Follow & Like It !

IKLAN

Dunia Sekolah

Disdukcapil Kejar Tayang PRR KTP-El Nol Persen

On Tuesday, February 19, 2019


Payakumbuh - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh kejar tayang untuk menjadikan Print Ready Record (PRR) KTP-El nol persen. Istilah PRR ini adalah masyarakat yang sudah melakukan perekaman KTP-El, tapi belum mengambil KTP-El. Hal ini berguna bagi masyarakat untuk memperoleh hak sebagai Warga Negara Indonesia.

Sampai saat ini, di Kota Payakumbuh masih ada sekitar 700 lebih masyarakat yang sudah PRR. Untuk itu, Disdukcapil jemput bola kelapangan untuk mengejar masyarakat dan memberikan KTP-El miliknya. Hal tersebut dijelaskan Kepala Dinas Dukcapil, Yunida Fatwa melalui Kasi Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Alfiandra saat melakukan percetakan KTP-El massal di kantor Camat Payakumbuh Utara, Senin (18/02) dengan mengundang sekitar 355 masyarakat yang PRR di Payakumbuh.

Dikatakan, kami harus jemput bola dan kerja ekstra sampai pertengah Maret 2019 ini. Pasalnya, ada target dari pemerintah pusat yang mengharuskan kami untuk nol persen perihal PRR ini.

Menurut Alfiandra, kedatangan Disdukcapil ke Kantor Camat Payakumbuh Utara ini setelah melakukan analisis lapangan dan konsultasi dengan 9 kelurahan di Payakumbuh Utara. Disini banyak terdapat Lansia dan penyandang Difabel yang tidak bisa menjemput KTP-El ke Kantor Disdukcapil. Namun sebelum datang, pihaknya terlebih dahulu mengkomunikasi kegiatan ini kepada lurah-lurah yang ada di Payakumbuh Utara.

“Seminggu sebelum kami datang kesini, sudah ada koordinasi dengan pihak kelurahan yang ada di Payakumbuh Utara ini dan didapat hasil untuk stand by sehari penuh di kantor Camat sehari penuh. Nanti pihak kelurga para lansia dan penyandang difabel yang mengantarkan pemilik KTP-El ke kantor ini,” kata Alfiandra.

Selain stand by di kantor camat ini, rangkaian kerja Disdukcapil untuk mengejar target pemerintah pusat ini juga turun ke rumah-rumah masyarakat.

“Kami juga turun ke rumah-rumah masyarakat. Namun untuk hari ini kami stand by di Kantor Camat Payakumbuh Utara. Besok sudah kembali lagi bergerilya ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Dalam kegiatan di kantor Camat ini sampai pukul 12.00 WIB, sudah tercetak lebih 100 KTP-El dan akan berlanjut hingga pukul 15.00 WIB. Jika masyarakat Payakumbuh Utara yang telah diundang, namun berhalangan hadir ke Kantor Camat Payakumbuh Utara bisa mengambil KTP-El dirinya di Kantor Disdukcapil.

“Yang berhalangan hadir, bisa mengambilnya di kantor Disdukcapil. Tinggal di cetak saja, paling lama 10 menit siap. Pasti kami layani dan fasilitasi bagi mereka yang sudah mendapat undangan,” katanya.

Alfiandra juga menyampaikan bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman maupun pengambilan KTP-El, bisa berkoordinasi dengan pihak kelurahannya masing-masing. Nanti pihak kelurahan yang menyampaikan ke Dukcapil, atau bisa langsung ke Dukcapil. (BD)

Turun Langsung ke Desa, Mendes minta Infrastruktur diperhatikan

On Tuesday, February 19, 2019



Bengkulu - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko P Sandjojo terharu dengan kondisi infrastruktur disejumlah desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang dinilai sangat memprihatinkan.

