Berantas Pungli

Visit Minangkabau

Aliansi Media Online Indonesia

Aliansi Media Online Indonesia

Literasi Sekolah

Lima Suku Di Mentawai Serahkan Usulan Penetapan Wilayah Hukum Adat

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018

Penyerahan usulan penetapan wilayah hukum adat oleh 5 suku ( Uma ) [ foto  : Dok. YCM ]
Kepulauan Mentawai -- Lima suku (uma) dari Desa Malancan dan Sotboyak, Kecamatan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai menyerahkan usulan penetapan wilayah hukum adat kepada Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, siang ini (Kamis (19/7) di Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai.

Pemetaan wilayah adat sudah dilakukan sejak tahun lalu, dengan fasilitasi Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) dan partisipatif bersama warga suku pemilik tanah.


Usulan penetapan wilayah adat ini dilakukan setelah Mentawai memiliki Perda Pengakuan dan Perlindungan Uma Sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (PPUMHA) tahun lalu.


Ucapan selamat diberikan kepada Pak Jeses Samongilailai, Pak Barnabas Saerejen, Pak Jalimin Sirirui, Pak Aponia Saponduruk dan Pak Marzuki Satanduk atas penyerahan usulan wilayah hukum adat. Semoga verifikasi segera dilakukan dan SK penetapan keluar sehingga kedaulatan wilayah adat suku di Kepulauan Mentawai diakui dan dilindungi negara.(ycm/bd)



Cita Rasa Dalam Seminar Nasional  Bertajuk Estetik

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018

Oleh : Zulkarnaen, S.Sn*)


Penulis mengikuti seminar nasional bertajuk estetik diisi oleh para pakar, diantaranya Prof. Dr. Jacob Sumardjo, Buya Mas’oed Abidin, Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, dan sederatan pakar seni di Indonesia hadir dalam seminar dua hari 18-19 Juli 2018 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang. 

Para pakar seni yang tak kurang dari 10 orang tersebut datang ke Padangpanjang memberikan ilmu tentang estetika agar terasa cita rasanya untuk peserta seminar. 

Peserta seminar berasal dari Padangpanjang, Jakarta, Yogyakarta, Solo dan berbagai kota di Indonesia. Spesialnya seminar nasional yang penulis ikuti kali ini, pesertanya banyak bergelar Doktor. Mahasiswa sekira 10 orang dari 100 peserta seminar.

Seminar nasional bertajuk Estetik dibagi dua sesi perhari. Sesi pertama, moderatornya Dr. Asril, salah seorang dosen paforit ISI Padangpanjang. Sesi pertama dibagi menjadi dua key speakers: Buya Mas’oed Abidin dan Prof. Dr. Jacob Soemardjo. Ihwal mereka berdua, silahkan anda lihat sendiri di internet.

Poin penting yang disampaikan Buya adalah setiap berkarya seniman hendaknya menggunakan background agama, berprilaku sesuai tatanan di daerah setempat dan beretika. Instuisi yang datang dari spirit seseorang berdasarkan background seseorang. 

Satu lagi yang penulis ingat apa yang disampaikan oleh Buya, bahwa estetika adalah dasar dalam agama, karena Allah mencintai estetika, Allah menciptakan semesta alam dengan estetika sesuai apa yang disampaikan dalam alquran.

Prof. Dr. Jacob Sumardjo, darinya penulis dapatkan pengetahuan tentang esetika berangkat dari zaman purba, bahwa karya seniman akan kukuh jika berangkat dari karakter nenek moyang pada zaman purba yang mempertahankan tradisi. Penulis mempersingkat pemaparan makalah beliau dengan kalimat pendek dari Prof. Dr. Jacob Sumardjo: Setiap perkawinan pertentangan melahirkan dinamika. Setiap kesempurnaan lahir dari saling isi mengisi. Namun suara Prof. Dr. Jacob Sumardjo sayup sayup tak sampai kepada para peserta seminar termasuk saya. Ini faktor umur pak  prof.

Pada sesi pertanyaan Dr. Asril mempersilakan peserta bertanya, penulis adalah peserta pertama, selanjutnya Prof. Dr.Yasraf Amir Piliang, Lanang dari Solo, Hamzah dari Padangpanjang, Beni dari Yogyakarta, dan Sadikin dari Jakarta. 

