Follow & Like It !

IKLAN

Dunia Sekolah

Nasib Bacaleg PKS Bukittinggi Mirawati Nurmatias Tunggu Putusan Hakim Berkekuatan Hukum Tetap

On Tuesday, February 19, 2019

Ruzi Haryadi, Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi ( foto : Rizky )

Bukittinggi - Setelah mendengar Putusan Majelis Hakim PN Bukittinggi Kelas I B, Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi, Ruzi Haryadi mengatakan, "Berdasarkan hasil Putusan persidangan menyatakan Puas. 

Tentang apa yang telah dilaksanakan Sentra Gamkumdu bersama unsur terkait mengenai temuan tindak pidana pemilu Bacaleg PKS Kota Bukittinggi Nomor urut 3, Mirawati Nurmatias, dari tingkat penyidikan, tuntutan hingga putusan semua terbukti secara sah dan menyakinkan.

Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu disela-sela penerimaan kertas suara pemilu di Kantor KPU Kota Bukittinggi, Selasa, (19/02). Lanjut Ruzi, Hingga akhirnya Bacaleg PKS ini dinyatakan bersalah telah melakukan pelanggaran pidana pemilu yang telah melakukan kampanye di fasilitas pemerintah. Namun atas putusan majelis hakim tersebut baik pihak penyidik Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan pikir-pikir dulu apakah Putusan Majelis Hakim PN Bukittinggi akan diterima atau tidak.

Terkait dengan kelanjutan Calon Legislatif atas nama Mirawati Nurmatias, Bacaleg PKS Kota Bukittinggi bisa ikut dalam Pemilu pada Bulan April 2019 nanti, Ketua Bawaslu menambahkan, Ada aturan-aturan perundangan undangan yang mengatur tentang hal tersebut.

Suasana Sidang Putusan Majelis Hakim Bacaleg PKS Bukittinggi, Mirawati Nurmatias , Senin (18/02)

Dalam pasal 285 UU RI No. 7 Tahun 2017 mengatur tentang pembatalan Caleg. Lanjut Ruzi, Putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terhadap pelanggaran sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 280 dan pasal 284 yang dikenai kepada pelaksana kampanye anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang berstatus sebagai calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota digunakan sebagai dasar KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten Kabupaten/Kota untuk mengambil tindakan berupa: "Pembatalan calon angota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dari daftar calon tetap atau sebagai calon terpilih."

Nah dengan demikian, bagusnya nanti tanyakan langsung kepada KPU Kota Bukittinggi untuk jawaban yang tepat terhadap permasalahan ini. Untuk masalah tersebut Bawaslu tidak punya wewenang, tutup Ruzi. (Rizky)

Kandungan Makna "Taat"  Dalam QS. An-Nisa ayat 59

On Tuesday, February 19, 2019

Oleh : Yogi Imam, Lc, M.Ag (*

Pasbana.com --- Ketika Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman untuk taat طاعة. Maka konsekuensi logis dari taat itu ada dua pengertian.

Pertama, taat bermakna خضوع (khudhu’) artinya memposisikan diri siap diperintah. Orang yang sudah mentasbihkan diri taat kepada sesuatu, maka dia harus siap apa pun kondisinya kapan pun waktunya untuk siap diperintah melakukan apa pun oleh pihak yang ditaatinya. Karena begitulah heirarki dalam sebuah pengabdian. Tidak ada ruang baginya untuk membantah dan menyanggah.

Ketika terjadi bantahan atau pun sanggahan maka yang bersangkutan sudah bisa di cap sebagai orang yang membangkang (orang yang tidak taat).

Kedua, taat bermakna امتثال  imtisal, artinya seorang yang dikatakan taat itu musti mewujudkan ketaatannya tadi dalam bentuk tindakan yang kongkrit dan nyata. Apakah itu dalam bentuk perintah melakukan sesuatu atau pun perintah meninggalkan sesuatu.