"Saya melihat infrastruktur sangat menyedihkan. karena utk jalan saja, saya merasakan bahwa  kaki saya masih keseleo. Belum lagi jembatan yang lumayan mengkhawatirkan juga. Itu berarti saya sangat mengapresiasi perjuangan sehari-hari masyarakat. apalagi kalau ada keadaan yang darurat," kata Eko saat mengunjungi Desa Sinar Pagi, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma dalam rangka peresmian pengoperasian listrik pada Senin (18/2).

Dengan kondisi infrastruktur yang sangat menyedihkan itu, Eko mengajak kepada Bupati Seluma maupun Bupati lainnya di Bengkulu untuk segera berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan agar mendapat program untuk pembangunan akses jalan dan jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

"Oleh karena itu, saya ajak Bupati untuk segera bertemu dengan kementerian terkait. Disamping kementerian desa juga memang ada program jembatan. Ini menjadi perhatian. Kalau tidak, kasian masyarakatnya. Apa-apa akan menjadi mahal. Kami dari kementerian desa akan perjuangkan, Paling tidak jembatannya bisa dilalui kendaraan. Lumayan serem juga jembatannya. Yang jelas, Ini harus diperjuangkan bersama," tegasnya.

Lebih lanjut Eko menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo selalu memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk terus turun kedesa-desa supaya mengetahui kondisi dan mendengar langsung keluhan masyarakat. 

"Jadi dengan mengetahui secara langsung ternyata masuk kedesa ini saja jalannya setengah mati. Sebetulnya program dari pemerintah pusat banyak. Cuman perlu dari pemda untuk lebih aktif lagi melaporkan, agar dana-dana dari pusat itu tepat kepada yang benar-benar membutuhkan. Ada sekitar Rp 560 triliun dari 19 kementerian. Karena penting informasi ini supaya diperjuangkan agar dana-dana tersebut bisa tepat sasaran. Jangan desa-desa maju mendapat program dan desa-desa sangat tertinggal malah tidak mendapatkan program," katanya.

Terkait program dana desa, Eko menyarankan kepada desa-desa yang masih tertinggal infrastrukturnya untuk terus meningkatkan infrastrukturnya. 

"Jadi, saya sarankan disini atau Desa Sinar Pagi dan desa-desa lainnya yang infrastrukturnya sangat kurang untuk terus membangun infrastruktur dengan dana desa. Selain itu juga buat desa-desa wisata yang bisa mendatangkan pendapatan dan bisa mendapatkan pekerjaan ke masyarakat disini," katanya.(ril/dyko)

Ratusan Pelayat Hantarkan Robi Keperistirahatan Terakhir

On Tuesday, February 19, 2019



Tanah Datar – Robi Alhakim (18) santri korban pengeroyokan oleh sesama rekannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas dihantarkan ratusan warga, kerabat, dan rekan-rekannya keperistirahatan terakhir. 

Berdasarkan pantauan Pasbana.com dilapangan, tangis haru turut menyelimuti pemakaman Robi Alhakim, di pandam pekuburan keluarga di Jorong Pamansiangan Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin malam (18/2) sekitar pukul 20.00 WIB.

Robi dikabarkan meninggal Senin pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah mengikuti proses autopsy, jenazah Robi Alhakim dihantarkan ke kampung halaman orangtuanya menggunakan ambulanc milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sebelum dimakamkan, jenazah Robi Alhakim yang sampai selepas magrib menjelang isya tersebut langsung disholatkan di Masjid Al Alam Nagari Koto Laweh. 

Salah seorang pihak keluarga, R Dt Uban mengatakan, bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Robi Alhakim. Dan pihaknya meminta, agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut.

”Kami dari pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Robi. Dan kami juga menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar dapat diusut tuntas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek X Koto AKP. Rita Saryanti mengatakan, kasus ini akan diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan ia mengatakan, bahwa pihak kepolisian akan transparan dalam penanganan kasus ini.

