkan

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018


Padang Panjang - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah kota (Pemko) Padang Panjang yang terindikasi telah melanggar netralitas ASN akan dilaporkan tim pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Fadly Amran dan Asrul kepada Panwaslu setempat.

Ketua Tim Pemenangan Fadly-Asrul, Marzuki Yunizar kepada wartawan di poskonya, Minggu (24/6) sore, mengatakan, rencana hari Senin (25/6) kita bersama tim kuasa hukum akan mendatangi panwaslu untuk menyampaikan laporan.

“Indikasi pelanggaran netralitas itu didapatkan timnya dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah ASN bahkan pejabat terindikasi mendukung bahkan mengkampanyekan pasangan calon lain," ujar Marzuki.

Tim hukum kita malam ini, sebut Marzuki, sedang menganalisa dan memfinalkan bukti-bukti yang kita dapatkan, seperti video, foto dan bukti lainnya. Besok tinggal mendatangi panwaslu.

"Pokoknya ada sejumlah ASN. Soal nama, besok kami sampaikan ke panwaslu," tegasnya.

Diterangkan Marzuki, pihaknya juga menemukan dugaan pelanggaran oleh tim paslon lain, salah satunya bagi-bagi uang dan sembako. Dugaan itu pun masih dikaji oleh tim hukum kami.

"Tim kita juga tengah mengkaji dugaan ini. Jika nantinya memang terbukti adanya pelanggaran itu, tentu kita akan bikin laporan ke panwaslu," tutupnya. (Put)

Operasi Ketupat Tahun 2018, Polres Solok Arosuka Berhasil Tekan Angka Laka Lantas

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018



Solok - Pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang yang digelar Kepolisian Resort (Polres) Solok Arosuka selama 18 hari, dimulai pada tanggal 7 Juni 2018, hingga hari ini 24 Juni 2018, berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres setempat. Dibanding tahun lalu, di tahun 2017 berdasarkan data, peristiwa kecelakaan dalam operasi yang sama di Polres Solok Arosuka sukses menekan kurang lebih 40 persennya di tahun ini.

Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan,S.I.K melalui Kasat Lantas Polres Solok IPTU Bayful Yendri,SH menjelaskan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang tahun ini, terjadi sebanyak 3 kasus kecelakaan lalu lintas. Sementara tahun lalu, tercatat sebanyak 5 kasus laka lantas.

“Jika dibanding tahun lalu, Alhamdulillah terjadi penurunan yang cukup signifikan, tepatnya 40 persen dari tahun lalu,” ungkapnya.

Dikatakan, dari ketiga kasus kecelakaan itu, mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia, dibanding tahun lalu tidak ada. Sementara korban luka berat nihil, dibanding tahun lalu empat korban, luka ringan lima orang, dibanding tahun lalu tujuh orang. Dan kerugian materi sejumlah 700 ribu rupiah, dibanding tahun lalu menurun, dimana kerugian mencapai 9 juta rupiah. 

Selain itu, berdasar tujuan utama pelaksanaan operasi ketupat tahun ini yaitunya dalam rangka meminimalisir resiko dan angka kecelakaan serta pengamanan arus mudik lebaran, dijelaskan IPTU Bayful Yendri bahwa arus mudik bahkan pada destinasi – destinasi wisata di wilayah hokum Polres Solok Kota aman dan kondusif.

Tentunya keberhasilan Polres Solok Arosuka dalam menekan dan menurunkan angka kecelakaan dan menciptakan suasana kondusif di daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan beras tternama itu, tidak serta merta berhasil dicapai tanpa perjuangan yang maksimal dan totalitas.

Keberhasilan menekan angka kecelakaan itu tercapai dengan pelaksanaan operasi yang maksimal dengan berbagai upaya, baik upaya preventif atau pencegahan maupun upaya represif atau penegakan hukum.

Dijelaskan alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas itu, bahwa upaya preventif yang dilakukan tahun ini, secara frekuensi meningkat dari tahun lalu.

Dirincikannya, upaya preventif yang dilakukan antara lain, pelaksanaan Pengaturan sebanyak 144 kali, yang artinya naik 157 persen dibanding tahun lalu yang dilakukan sebanyak 56 kali.

Selain itu, ditambahkannya, Penjagaan sebanyak 72 kali, dibanding tahun lalu 59 kali, naik 22. Pengawalan dilakukan 13 kali, dimana naik 8 persen dibanding tahun lalu yang hanya 12 kali. Serta Patroli sebanyak 144, yang dibanding tahun 2018, frekuensinya naik 125 persen, yakni dilaksanakan sebanyak 64 kali.

Selanjutnya, diterangkan perwira yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Solok Kota itu, dalam upaya Represif atau penegakan hukum, Sat Lantas Polres Solok Arosuka telah melayangkan Tilang sebanyak 243 berkas kepada pengendara nakal yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas di wilayah tersebut. 