Kalau belum tampak ketaatan itu dalam bentuk tindakan yang kongkrit tadi, maka taat seseorang itu belum membuahkan hasil dan masih dalam tahap wacana serta belum bisa dinilai. Sebab setelah ada tindakan yang kongkrit tadi barulah bisa tampak nilai ketaatan seseorang. Apakah standarnya masih di bawah atau sudah pada level di atas rata-rata.

Makanya makna taat ini berat dan dalam sebenarnya, sehingga ketika Allah SWT perintahkan taat kepada Allah dan Rasulnya, redaksi kata taat tadi tidak diulang untuk Ulil Amri dikarenakan relatif. Artinya Ulil Amri hanya ditaati ketika dia juga tampak ketaannya kepada Allah dan juga RasulNya.

 Wallahu A’alam Bishowab.

*) Penulis adalah Dosen Ilmu al-Qur'an dan Tafsir di IAIN Batusangkar

Bupati Pasaman Resmi Buka Musrenbang Kecamatan Rao Selatan

On Tuesday, February 19, 2019



Pasaman - Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pembangunan, 6 kepala OPD. 1 Sekretaris Dinas dan 6 Kepala Bidang membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rao Selatan yang bertempat  di Aula Kantor Camat, Selasa, 19 Februari 2019.

Musrenbang juga dihadiri oleh Camat bersama muspika, seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, stake holder lainnya dilingkungan Rao Selatan.

Bupati dalam arahannya menyampaikan, perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan melalui urutan pilihan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya yang ada dalam jangka waktu tertentu.

“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini wujud dari pendekatan “bottom up” usulan dari masyarakat nagari, dimana masyarakat bersama pemangku kepentingan menyampaikan dan membahas usulan pembangunan sesuai dengan prioritas dan kebutuhan masyarakat nagari”, tambah Bupati.

Lanjut Bupati, berdasarkan agenda prioritas pembangunan tersebut, seluruh rencana pembangunan dirumuskan mulai dari perencanaan tingkat Nagari, tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten bahkan dapat diperjuangkan pada Musrenbang  tingkat Provinsi dan Nasional.

Pada tempat yang sama Plt. Kepala Bappeda Pasaman Choiruddin Batubara menegaskan bahwa musrenbang merupakan bagian dari proses perencanaan yang harus kita lalui dan hasilnya nanti akan diselaraskan dengan rencana kerja SKPD dan Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Pasaman hingga menjadi rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020.

Pada kesempatan yang sama Camat Rao Selatan Khairul Insan, SP., juga menyampaikan kegiatan hasil musrenbang yang dihimpun dari 3 nagari se-Kecamatan Rao Selatan (Lansek Kodok, Lubuk Layang, Tanjung Betung) yang dilaksanakan beberapa bulan yg lalu.

Ada beberapa pembangunan infrastruktur yang perlu diprioritaskan pembangunannya di tahun 2020, yang meliputi pembangunan jalan, infrastruktur Pertanian, Perikanan dan Perkebunan kata Khairul Insan yang akrab dengan sapaan Irul.

Dan tak kalah pentingnya ditahun 2020 dapat dilaksanakan pekerjaan paving block depan Kantor Camat, Gedung Serbaguna, Rehab Aula Kantor camat Rao Selatan katanya. (Humas /Gani)

Kemendes dorong Kawasan perdesaan jadi Pilar utama Ekonomi Desa

On Tuesday, February 19, 2019



Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi mengatakan, pendekatan kawasan perdesaan sangat tepat untuk membantu peningkatan ekonomi di desa. Ia bahkan mendorong kawasan perdesaan menjadi pilar utama ekonomi desa.

"Mudah-mudahan bangunan yang sudah kita letakkan, bisa kita lanjutkan dan bisa kita kuatkan untuk segera menjadikan kawasan perdesaan sebagai pilar utama dalam mendukung perekonomian perdesaan," ujarnya saat memberikan arahan pada Sosialisasi Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT di Jakarta, Senin (18/2).

Ia mengatakan, aneka program yang dijalankan untuk desa harus memiliki spirit mengoptimalkan potensi kerjasama antar desa. Sehingga kerjasama antar desa tersebut, lanjutnya, akan dapat mempercepat dalam mewujudkan pembangunan perdesaan.