“Kita dari pihak kepolisian pasti akan menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak akan ada yang ditutup-tutupi disini, semuanya transparan, dan masyarakat dapat memantau hal tersebut,” pungkasnya. (Del)

Mirawati Nurmatias Divonis 7 Bulan Pidana Penjara Tidak Perlu Dijalankan, Masa Percobaan 1 Tahun, Denda 10 Juta Rupiah, Subsider 3 Bulan

On Monday, February 18, 2019


Bukittinggi - Dalam Amar Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bukittinggi, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Said Hasan SH, Hakim Anggota Maria Mutiara SH MH dan Dewi Yanti SH menyatakan, untuk menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa maka Majelis Hakim perlu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan Terdakwa.
 
Hal yang memberatkan Terdakwa yakni mencederai tujuan pemilihan umum yang bertentangan dengan azaz langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil.
Sementara hal yang meringankan Terdakwa yakni mengakui perbuatannya, tidak pernah dihukum, memiliki 3 orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang orang tua. Senin, (18/02).

Dalam Amar Putusan Majelis Hakim Memperhatikan, pasal 521 jo pasal 280 ayat (1) huruf h UU RI No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Peraturan Perundangan lainnya yang berhubungan dengan perkara ini, Maka Majelis Hakim PN Bukittinggi Mengadili:

1. Menyatakan Terdakwa Mirawati Nurmatias telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemilu yaitu sebagai peserta yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu menggunakan fasilitas pemerintah. 

2. Menetapkan Terdakwa pidana penjara selama 7 bulan.

3. Menetapkan pidana tersebut tidak perlu dijalankan Terdakwa dengan masa percobaan selama 1 tahun.

4. Pidana denda oleh Terdakwa sebesar 10 juta rupiah dan subsider 3 bulan. 

5. Menetapkan Barang bukti.

6. Menghukum Terdakwa dengan membayar biaya persidangan sebesar 5 ribu rupiah.

Dalam akhir Amar Putusan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum Terdakwa menyatakan pikir-pikir atas Putusan Majelis Hakim. (Rizky)

Peringati HKN, Kakankemenag Minta ASN Sadar Pelayan dan Tidak Hoax

On Monday, February 18, 2019


Pasaman -  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman meperingatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) dengan melakukan upacara bendera di halaman kantor tersebut, Senin (18/2).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Pasaman Dedi Wandra bertindak sebagai inspektur upacara tersebut, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) itu adalah pelayan masyarakat.

Dedi mengingatkan agar ASN untuk tidak turut serta menyebarkan maupun memberitakan informasi-informasi atau berita yang tidak benar apalagi di tahun-tahun politik ini.

ASN Kankemenag harus profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tegasnya.

Momentum HKN ini mari kita menanamkan nilai-nilai bahwa, ASN itu sebagai abdi negara yang bekerja dengan penuh ikhlas serta tanggung jawab, lebih mengutamakan kepentingan lembaga dari urusan pribadinya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Asrul menambahkan, bahwa HKN ini dapat menyadarkan ASN untuk semakin meningkatkan kedisiplinan baik dalam bekerja maupun masuk dan keluar kantor. (Gani)

Pemda Pasaman Bentuk 3 Tim Rancangam Musrenbang Tingkat Kecamatan

On Monday, February 18, 2019


Pasaman - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dalam Kabupaten Pasaman tahun 2019 dalam rangka memusyawarahkan usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2020 dimulai tanggal 18 hingga 21 Februari 2019.

Pemerintah Kabupaten Pasaman dibawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) membentuk 3 tim melibatkan seluruh SOPD. Tim  pertama dipimpin oleh Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, tim kedua dipimpin oleh Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama, tim ketiga dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman H. Mara Ondak.

Hari pertama Tim I dibawah pimpinan Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pembangunan, 6 kepala OPD. 1 Sekretaris Dinas dan 6 Kepala Bidang menghadiri pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mapat Tunggul di Kantor Camat Pintu Padang,  Senin (18/2/2019).