“Dibanding tahun lalu, berkas tilang yang kita keluarkan naik 465 persen, dimana tahun lalu sebanyak 43 berkas. Sementara itu BB yang kita amankan berupa SIM sebanyak 106 buah yang juga naik dari tahun lalu 341 persen, yaitu 24 buah, STNK 125 buah dibanding tahun lalu 17 buah, yang juga naik 635 persen, serta kendaraan bermotor sebanyak 12 unit yang juga naik 500 persen dibanding tahuh lalu yaitunya 2 unit dan teguran nihil alias tidak ada," terang Bayful Yendri. (Bd/Nal)

Polres Solok Kota Berhasil Tekan Angka Laka Lantas Pada Operasi Ketupat Tahun 2018

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018

Kasat Lantas Polres Solok Kota IPTU Rifaizal Samual, SIK


Solok – Operasi Ketupat Singgalang tahun 2018 yang digelar Kepolisian Resort (Polres) Solok Kota selama 18 hari, terhitung sejak tanggal 7 Juni hingga hari ini 24 Juni 2018, berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres setempat.  

Kapolres Solok Kota AKBP. Dony Setiawan, SIK. MH, melalui Kasat Lantas Polres Solok Kota IPTU Rifaizal Samual, SIK, saat dikonfirmasi Minggu (24/6) mengatakan, dibandingkan tahun lalu, jumlah laka lantas pada tahun 2018 mengalami penurunan 71 %. 

“Jumlah kejadian laka lantas tahun 2018 berjumlah 2 kasus, pada tahun 2017 berjumlah 7 kasus. Sementara untuk korban meninggal dunia dan luka berat pada tahun 2018 nihil, pada tahun 2017 berjumlah 4 orang (turun 100%). Dan untuk korban luka ringan tahun 2018 sama dengan tahun 2017 yakni berjumlah 5 orang,” papar Rifaizal. 

Rifaizal mengatakan, untuk pelanggaran lalu lintas, jumlah tilang tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 810%. Pada tahun lalu, jumlah tilang hanya 50 perkara, namun tahun ini meningkat menjadi 455 perkara.

“Selain jumlah tilang meningkat, jumlah teguran pada tahun 2018 ini juga meningkat, pada tahun lalu jumlah teguran hanya 146 perkara, namun tahun ini berjumlah 216 perkara, atau meningkat sebesar 48%,” jelasnya.

Dijelaskan Rifaizal, upaya preemtif yang dilakukan tahun ini, secara frekuensi meningkat dari tahun lalu. Dirincikannya, upaya preemtif yang dilakukan pada tahun 2018 berjumlah 145 kali, sedangkan tahun 2017 hanya berjumlah 102 kali, atau meningkat 43%. 

Selain itu, ditambahkannya, dibidang Preventif pengaturan lalu lintas tahun 2018 berjumlah 519 kegiatan, dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 417 (naik 24%). Patroli kendaraan R2 tahun 2018 berjumlah 136 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 62 kegiatan (naik 119%).

“Sementara untuk patroli kendaraan R4 tahun 2018 berjumlah 131 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 50 kali kegiatan (naik 162%). Penjagaan tahun 2018 berjumlah 255 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 215 kegiatan (naik 19%). Pengawalan tahun 2018 berjumlah 10 kegiatan, dibandingkan tahun 2017 berjumlah 9 kegiatan (naik 11%),” paparnya. (Del/Nal)

Terindikasi Ada Yang Langgar Netralitas , Novi Hendri Ingatkan ASN Kota Padang Panjang

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018


Padang Panjang -- Ketua DPRD Kota Padang Panjang Novi Hendri Dt. Bagindo Saidi mengingatkan segenap ASN di Kota Padang Panjang agar tidak main-main soal netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada. 

"Aturan soal netralitas ASN sudah sangat tegas dan jelas, jangan coba main-main dengan aturan ini. Kawan-kawan ASN harus menjaga netralitasnya," tegas Novi kepada awak media di Padang Panjang, Minggu.(24/6).

Novi mengaku sengaja mengingatkan hal penting itu lantaran mendapatkan informasi adanya indikasi sejumlah ASN di Kota Padang Panjang yang melanggar netralitas. Sejumlah ASN terindikasi memberikan dukungan bahkan mengkampanyekan paslon tertentu.

"Informasi yang saya terima, memang ada indikasi sejumlah ASN yang melanggar netralitas. Makanya saya ingatkan hal ini, karena pelanggaran itu justru akan merugikan bahkan membahayakan yang bersangkutan," tegasnya.

Menurut Novi, ASN yang melanggar netralitas tidak hanya berkonsekwensi terhadap statusnya kepegawaiannya, tetapi juga bisa berujung pidana.

"Kalau indikasi pelanggaran itu kemudian dilaporkan pihak tertentu kepada panwaslu atau lembaga berwenang lainnya, yang rugi kan ASN bersangkutan. Karenanya, jangan main-main soal ini," katanya lagi.

Ditambahkan Novi, peringatan itu ia sampaikan tidak sekedar melindungi ASN dari bahaya yang bisa menimpanya, tetapi sekaligus sebagai langkah antisipasi hal-hal yang bisa mencederai pilkada.