"Kita dalam menawarkan program pun juga harus melihat potensi masing-masing desa itu sendiri. Kawasan desa itu bisa terdiribdari dua, tiga atau lebih desa, yang bagaimana agar kawasan tersebut busa tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Menurut Anwar Sanusi, terdapat banyak cara yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan pengembangan kawasan perdesaan, seperti halnya Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama. Menurutnya, pengembangan ekonomi dengan pendekatan kawasan seperti ini akan lebih efektif dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.

"Bagaimana agar melalui kawasan perdesaan ini bisa kita buat pusat-pusat ekonomi baru. Bicara kelembagaan ekonomi, kita buat pendekatan kawasan. Kalau di desa itu ada BUMDes, kalau di kawasabln kita bikin BUMDes Bersama," ujarnya.

Terkait sosialisasi program kawasan perdesaan tersebut ia mengatakan, agar juga dimanfaatkan untuk menggali potensi-potensi yang dapat dikembangkan di kawasan perdesaan. Ia berharap, sosialisasi tersebut  dapat segera ditindaklanjuti dengan turut melibatkan berbagai stakeholder baik dari pemerintahan pusat, daerah, perguruan tinggi maupun swasta.

"Kalau kita membangun kawasan perdesaan, artinya kita juga sedang mendorong percepatan pembangunan desa. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kita bisa menggali potensi untuk mengembangkan kawasan perdesaan. Karena kita tidak bisa menjangku semuanya terkait limitasi," ujarnya.(ril/dyko)

Dari Buaian Petani Menuju Negri China

On Tuesday, February 19, 2019


Pasbana.com --- Takdir tak ada yang bisa menerka, masa depan tidak ada yang tau, manusia dituntut hanya berusaha dalam sebuah perjalanan. Dan Allah pun telah berfirman bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib seseorang sebelum seseorang tersebut yang merubahnya.

Begitulah kira-kira yang ada di benak Hardi Setiawan. Lahir dari keluarga yang kurang mampu, Hardi kecil pernah bercita-cita untuk ke luar negri. Rasanya mimpi itu tak akan pernah terwujud, bagaimana tidak? 

Orangtua yang bekerja sebagai petani, makan enak 3 kali sehari saja belum tentu terwujud boro-boro mau ke luar negri.
Pada masa kecil Hardi menghabiskan waktu untuk belajar, demi suatu impian untuk merubah nasib keluarga. 

Anak pertama memang mempunyai beban berat harus mampu sebagai contoh bagi adik-adiknya. Itulah salah satu cambukan semangat bagi Hardi untuk belajar lebih ekstra. 


Alhasil, buah dari belajar tekun mulai dari sekolah dasar hingga atas menempatkan Hardi sebagai mahasiswa di Jurusan Matematika Universitas Andalas dengan jalur beasiswa. Untuk menyambung hidup di perantauan, Hardi aktif sebagai penyanyi nasyid di kota Padang. 

Selang waktu, Hardi si anak petani akhirnya menjadi seorang sarjana sains. Kehidupan nyata telah menanti Hardi! Tak seperti teman-temannnya yang lain menunggu ijazah untuk melamar pekerjaan. 

Hardi tak ingin menunggu, dan ia tak malu untuk melamar pekerjaan di sebuah cafe yang notabenenya bukan kapasitas sarjana sains. Sejatinya, pria kelahiran simalanggang 5 Februari 1985 ini bercita-cita sebagai pegawai yang berdasi. 

Namun kesempatan untuk mewujudkan impian itu tak kunjung datang. Karena niatnya sedari dulu secepatnya membantu tanggungan orangtua, Hardi tak begitu menghiraukan pekerjaan apa yang ditekuni.

Tak berselang lama, Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah Payakumbuh (YPI-RJ) membuka lowongan untuk pegawai tata usaha (TU) dan guru. Hardi mencoba keberuntungannya, mendaftarkan diri sebagai pegawai TU. Ultra pada saat itu panitia seleksi (sekarang menjadi ketua YPI RJ) mengatakan kepada Hardi yang kira-kira begini “kamu kok bodoh, mau menjadi pegawai sementara kamu lulusan Matematika” setelah itu Hardi manut dengan perkataan pak Ultra dan agak sedikit terpaksa untuk menjadi seorang guru, hal yang sama sekali tidak pernah diniatkan.