Musrenbang Kecamatan Mapat Tunggul turut dihadiri oleh Bupati Pasaman, Camat bersama muspika, Anggota DPRD yang berasal dari Dapil Kecamatan Rao, Rao Utara dan Kecamatan Mapat Tunggul, seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP, Kepala Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, stake holder lainnya dilingkungan Mapat Tunggul.

Plt. Kepala Bappeda Pasaman Choiruddin Batubara menegaskan bahwa musrenbang merupakan bagian dari proses perencanaan yang harus kita lalui dan hasilnya nanti akan diselaraskan dengan rencana kerja SKPD dan Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Pasaman hingga menjadi rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2020.

Kepala Bappeda menambahkan, tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Bappeda mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-planning. Aplikasi ini akan mengakomodir usulan 10 kegiatan per nagari mencakup bidang fisik, ekonomi dan sosial budaya. (Gani)

Bupati Pasaman Hadiri Musrenbang Kecamatan Mapat Tunggul

On Monday, February 18, 2019


Pasaman - Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pembangunan, 6 kepala OPD. 1 Sekretaris Dinas dan 6 Kepala Bidang menghadiri pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mapat Tunggul di Kantor Camat Camat setempat, Senin (18/2/2019).

Bupati dalam arahannya menyampaikan, perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan melalui urutan pilihan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumberdaya yang ada dalam jangka waktu tertentu.

“Musrenbang yang kita laksanakan hari ini wujud dari pendekatan “bottom up” usulan dari masyarakat nagari, dimana masyarakat bersama pemangku kepentingan menyampaikan dan membahas usulan pembangunan sesuai dengan prioritas dan kebutuhan masyarakat nagari”, tambah Bupati.

Lanjut Bupati, berdasarkan agenda prioritas pembangunan tersebut, seluruh rencana pembangunan dirumuskan mulai dari perencanaan tingkat Nagari, tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten bahkan dapat diperjuangkan pada Musrenbang  tingkat Provinsi dan Nasional. (Gani)

Masyarakat Koto Laweh Inginkan Kasus Pengeroyokan Santri Diusut Tuntas

On Monday, February 18, 2019



Tanah Datar —Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya Robi Alhakim (18) santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iklhas Senin pagi (18/2) sekitar pukul 06.20 WIB, membuat masyarakat Nagari Koto Laweh Kecamatan X Koto, meradang.

Dari informasi yang dihimpun Pasbana.com di lapangan, korban yang merupakan anak kemanakan dari Nagari Koto Laweh, merasa perbuatan pengeroyokan yang dilakukan oleh sesama rekan korban tempat menuntut ilmu tersebut, telah melukai perasaan masyarakat Nagari Koto Laweh.

Ketua Pemuda Nagari Koto Laweh Pel (41) di Kantor Walinagari Koto Laweh menyebutkan, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan terhadap alm. Robi Alhakim merupakan perbuatan yang telah mencoreng nama baik Ponpes Nurul Ikhlas maupun Nagari Koto Laweh.

“Tadi puluhan pemuda telah berkumpul di kantor walinagari untuk mendatangi Ponpes Nurul Ikhlas mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh pihak pesantren terkait timbulnya korban dari peristiwa pengeroyokan tersebut, pemuda emosi setelah mendapatkan kabar kalau korban meninggal dunia,” sebut Pel. 

Aksi puluhan pemuda tersebut berhasil diredam oleh Walinagari dan Ketua KAN yang mengumpulkan pemuda di kantor walinagari dan mendatangkan pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan kepada pemuda.

"Kami juga meminta pertanggungjawaban, kepada pihak Ponpes atas kejadian penganiayaan ini, pihak ponpes tidak boleh lepas tangan, dan dari pihak kepolisian kami menginginkan kasus ini diusut hingga tuntas," jelas Pel.