Penulis menanyakan kepada key speaker bagaimana kaitan pertentangan yang melahirkan dinamika dan kesempurnaan saling isi mengisi dengan intuisi, estetika dan etika?

Moderator memperjelas pertanyaan saya dengan singkat kepada key speaker. Dijawab dengan panjang lebar yang intinya saling berkaitan, pertentangan tidak berarti membunuh, jawab Prof. Dr. Soemardjo. 

Sementara Buya menjawab intuisi, estetika dan etika melahirkan kesempurnaan yang saling isi mengisi.

*). Penulis adalah Mahasiswa Akhir S2 ISI Padangpanjang

Terkait Ucapan Direktur, Tenaga Medis RSUD Padang Pariaman Mogok Kerja

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018


PADANG PARIAMAN --Ratusan petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman lakukan aksi mogok kerja, Rabu (18/7). Petugas tersebut tersinggung karena dituduh sebagai teroris.
Setidaknya ada delapan belas dokter spesialis di RSUD Padang Pariaman mengancam mengundurkan diri dari rumah sakit tersebut. 

Dari pantauan awak media terlihat ratusan tenaga medis dan pegawai rumah sakit memadati perkarangan rumah sakit untuk melakukan aksi demo. Dalam orasi yang dipimpin langsung oleh delapan belas dokter spesialis itu, menyatakan ketidaksenangannya atas pernyataan direktur RSUD, saat pelaksanaan apel pagi, yang mengatakan ada teroris di RSUD Padang Pariaman. 

"Kami atas nama dokter spesialis di RSUD Padang Pariaman meminta kepada Pemerintah Padang Pariaman agar mengganti direktur yang saat ini," ujarnya lagi seperti dilansir haluan, Rabu ( 18/07)
.
"Ada 2 persen teroris di rumah sakit ini," ujar kordinator aksi dr. Efriandi, menirukan ucapan direktur RSUD.
Kepada awak media dr. Efriandi, menjelaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya tidak menerima atas pernyataan Direktur RSUD Padang Pariaman tersebut. Pasalnya, pernyataan yang dilontarkan tersebut membuat keresahan kepada seluruh pasien yang menjalani pengobatan di RSUD ini. 

"Bahkan saya ditanya oleh pasien langsung, bapak tidak teroriskan,"ucapnya.
Selaku ketua koordinator aksi dr. Efriandi, Sp.P yang mewakili rekan-rekannya menegaskan tuntutannya, Direktur RSUD Padang Pariaman harus mundur dari jabatannya, kalau tidak sebanyak 18 dokter spesialis yang ada di RSUD Padang Pariaman ini akan mengundurkan diri karena merasa dilecehkan. 

Sementara itu, Lismawati Direktur RSUD Padang Pariaman membantah bahwa ia mengatakan ada teroris di RSUD tempat ia menjabat. Ia hanya menjelaskan tentang teori yang mengategorikan manusia kedalam beberapa tipe, termasuk di dalamnya ada tipe teroris.

"Saya hanya mengatakan bahwa ada beberapa tipe manusia dimuka bumi ini,  termasuk juga tipe manusia teroris. Dalam hal ini teroris yang dimaksud bukan yang meledakan bom. Namun, manusia sebagai pengacau atau tukang ado domba di suatu instansi. Semoga di rumah sakit ini tidak ada tipe seperti demikian," tuturnya. 

Terkait tuntutan dari seluruh dokter spesialis di RSUD ini, menurutnya hanyalah kesalah pahaman antara dirinya dengan tenaga medis tersebut.

"Kalau memang ada perkataan saya yang menyinggung rekan-rekan medis, secara pribadi saya meminta maaf," tambahnya. (ril / haluan )

Nahas, Mobil Rombongan PKK Sumbar Seruduk Rumah , Satu Korban Patah Kaki

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018

Kondisi mobil rombongan PKK Sumbar yang menyeruduk Rumah di Pesisir Selatan ( foto : istimewa )

PESSEL -- Mujur sapanjang hari, Malang sakijok mato. Satu unit mobil rombongan PKK Sumatera Barat 2018 menabrak sebuah rumah warga di pinggir jalan kawasan Nagari Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu 18 Juli 2018, siang.

Peristiwa ini terjadi saat penutupan kegiatan Jambore PKK Sumbar 2018 di Carocok Painan. Diperkirakan, mobil berwarna hitam itu menabrak rumah warga sekitar pukul 14.00 WIB, akibatnya bagian depan rumah warga itu ambruk.