Menjadi guru adalah keterpaksaan bagi Hardi, namun kini keterpaksaan itu menjadi sebuah hadiah yang begitu manis. Kenapa tidak? 

Karena jadi guru itulah mimpi ke luar negri terwujud. Singapura, malaysia dan kini China akan Hardi singgahi. Belum lagi prestasi-prestasi yang beliau torehkan kepada anak muridnya. Hardi telah banyak mewujudkan mimpi-mimpi muridnya, pergi ke luar kota, naik pesawat terbang begitulah kira-kira mimpi sederhana anak muridnya dan itu telah terwujud dengan indah.

Ratusan prestasi murid yang Hardi didik dan puluhan prestasi pribadi yang  ditorehkan menempatkan beliau menjadi seorang guru yang begitu diperhitungkan di kota Payakumbuh dan Sumatera Barat. 

Memang begitulah rencana Tuhan begitu manis jika kita dapat mensyukuri dan tetap optimis walau jatuh ditimpa tangga sekalipun. Kini, setiap pergi lomba ditingkat kota ataupun provinsi di Sumatera Barat Hardi maupun anak muridnya pasti membawa trophy pulang. 

Pada kurun 8 bulan terakhir ini saja, SMP Raudhatul Jannah sekolah tempat Hardi mengajar telah 6 kali juara umum lomba bidang studi. Hal yang tak pernah Hardi bayangkan sekalipun. 

Sejatinya, pada tahun 2013 nama Hardi telah naik ke tingkat nasional ketika ia menjadi ranking 1 Nasional olimpiade guru nasional (ogn) namun karena nama beliau menjadi seorang guru belum terdaftar resmi di kementerian, jadi ia didiskualifikasi. 

Pada tahun 2016 ia mencoba lagi dan tembus finalis tingkat nasional. Tahun 2017 Hardi kembali ikut dan ia juara 1 tingkat provinsi dan peringkat 6 nasional, karena ajang inilah yang membuat hardi akan menginjakkan kaki ke negri China. 

27 Februari 2019  mendatang akan menjadi kisah baru bagi Hardi, akan terbang ke negri tirai bambu, sekedar memperluas asa untuk menggenggam dunia. 

Begitulah kesuksesan itu, ia tidak akan melihat dari rahim siapa kamu lahir atau darimana latar belakangmu. Karena kesuksesan hanya datang kepada orang yang mau bekerja keras dan tak pantang menyerah.(*)

Ditulis oleh : 
Panji Anugerah, S.Sos
HUMAS YPI Raudhatul Jannah

Disdukcapil Kejar Tayang PRR KTP-El Nol Persen

On Tuesday, February 19, 2019


Payakumbuh - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh kejar tayang untuk menjadikan Print Ready Record (PRR) KTP-El nol persen. Istilah PRR ini adalah masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP-El, tapi belum mengambil KTP-El. Hal ini berguna bagi masyarakat untuk memperoleh hak sebagai Warga Negara Indonesia.

Sampai saat ini, di Kota Payakumbuh masih ada sekitar 700 lebih masyarakat yang sudah PRR. Untuk itu, Disdukcapil jemput bola kelapangan untuk mengejar masyarakat dan memberikan KTP-El miliknya. Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Dukcapil, Yunida Fatwa melalui Kasi Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Alfiandra saat melakukan percetakan KTP-El massal di kantor Camat Payakumbuh Utara, Senin (18/02) dengan mengundang sekitar 355 masyarakat yang PRR di Payakumbuh.

Dikatakan, kami harus jemput bola dan kerja ekstra sampai pertengah Maret 2019 ini. Pasalnya, ada target dari pemerintah pusat yang mengharuskan kami untuk nol persen perihal PRR ini.