"Sejak awal semua elemen sudah berkomitmen menjalankan pilkada bersih. Jangan sampai semangat itu dicederai. Apalagi ASN, sudah semestinya berada di garda terdepan dalam mendukung pilkada bersih," pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Yulius Kaisar yang ditemui secara terpisah sepakat dengan peringatan yang disampaikan Novi Hendri. Menurutnya, ASN memang sudah semestinya bersikap netral, karena hal itu diatur undang-undang.

"ASN memang punya hak pilih, namun ia tidak boleh menjadi menjadi tim sukses paslon tertentu secara diam-diam apalagi terang-terangan," tegasnya.

Soal adanya sejumlah ASN bahkan pejabat yang terindikasi melanggar netralitas, Yulius mengaku sudah ada nama-namanya pada anggota DPRD. Sejumlah anggota DPRD sebelumnya sudah mewanti-wanti para ASN itu, tapi kabarnya masih banyak yang tidak mengindahkan," katanya. (put)

Setelah Solsel, Walikota Riza Falepi Bakal Eksplorasi Off Road Luak Limo Puluah

Diposkan oleh On Sunday, June 24, 2018



Payakumbuh - Walikota Payakumbuh Riza Falepi beserta Wakil Walikota Erwin Yunaz menginisiasi kegiatan off road bersama dengan sejumlah kepala daerah di Propinsi Sumatera Barat. Bersama Walikota Bukittinggi,  Bupati Dharmasraya dan Bupati Solok Selatan, Walikota Payakumbuh melakukan olahraga Off Road bersama di Muaro Labuh, Kabupaten Solok Selatan, pada Sabtu-Minggu (24-25/6). 

Jelang bertolak ke Muaro Labuh,  Walikota Payakumbuh menerima rombongan Off Roader asal Kota Bukittinggi sekitar 50 orang yang langsung dipimpin oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Rombongan diterima di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, Kelurahan Tiakar, pada Sabtu (24/6) pagi. 

Turut menyambut, Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, Asisten II Amriul dan sejumlah kepala OPD Kota Payakumbuh diantaranya,  Kadis Perhubungan, Adrian, Kadis Sosial, Idris, Kepala BPBD, Yufnani Away,  Kepala Bappeda, Rida Ananda, Kadis Parpora, Elfriza Zaharman, Kabag Protokoler, Firdaus serta Ketua Toyota Land Cruiser Indonesia Payakumbuh-Lima Puluh Kota (TLCI Paliko), Mustafa beserta sejumlah anggota TLCI Paliko.

Ditemui saat menyambut rombongan Walikota Bukittinggi, Walikota Payakumbuh menyatakan bahwa ide awal agenda off road bersama tercetus saat pelaksanaan open house di Gubernuran pada H+2 lebaran, beberapa waktu lalu. 

"Kebetulan kita hadir di Gubernuran berbarengan dengan Pak Walikota Bukittinggi dan juga Pak Bupati Solsel. Saat berbincang, pak Ramlan (wako bukittinggi-red) mengajak melakukan touring off road ke negeri Seribu Rumah Gadang (Solsel-red) via Dharmasraya. Ide tersebut langsung kita setujui sembari mengajak beberapa kepala daerah lain yang berkesempatan," ujar Wako Riza. 

Dikatakan Riza, kegiatan off road bersama tersebut tentu mempunyai nilai strategis dan bermanfaat bagi dirinya dan Kota Payakumbuh. Menurutnya, kesempatan itu bisa menjadi ajang silaturahmi antar kepala daerah serta saling bersinergis dalam melaksanakan pembangunan di daerah masing-masing. 

"Disamping memperkuat silaturahim, kegiatan ini bisa jadi ajang saling berbagi ide dan kiat antar kepala daerah dalam melaksanakan pembangunan. Masing-masing kepala daerah pasti punya kelebihan yang bisa di share ke kepala daerah lain. Suasana informal tentu akan lebih memudahkan transfer informasi tersebut," tambah Riza. 

Riza berharap agenda kumpul bersama kepala daerah dalam suasana informal tersebut kedepan bisa dipertahankan dan dikemas dalam berbagai bentuk lainnya.

"Saya fikir kegiatan ini sangat positif dan layak dipelihara. InsyaAllah setelah Solsel, saya akan tawarkan untuk mengeksplorasi arena off road di Luak Limo Puluah. Kita punya banyak spot untuk off road, nanti biar teman-teman TLCI yang siapkan rutenya," pungkas Riza.

Pasca Jamuan sarapan di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, rombongan off roader dua daerah tersebut dengan kendaraan off road masing-masing bertolak menuju Solok Selatan Via Dharmasraya. Rombongan dinanti oleh Bupati Dharmasraya jelang bertolak serempak menuju titik pusat kegiatan di Muaro Labuh, Kabupaten Solok Selatan. (BD)

HUKRIM

Lowongan Kerja

OPINI KITA

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

MEDIA PARTNER