Belum diketahui pasti penyebab kejadian, hanya saja Panitia Penyelenggara Jambore Sumbar 2018, Hamdi menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut saat mobil itu melaju ke arah Padang.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pessel, Iptu. Naomi Yuliani Saragih mengatakan, peristiwa kecelakaan tersebut sudah dalam penanganan unit Laka Polres Pessel. Namun, detail data korban dan kronologis kejadian masih dalam pendataan.
Akibat dari insiden ini,  menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Kapolsek Bayang, Iptu Advianus menyebutkan, rumah yang diseruduk mobil PKK itu merupakan rumah milik Harmainis (40). Saat kejadian, Hamainis sedang kedatangan tamu dan naas tamu itu malah yang menjadi korban.

Korban tersebut mengalami patah tulang dan langsung dirujuk ke RSUP M.Djamil Padang. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka lecet pada bagian tangan
Dia menjelaskan, mobil rombongan PKK Sumbar yang menabrak rumah warga tersebut diketahui bernomor polisi (nopol) BA 8373 B merk Mitsubishi Stada warna hitam. 

Menurutnya, saat kejadian mobil itu datang dari arah Painan dengan kecepatan tinggi. Diduga hilang kendali, mobil itu akhirnya menabrak rumah warga yang berada di kawasan tersebut.

"Pengemudi mobil bernama Syafrianto, sementara data korban belum kita dapat, karena saat itu korban langsung dibawa oleh rombongan yang lain. Untuk informasi selanjutnya, akan kita tindaklanjuti setelah ini," pungkas Kapolsek.(ril/klikpositif)

Sebanyak 33 Orang Koto Nan Gadang Khatam Alquran

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018



Payakumbuh - Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz menerima dan melepas rombongan pawai Khatam Al Qur'an Surau Darul Falah Lingkungan Tanjung Anau Kelurahan Ompang Tanah Sirah Kecamatan Payakumbuh Utara. Kegiatan berlangsung di halaman Balaikota Payakumbuh, Eks. Lapangan Poliko, Rabu (18/7) pagi.

Sebanyak 33 anak mengikuti pawai khatam tersebut, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 20 anak perempuan. Peserta juga diiringi puluhan kendaraan hias dan tokoh masyarakat serta bundo kanduang berpakaian adat khas Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh. 

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Kegiatan, Arman Toro mengatakan bahwa kegiatan sudah berlangsung sejak hari Minggu (15/7) dengan kegiatan Basimak (membaca Al Qur'an-red). Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan pawai. 

"Pawai hari ini merupakan puncak kegiatan khatam yang telah dimulai sejak Hari Minggu pak. InsyaAllah diakhiri dengan pawai dan nanti siang makan bajamba di surau. Untuk itu kami undang bapak ikut makan bajamba bersama kami siang nanti," ujar Arman.

Ditambahkan Arman, pasca pelaksanaan khatam, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program kegiatan bagi peserta khatam tersebut. "Kita sudah siapkan program lanjutan di surau buat mereka, agar tidak stop mengaji pasca khatam, sebagaimana banyak terjadi selama ini," tambah Arman. 

Senada dengan itu, Wakil Walikota juga berpesan agar interaksi anak-anak yang sudah khatam tersebut terus terjalin dengan Al Qur'an. Menurutnya, Al Qur'an mesti terus menjadi bacaan utama bagi para generasi muda.   

"Alhamdulillah, luar biasa. Kita kedatangan tamu, anak-anak yang cinta Al Qur'an, generasi yang akan meneruskan perjuangan kita. insyaAllah calon-calon pemimpin, walikota atau wakil walikota kedepan. Pesan bapak, jangan berhenti baca Qur'an," ujar Wawako Erwin. 

Erwin menceritakan bagaimana dahulu dirinya juga sama dengan para peserta pawai. Menurutnya proses mengaji di masjid atau surau turut mempengaruhi kesuksesan dirinya saat ini.  

"Dulu saya mengaji di Masjid Muslimin Labuah Baru. Sebelum masuk baca doa belajar dulu, serempak dengan suara nyaring. Hal itu terasa membekas di dada hingga hari ini," ucap Erwin sembari mengulangi bacaan doa tersebut dihadapan peserta pawai. 