Menurut Alfiandra, kedatangan Disdukcapil ke Kantor Camat Payakumbuh Utara ini setelah melakukan analisis lapangan dan konsultasi dengan 9 kelurahan di Payakumbuh Utara. Disini banyak terdapat Lansia dan penyandang Difabel yang tidak bisa menjemput KTP-El ke Kantor Disdukcapil. Namun sebelum datang, pihaknya terlebih dahulu mengkomunikasi kegiatan ini kepada lurah-lurah yang ada di Payakumbuh Utara.

“Seminggu sebelum kami datang kesini, sudah ada koordinasi dengan pihak kelurahan yang ada di Payakumbuh Utara ini dan didapat hasil untuk stand by sehari penuh di kantor Camat sehari penuh. Nanti pihak kelurga para lansia dan penyandang difabel yang mengantarkan pemilik KTP-El ke kantor ini,” kata Alfiandra.

Selain stand by di kantor camat ini, rangkaian kerja Disdukcapil untuk mengejar target pemerintah pusat ini juga turun ke rumah-rumah masyarakat.

“Kami juga turun ke rumah-rumah masyarakat. Namun untuk hari ini kami stand by di Kantor Camat Payakumbuh Utara. Besok sudah kembali lagi bergerilya ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan di kantor Camat ini sampai pukul 12.00 WIB, sudah tercetak lebih 100 KTP-El dan akan berlanjut hingga pukul 15.00 WIB. Jika masyarakat Payakumbuh Utara yang telah diundang, namun berhalangan hadir ke Kantor Camat Payakumbuh Utara bisa mengambil KTP-El dirinya di Kantor Disdukcapil.

“Yang berhalangan hadir, bisa mengambilnya di kantor Disdukcapil. Tinggal di cetak saja, paling lama 10 menit siap. Pasti kami layani dan fasilitasi bagi mereka yang sudah mendapat undangan,” katanya.

Alfiandra juga menyampaikan bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman maupun pengambilan KTP-El, bisa berkoordinasi dengan pihak kelurahannya masing-masing. Nanti pihak kelurahan yang menyampaikan ke Dukcapil, atau bisa langsung ke Dukcapil. (BD)

Turun Langsung ke Desa, Mendes minta Infrastruktur diperhatikan

On Tuesday, February 19, 2019



Bengkulu - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko P Sandjojo terharu dengan kondisi infrastruktur disejumlah desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang dinilai sangat memprihatinkan.

"Saya melihat infrastruktur sangat menyedihkan. karena utk jalan saja, saya merasakan bahwa  kaki saya masih keseleo. Belum lagi jembatan yang lumayan mengkhawatirkan juga. Itu berarti saya sangat mengapresiasi perjuangan sehari-hari masyarakat. apalagi kalau ada keadaan yang darurat," kata Eko saat mengunjungi Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma dalam rangka peresmian pengoperasian listrik pada Senin (18/2).

Dengan kondisi infrastruktur yang sangat menyedihkan itu, Eko mengajak kepada Bupati Seluma maupun Bupati lainnya di Bengkulu untuk segera berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan agar mendapat program untuk pembangunan akses jalan dan jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Oleh karena itu, saya ajak Bupati untuk segera bertemu dengan kementerian terkait. Disamping kementerian desa juga memang ada program jembatan. Ini menjadi perhatian. Kalau tidak, kasian masyarakatnya. Apa-apa akan menjadi mahal. Kami dari kementerian desa akan perjuangkan, Paling tidak jembatannya bisa dilalui kendaraan. Lumayan serem juga jembatannya. Yang jelas, Ini harus diperjuangkan bersama," tegasnya.

Lebih lanjut Eko menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo selalu memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk terus turun kedesa-desa supaya mengetahui kondisi dan mendengar langsung keluhan masyarakat. 

"Jadi dengan mengetahui secara langsung ternyata masuk kedesa ini saja jalannya setengah mati. Sebetulnya program dari pemerintah pusat banyak. Cuman perlu dari pemda untuk lebih aktif lagi melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. Ada sekitar Rp 560 triliun dari 19 kementerian. Karena penting informasi ini supaya diperjuangkan agar dana-dana tersebut bisa tepat sasaran. Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program," katanya.