Sementara itu, Ketua KAN Koto Laweh D.Dt Mudo bersama perangkat nagari, dirinya menyampaikan agar permasalahan yang terjadi di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas bisa diselesaikan dengan cara yang baik, sambil menunggu proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kita tunggu dulu, bagaiman proses hukum terhadap para pelaku, jangan sampai kita menambah masalah baru. Bagusnya, kita minta tunggu dulu bagaimana proses hukum dari pihak kepolisian dulu, karena ini sudah menjadi atensi dari pihak penegak hukum. Mudah-mudahan kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama,” sebutnya.



Kapolsek X Koto AKP. Rita Saryanti menyampaikan, saat ini proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan tengah berlangsung, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, mengamankan para pelaku hingga pra rekonstruksi di lokasi kejadian.

“Kita minta masyarakat disini untuk tetap bersabar, Karena proses hukum terhadap peristiwa pengereyokan tersebut sudah dilakukan. Saat ini penyidik sudah menetapkan status hukum terhadap 17 orang pelaku dan 2 orang saksi dari 19 orang pelaku pengeroyokan,” sebut Rita Saryanti.

Rita Saryanti juga menyampaikan, proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan telah sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Perempuan Nomor 11 Tahun 2012, yang berbeda dengan proses terhadap masyarakat umum.

Terhadap adanya permintaan dari Anak Nagari Koto Laweh, lanjutnya, anak nagari bisa meminta penjelasan kepada pihak pesantren terhadap kasus pengeroyokan yang dialami oleh almarhum Robi Alhakim, tetapi dengan cara mendatangi pihak pesantren oleh perwakilan, ataupun memasukkan surat permintaan resmi.

“Yang tidak kami ingin, adanya tindakan anarkis dari anak nagari. Karena nantinya akan menimbulkan masalah baru, termasuk berurusan dengan aparat hukum, jika berbuat anarkis. Baiknya, kita selesaikan dulu proses pemakaman terhadap korban dan kita dudukkan kembali bagaimana proses selanjutnya dengan pihak keluarga dan ponpes,” sebutnya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari aparatur nagari dan Kapolsek X Koto, puluhan warga yang berkumpul di kantor Walinagari Koto Laweh kembali membubarkan diri dan membatalkan aksi untuk mendatangi Ponpes Nurul Ikhlas. (Del)

Wabup Pasaman Hadiri Minang Kabau Cup II di Padang Pariaman

On Monday, February 18, 2019


Pasaman - Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama, ST menghadiri sertandingan sepak bola 16 piala Minangkabau Cup II, sekaligus memberi dukungan kepada tim Pasaman yang sedang berlaga di lapangan ABC Kampung Dalam kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman, (18/2/19).

Pada Pertandingan yang diadakan ini di ikuti oleh 4 klub yaitu kecamatan Padang Gelugur Pasaman, Kecamatan V Koto Kampung Dalam Padang Pariaman, Kecamatan Koto Balingka Pasaman Barat, Kecamatan Sugayang Tanah Datar. 

Keempat klub ini berada di Grup K.
Atos Pratama mengatakan, Pertandiang sepak bola ini adalah ajang untuk mencari bibit - bibit pesepak bola Pasaman dan Sumatera Barat. Untuk itu bermainlah secara sportif, dan tunjukkan kemampuan terbaikmu kepada tim Kecamatan Padang Gelugur.

Berbainlah dengan baik, ciptakan peluang sebanyak banyaknya, dan cetak gol ke kegawang lawan. Pertandingan ini adalah membawa nama Kabupaten Pasaman, seru Atos Pratama.

Pantauan awak media, pertandingan Padang Gelugur berhadapan dengan Kecamatan Koto V, pada jam 13:30 dengan skor 1:1. kedua gol ini diciptakan di babak pertama, dan Padang Gelugur unggul lebih dahulu.

Tampak hadir Delsi Syafei, Kabag Humas, Rombongan Pemda, Pengurus Koni, Wali Nagari Bahagia dan Wali Nagari Sontang Cubadak. (Gani)

IKLAN


HUKRIM

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

CARITO LAPAU