Sebelum melepas secara resmi,  Wawako Erwin juga sempat mengecek jumlah hafalan yang dimiliki anak-anak peserta pawai. Menurut Wawako, program Tahfidz (hafalan-red) bisa menjadi pilihan program lanjutan sebagaimana disampaikan ketua panitia.

"Setelah ini lanjut Tahfidz. Mudah mudahan lahir para hafidz dan hafidzah baru yang hafal 30 juz dari Suaru Darul Falah," pungkas Wawako Erwin. (BD)

TMMD ke 102, Pabung Kodim 0305/Pasaman Langsung Terjun Goro Bersama Masyarakat

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018



Payakumbuh - Satgas TMMD ke 102 Kodim 0305/Pasaman melaksanakan Gontong Royong (Goro) bersama masyarakat Dusun Sikocar Jorong Situak Barat Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (18/7).

Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0305/Pasaman yang terjun langsung dalam melaksanakan Goro bersama itu, mengatakan, bahwa Goro ini merupakan rangkaian dari TMMD ke 102 Kodim 0305/Pasaman dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih.

"Goro ini merupakan rangkaian dari program TMMD ke 102 Kodim 0305/Pasaman, selain Program Fisik pembangunan jalan dan Pembuatan jamban juga di laksanakan goro bersama. jadi goro ini kita tentukan sasarannya dan dari masyarakat yang memilih menentukan lokasi yang dijadikan skala Proritas bagi mereka dan kita menyesuaikannya," ujarnya.

Menurut Mayor Inf Dekki Sujatmiko, Goro bersama ini adalah upaya menciptakan lingkungan yg bersih bagi masyarakat.

”Kita laksanakan di TPU Dusun Sikocar Jorong Situak Barat, Goro  ini permintaan dari masyarakat dan Kami Satgas TMMD mengerahkan prajurit untuk membantunya.

Disamping itu di kesempatan yang sama Khairul Ritonga Salah satu warga Dusun Sikocar Mengatakan Kehadiran TNI di tengah masyarakat membuat masyarakat bangga dan Puas.

 "Alhamdulillah kehadiran TNI dikampung Sikocar, kami sangat senang dan puas, TNI ikut perhatian dengan kebersihan Kampung kami".

Dikatakan, TNI dengan masyarakat membersihkan TPU Sikocar membuat perhatian masyarakat terhadap TNI semangkin baik. TNI berkecimpung dengan Masyarakat kami, tentu kami sangat puas dan bangga.

“Kedepan kehadiran TNI di tengah tengah masyarakat membawa perubahan bagi masyarakat kampung kami, yang sebelumnya jiwa kegontongroyongan kampung kami mulai pudar sekarang mulai berwarna cerah lagi," harapnya. (Penrem 032/Wbr)

Tak Segan Segan, Sertu Imanuel Tarigan Yonif 131/Brs Bantu Warga Memasak

Diposkan oleh On Thursday, July 19, 2018



Pasaman - Selama pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 102 Kodim 0305/Pasaman anggota Satgas diwajibkan tinggal di rumah warga. Program ini, digelar selama satu Bulan di Jorong Situak Barat Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Malintang Kabupaten Pasaman Barat.

Salah satunya tim Satgas tinggal di rumah Ibu Salamah Rangkuti (43) warga jorong Situak Barat, Sertu Imanuel Tarigan dari Yonif 131/Brs yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 102 Kodim 0305/Pasaman dan rekan rekannya tak segan-segan membantu para ibu memasak serta menyediakan makanan, Rabu (18/7).

Salamah mengatakan, Anggota Satgas yang tinggal di rumah nya selalu membantu memasak.

”Dalam sehari kami memasak tiga kali. Alhamdulillah selama ada anggota TMMD Kodim 0305/Pasaman yang tinggal di sini, bapak bapak tentara mau membantu kami memasak, tentu kami merasa senang,” ujarnya.

Tak hanya itu, selama 8 hari tinggal di rumahnya, Salamah Rangkuti sudah menganggap para TNI sebagai keluarganya sendiri, sehingga dia tak canggung dibantu saat memasak. Hal itu membuat hubungan TNI dan warga semakin erat terjalin. (rel-Penrem 032/Wbr)

HUKRIM

Lowongan Kerja

OPINI KITA

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

MEDIA PARTNER