Terkait program dana desa, Eko menyarankan kepada desa-desa yang masih tertinggal infrastrukturnya untuk terus meningkatkan infrastrukturnya. 

"Jadi, saya sarankan disini atau Desa Sinar Pagi dan desa-desa lainnya yang infrastrukturnya sangat kurang untuk terus membangun infrastruktur dengan dana desa. Selain itu juga buat desa-desa wisata yang bisa mendatangkan pendapatan dan bisa mendapatkan pekerjaan ke masyarakat disini," katanya.(ril/dyko)

Ratusan Pelayat Hantarkan Robi Keperistirahatan Terakhir

On Tuesday, February 19, 2019



Tanah Datar – Robi Alhakim (18) santri korban pengeroyokan oleh sesama rekannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas dihantarkan ratusan warga, kerabat, dan rekan-rekannya keperistirahatan terakhir. 

Berdasarkan pantauan Pasbana.com dilapangan, tangis haru turut menyelimuti pemakaman Robi Alhakim, di pandam pekuburan keluarga di Jorong Pamansiangan Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin malam (18/2) sekitar pukul 20.00 WIB.

Robi dikabarkan meninggal Senin pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah mengikuti proses autopsy, jenazah Robi Alhakim dihantarkan ke kampung halaman orangtuanya menggunakan ambulanc milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum dimakamkan, jenazah Robi Alhakim yang sampai selepas magrib menjelang isya tersebut langsung disholatkan di Masjid Al Alam Nagari Koto Laweh. 

Salah seorang pihak keluarga, R Dt Uban mengatakan, bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Robi Alhakim. Dan pihaknya meminta, agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut.

”Kami dari pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Robi. Dan kami juga menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar dapat diusut tuntas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek X Koto AKP. Rita Saryanti mengatakan, kasus ini akan diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan ia mengatakan, bahwa pihak kepolisian akan transparan dalam penanganan kasus ini.

“Kita dari pihak kepolisian pasti akan menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak akan ada yang ditutup-tutupi disini, semuanya transparan, dan masyarakat dapat memantau hal tersebut,” pungkasnya. (Del)

Mirawati Nurmatias Divonis 7 Bulan Pidana Penjara Tidak Perlu Dijalankan, Masa Percobaan 1 Tahun, Denda 10 Juta Rupiah, Subsider 3 Bulan

On Monday, February 18, 2019


Bukittinggi - Dalam Amar Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bukittinggi, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Said Hasan SH, Hakim Anggota Maria Mutiara SH MH dan Dewi Yanti SH menyatakan, untuk menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa maka Majelis Hakim perlu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan Terdakwa.
 
Hal yang memberatkan Terdakwa yakni mencederai tujuan pemilihan umum yang bertentangan dengan azaz langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil.
Sementara hal yang meringankan Terdakwa yakni mengakui perbuatannya, tidak pernah dihukum, memiliki 3 orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang orang tua. Senin, (18/02).

Dalam Amar Putusan Majelis Hakim Memperhatikan, pasal 521 jo pasal 280 ayat (1) huruf h UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Perundangan lainnya yang berhubungan dengan perkara ini, Maka Majelis Hakim PN Bukittinggi Mengadili:

1. Menyatakan Terdakwa Mirawati Nurmatias telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemilu yaitu sebagai peserta yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu menggunakan fasilitas pemerintah. 

2. Menetapkan Terdakwa pidana penjara selama 7 bulan.

3. Menetapkan pidana tersebut tidak perlu dijalankan Terdakwa dengan masa percobaan selama 1 tahun.

4. Pidana denda oleh Terdakwa sebesar 10 juta rupiah dan subsider 3 bulan. 

5. Menetapkan Barang bukti.

6. Menghukum Terdakwa dengan membayar biaya persidangan sebesar 5 ribu rupiah.

Dalam akhir Amar Putusan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan pikir-pikir atas Putusan Majelis Hakim. (Rizky)

IKLAN


HUKRIM

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU