Berantas Pungli

Aliansi Media Online Indonesia

Aliansi Media Online Indonesia
SBR Akan Dikukuhkan Sebagai 5 Komunitas Sosial Terbesar di Indonesia Saat Dideklarasikan

Diposkan oleh On Thursday, June 21, 2018

Boy Rafli bersama Congq. (Dok. Perwira Management)


PADANG - Berangkat dari rasa simpati pada kinerja dan pengabdian Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H. pada masyarakat dan negara, berbagai kalangan masyarakat akan mendeklarasikan berdirinya komunitas sosial Sahabat Boy Rafli (SBR) pada hari Sabtu 7 Juli 2018 mendatang. Deklarasi akan dilakukan di beberapa kota, Padang, Surabaya, dan tak ketinggalan Papua. Boy Rafli bergelar Datuak Rangkayo Basa adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 18 April 2017 menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua.

SBR sudah banyak menghimpun anggota dari berbagai daerah di Tanah air ini, pada pendeklarasiannya nanti juga akan mengukuhkan diri sebagai lima komunitas sosial terbesar yang ada di Indonesia versi Diatunes Management. Adapun lima komunitas tersebut adalah Projo, Gojo, GNR, JSC, dan Sahabat Boy Rafli (SBR).

Gagasan untuk mendirikan SBR ini dimotori oleh Congq Perwira, seorang Producer TV Program dan Music, yang pernah sukses memproduseri beberapa komedian nasional, seperti Sule, Denny Cagur, Narji, dan lainnya.

"SBR segera dideklarasikan atas dasar rasa simpati dan antusias dari berbagai kalangan masyarakat, seperti pedagang, pelajar, profesional, dan juga artis," kata Congq ketika diwawancarai, Rabu 20 Juni 2018.

Ade Andres Miarja, SE., SH., MH. bersama anggota SBR Pekanbaru saat acara pulang basamo. (Dok. Perwira Management)


Congq juga mengatakan, SBR segera dideklarasikan mengingat sudah banyaknya anggota yang bergabung, terutama di wilayah Sumatra Barat, Riau, Papua, Surabaya, Jakarta, dan lainnya. SBR adalah komunitas fans club, bukan komunitas politik.

SBR didirikan sebagai komunitas sosial yang terinsiprasi dari ketokohan Boy Rafli, komunitas ini telah melakukan beberapa kegiatan sebelum dideklarasikan, seperti stand up comedy, pulang mudik basamo di Padang dan Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mempererat silaturahmi sesama anggota, dan kemarin sempat membantu anggota yang ditimpa kemalangan. 

“Di SBR ini semua anggota sudah seperti keluarga, banyak sahabat (sebutan untuk anggota). Mereka bergabung karena memiliki rasa sosial yang tinggi, rasa saling ingin membantu, untuk hidup yang lebih baik. Bagi yang ingin bergabung dengan SBR dapat dengan melakukan registrasi lewat formulir pada link berikut ini: https://form.jotform.me/81212747044451 ," kata Congq saat menutup wawancara.

(Muhammad Fadhli)

Viral di Medsos, Pihak Kepolisian Telusuri Pengunggah Pertama Video Pembakaran Tambang Emas di Solok Selatan

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018



Solok Selatan – Beberapa hari belakangan, viral di media sosial (medsos) video pembakaran tambang emas di Solok Selatan. Dalam video tersebut diperlihatkan masyarakat membakar camp dan kapal tambang emas milik PT. Geomenik di pinggir sungai.

Dalam video yang beredar juga ditambahkan dengan kata-kata "Apabila aparat tidak dapat bertindak tegas biarlah masyarakat yang menggunakan hukum jalanan untuk mengusir para TKA/oknum" asing ielegal L yang melakukan kegiatan tambang emas ilegal Sumatera Barat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Solok Selatan, AKBP. Imam Yulisdianto, didampingi Kasat Reskrim, AKP. Omri Yan Sahureka, di Padang Aro, Rabu (20/6) mengatakan, peristiwa yang terekam dalam video tersebut memang pernah terjadi yakni pada Juni 2011 lalu, dan kembali di unggah pada Senin (18/6/2018) yang mengaitkan dengan masuknya Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok.

“Peristiwa yang terekam dalam video tersebut memang pernah terjadi yakni pada Juni 2011 lalu, pembakaran terjadi di PT. Geominek, karena perusahaan yang menambang tidak diterima oleh masyarakat,” papar Imam.

Imam Yulisdianto menambahkan, usai video tersebut viral, pihaknya langsung melakukan cek TKP untuk memastikan lokasi tersebut. Alhasil, dengan menunjukkan bukti video kepada rekan pers, lokasi yang dilakukan pembakaran saat ini sudah menjadi hutan.

“Lokasi pembakaran tersebut saat ini telah menjadi hutan, dan dalam video yang viral tersebut juga ada yang dipotong, sebab saat itu pihak kepolisian sudah memberikan pengamanan dan pelaku sudah diproses hukum,” jelasnya.



Imam Yulisdianto mengatakan, pihaknya akan menelusuri pengunggah pertama video pembakaran tambang emas itu, yang menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman karena seolah-olah baru terjadi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan tim sayber Polri untuk menelusuri pengunggah pertama video tersebut, serta apa motifnya menggunggah video itu, dan pelaku akan ditindak sesuai hukum yang berlaku", katanya. 

Lebih lanjut Kapolres Solok Selatan menghimbau, agar masyarakat lebih bijak dalam menyebar suatu informasi di media sosial sehingga tidak membuat gaduh. Dan masyarakat juga harus bijaksana menyikapi informasi yang di terima dan lakukan cek kebenarannya terlebih dahulu.

"Saya himbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial, sehingga tidak merugikan orang lain, dan membuat suasana gaduh,” himbaunya. (Del/Nal)

Menyampaikan Kebenaran Berlandaskan Al-Quran dan Sunnah, dengan Penerapan Pada Promosi Kesehatan

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018


Ditulis Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD: (Dosen Fakultas Kedokteran Unand, Bidang Etika dan Pengembangan Profesi, dan Kebijakan Kesehatan, email:hardisman@fk.unand.ac.id)




Dalam satu dekade terakhir, semangat generasi muda untuk mempelajari Islam dengan kembali kepada Al-Quran dan sunnah terlihat semakin baik. Adalah hal yang lumrah kita temukan kelompok kajian di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi umum dan di kantor-kantor dari berbagai profesi. Semuanya dengan semangat untuk kembali kepada kebaikan (hijrah) dengan mulai menelaah Al-Quran dan buku-buku penjelasannya (Kitab Tafsir) dan berbagai Kitab Hadits dengan syarahnya. Ini adalah sebuah fenomena dan kebaikan yang patut diapresiasi dan perlu dipertahankan. Semangat belajar tersebut juga telah diiringi dengan semangat berbagi ilmu atau berdakwah kepada yang lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah bola salju kebaikan, yang insyaAllah akan senantiasa menjadi lebih besar dan kuat di masa mendatang. 

Kewajiban Sosial (Fardhu Kifayah) Semangat dan motivasi menyampaikan kebaikan dan kebenaran didasari atas perintah Allah subhanahu wataala yang secara implisit menyebutkan bahwa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran adalah sebuah kewajiban kifayah (QS Ali Imran [3]:104). Bahkan kitalah yang akan menjadi ummat terbaik hanya bila mampu melakukan amal maruf dan nahi mungkar tersebut (QS Ali Imran [3]:110). 

Kewajiban ini dipertegas oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalllam bahwa bagi setiap mukmin yang melihat sebuah kejahatan dan kemungkaran makai ia mesti  melakukan perbaikan dengan kekuasaan (tangan) yang ia miliki atau dengan berbicara atau menasehatinya. Jika ia hanya sanggup membeci dengan hati, tatkala itulah imannya paling lemah (Lihat HR Muslim:49, juga HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, terdapat juga dalam Riyadhus Shalihin An-Nawawiyah:184). Orang-orang yang menyampaikan kebenaran dan kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan yang ia lakukan dan ditambah dengan kebaikan-kebaikan orang yang mengikutinya (Lihat HR Muslim:1017, 1893 dan 2674).  

Menyampaikan kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran sebagai fardhu kifayah, dampaknya juga nyata untuk semua masyarakat. Jika sebuah kejahatan atau maksiat tidak dicegah, maka yang akan terkena dampaknya bukan yang melakukan maksiat itu saja, tapi akan berdampak pada semua masyarakat (Lihat QS Al-Anfal [8]:25). Ini jugalah yang ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalllam bahwa seseorang yang melakkan kejahatan atau maksiat dalam lingkungan masyarakat ibarat seseorang penumpang kapal yang melobangi kapalnya. Lalu kapal itu akan bocor dan akan tenggelam yang akan menenggelamkan semua yang ada di kapal (Lihat HR Al-Bukhari:2493). 

Contoh-contoh nyata adalah kemaksiatan adanya pecandu narkoba (khamar) atau zina di masyarakat. Jika dilihat secara superfisial, maksiat yang mereka lakukan hanya berdampak pada diri mereka sendiri. Namun, jika dilihat lebih seksama para pecandu narkoba akan menghancurkan keluarganya dan kemudian menimbulkan maraknya kejahatan dan pencurian di masyarakat. 

Begitu juga halnya dengan zina, akibat buruk dari zina bukanlah hanya pada para pelaku. Kita bisa saksikan bahwa menyebarnya penyakit menular seksual dan HIV/AIDS telah merambah korban-korban sekunder di masyarakat. Akan tetapi, semangat menyampaikan kebaikan terkadang mengalami benturan dan pergeseran di tengah-tengah masyarakat secara nyata. Bahkan di dunia maya media sosial, benturan-benturan itu dirasakan lebih hebat. Diantara penyebabnya adalah, tatkala para generasi mudah dengan semangat belajar dan menyampaikan kebenaran Al-Quran dan hadits, namun kadang ada yang terlupa yaitu cara, pendekatan, dan metode menyampaikan kebenaran itu sendiri juga tidak melihat aturan Al-Quran dan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam secara holistik.

Ilmu dan Hikmah menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada kebaikan haruslah dilakukan dengan cara yang benar dan baik pula, yang subtansinya baik caranya juga baik (bil-haqqi) (Lihat QS Al-Asyr [103]:3). Bahkan tidak hanya cukup hanya dengan baik, tapi juga dengan sabar (bish-shabri), yang salah satu maknanya adalah perlunya tahapan dan tidak instan.  Dalam ayat lain, lebih tegas Allah subhanahu wataala menegaskan bahwa mengajak kepada kebenaran atau jalan-Nya haruslah dilakukan dengan hikmah dan mauidzhatil hasanah’ (Lihat QS An-Nahl [16]:125). 

Tentulah amat luas makna hikmah dan mauidzah yang difirmankan-Nya tersebut. Diantara penjelasan-penjelasannya, sebagaimana yang disebutkan dalam  ayat yang sama dan ayat-ayat lainnya. Pertama, punya ilmu yang holistik tentang hal yang disampaikan. Sehingga akan mudah difahami dan dimengerti oleh orang lain. Semua yang disampaikan bukanlah dugaan dan rekaan (zhanni), namun permasalahan yang jelas sumber dan rujukannya (Dengan memahami makna QS Al-Isra [17]:36). 

Kedua, memperlihatkan keteladanan dalam perkataan, akhlak dan amal shaleh yang dilakukan. Terutama sekali, setiap apa yang kita sampaikan, kita sedang dan terus berusaha untuk mengamalkannya. Sesungguhnya Allah subhanahu wataala murka pada orang-orang yang  hanya berbicara (atau menulis) tentang kebaikan, sedangkan dia tidak melakukannya (Lihat QS Ash_Shaff [61]:2-3). Sebagaimana juga hadits dari Zaid bin Haritsah (HR At-Tirmidzi:2168 &3057 dan juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Madjah), yang mana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda bahwa orang yang hanya berbicara tentang kebaikan sedangkan ia tidak melakukannya maka ia berada di dasar neraka. Keberhasilan dalam mengajak pada kebaikan sangat ditentukan oleh keteladanan ini. Di rumah tangga misalnya, tidaklah mungkin anak akan shalat tepat waktu dan rutin membaca Al-Quran, jika ayah dan ibunya tidak pernah melakukannya apalagi mengajaknya Bersama-sama. Apalagi dalam lingkungan sosial pada konteks yang lebih luas, bagi para pendidik; ustadz atau para guru.

Ketiga, cara yang baik dengan kata-kata yang baik dengan bantahan yang baik pula (QS An-Nahl [16]:125). Bahkan jika menyampaikan kepada saudara sasama muslim/ mukmin yang beradu argumentasi, maka haruslah meghindari perdebatan (jidal) yag tak berguna. Sesungguhnya berdebat sesama muslim akan memperlihatkan karapuhan internal, yang akan menjadikan masyarakat muslim itu lemah (Lihat QS Al-Anfal [8]:46), hingga jadilah orang-orang yang benci terhadap persatuan Islam tepuk tangan dan gembira.

Keempat, saat berdiskusi atau berargumentasi sesama muslim, selain menghindari perdebatan juga tidak  kalah pentingnya adalah Tidak merasa paling benar,” terutama jika berdiskusi tentang masalah-masalah yang tidak mendasar atau  furu (cabang), atau masalah-masalah yang tidak terdapat dalil tegas (Qathi). Inilah yang dilarang tegas oleh Allah subhanahu watala, karen Dia-lah yang Maha Tahu siapa yang diberikan hikmah-Nya (Lihat QS An-najm [53]:32 dan  juga An-Nisa [4]:49).  Ingatlah, merasa paling baik dan paling mulia adalah jebatan syaithan, dan sifatnya yang menyebabkannya terusir (Baca QS Al-Araf [7]:12-13, Al-Hijr [15]:36-39, AL-Isra [17]:61-63, Shaad [38]74-76 dan 85).  Prinsip Dakwah dalam Promosi Kesehatan Penerapan prinsip-prinsip dalam menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada kebaikan, sudah diterapkan dalam pendekatan Promosi Kesehatan. 

Promosi kesehatan, sebagaimana pilar-pilar pada Ottawa Charter ataupun Kepmenkes nomor 585 tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas, dapat dilihat sebagai bentuk pendekatan yang baik dalam mengajak pada kebaikan itu. Poin-poin dan substansi yang banyak pada prinsip promosi kesehatan dapat disederhanakan menjadi tiga bagian, yaitu bina suasana dan bina sarana, advokasi, dan edukasi.

Pertama, perinsip bina sarana dan bina suasana adalah persiapan yang baik. Langkah awal dalam mengajak pada kebaikan adalah  persiapan ilmu dan lingkungan yang baik pula. Contoh sederhana, tatkala mengajak untuk lingkungan bersih dan tidak buang sampak sembarangan, maka siapkan pula bak sampah.  Karena tidak mungkin orang akan tertib membuang sampah, bila bak-bak sampah yang baik dan mudah dijangkau tidak disediakan.

Kedua adalah advokasi, yang berarti kemitraan yang merupakan penerapan prinsip keteladanan. Sebagaimana contoh sebelumnya, para penyuluh dan petugas kesehatan tidak perlu dulu nyinyir mengajak masyarakat hidup bersih, namun pribadi mereka dan tempat mereka bekerja haruslah lebih dulu bersih dan bebas sampah.  Kemudian secara bersama-sama dengan masyarakat melakukan upaya untuk itu.

Ketiga, edukasi atau penyuluhan yang hanyalah satu pilar dalam mengajak kepada kebaikan. Penyuluhan sama halnya dengan ceramah (lisan dan tulisan), yang berfungsi sebagai pendalaman keilmuan yang ingin diketahui lebih banyak. Namun, bila hanya fokus pada ceramah atau penyuluhan, tanpa ada prinsip bina suasana dan advokasi maka promosi kesehatan atau mengajak pada kebaikan hanya sebuah pentas retorika.

 Warga Heboh Temukan Sesosok Mayat Paruh Baya Dalam Bandar

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018




Tanah Datar – Hebohkan warga, pria paruh baya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di pinggir jalan raya Samping Madrasah Mualimin, Jorong Tanjuang Bonai, Nagari Tanjuang Bonai, dengan kondisi telungkup dalam bandar, sekitar pukul 06.30 WIB, Rabu (20/6).

Pria paruh baya tersebut, diketahui bernama Armis, panggilan Muntik (75), warga Jorong Alua Tangah, Nagari Batubulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Kapolres Tanahdatar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, melalui Kapolsek Lintau Buo Utara Iptu. Yonefaeria, mengatakan, mayat Muntik pertama kali ditemukan oleh Indra Mahdi (36) warga Tanjuang Bonai, yang saat itu hendak menuju kebun karet miliknya, yang berada dibelakang Madrasah tersebut. 

“Belum sampai di kebun, Indra Mahdi mencium bau yang sangat menyengat, dan ia menelusuri sumber bau tersebut, setelah ia telusuri ternyata bau tersebut bersumber dari dalam bandar dekat pinggir jalan dan setelah dilihat ternyata ada sesosok mayat tertelungkup. Tubuh korban Muntik saat ditemukan telah dikerumuni ribuan lalat," kata Kapolsek.

Menurut informasi yang diperoleh, jelas Kapolsek, korban Muntik sering berjalan sendirian tanpa arah yang jelas. “Berdasarkan informasi yang kita peroleh korban Muntik sering berjalan sendirian tanpa arah yang jelas, dikarenakan faktor usia dan telah mulai pikun,” jelasnya.

Usai dievakuasi, tim dokter datang untuk melakukan visum luar pada tubuh korban. Menurut tim dokter yang diketuai dr. Nurman Eka Putra, ujar Kapolsek, korban meninggal kurang lebih sudah lima hari (120 jam), ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan penyebab korban meninggal adalah suddent death (mati mendadak).

“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi (bedah mayat) terhadap tubuh korban, karena pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban, untuk menghadap sang khaliq. Saat ini, korban sudah dikebumikan dipandam pekuburan keluarga," pungkas Kapolsek. (Del)

KPU Sumbar Gelar Rapat Pleno Terbuka

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018


Padang - Penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat, menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS), Rabu (20/6) di Hotel Pangeran Beach Padang pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB.

Hadir dalam rapat Pleno tersebut Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen, SH didampingi anggota KPU Sumatera Barat, Sekretaris Firman SH. M.Si, Kabag Keuangan umum dan logistik Aris, SP, Kabag Hukum Teknis dan Hupmas Agus catur Rianto, SH. Kabag program data organisasi dan SDM Warsito S.Sos., MM, beserta Staf Subbag teknik  Hupmas dan Komisioner lainnya yakni Devisi Program dan Data serta dari kesbangpol, Kasrem 032/Wbr, Lanud Sutan Sjahril,  Panwaslu Kabupaten Jajaran Sumatera Barat, Perwakilan Parpol  dan Para Undangan.

Rapat Pleno berlangsung seksama diawali dengan sambutan Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat diteruskan dengan membuka acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

Sementara Panitia Pemilihan Kabupaten/Kota Secara Bergantian membacakan daftar pemilih sementara mulai dari Kabupaten Pesisir Selatan.

Rekapitulasi Daftar pemilih Sementara pemilihan Umum tahun 2019 tiap kabupaten/Kota Sumatera Barat.

1. Kabupaten Pesisir Selatan. jumlah Pemilih  382.757 dengan TPS 1.435, Nagari/Desa 182, Kecamatan 15.

2. Kabupaten Solok. pemilih Sebanyak 272.645 dangan TPS  1.399, Nagari/Desa 74.

3. Kabupaten Sijunjung. Pemilih 153.359 dengan TPS 716 Nagari/Desa 64, Kecamatan 8.

4. Kabupaten Tanah Datar. Pemilih  166.329 TPS  1.249, Nagari/Desa 75, Kecamatan 14.

5. Kabupaten Padang Pariaman Pemilih 293.827 , TPS 1.353,  Nagari/Desa 103, Kecamatan 17.

6. Kabupaten Agam. Pemilih 334.892, TPS 1.597, Nagari/Desa 82, Kecamatan 16.

7. Kabupaten Lima puluh Kota. Pemilih 263.660 , TPS 1.256 ,Nagari/Desa 79, Kecamatan 13.

8. Kabupaten Pasaman. Pemilih 193.226, TPS 913,  Nagari/Desa 37, Kecamatan 12.

9. Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pemilih  56.332, TPS  317, Nagari/Desa 43, Kecamatan 10.

10. Kabupaten Dharmasraya. Pemilih 138.090 , TPS 666, Nagari/Desa 52, Kecamatan 11.

11. Kota Bukittinggi. Pemilih  71.987, TPS 341, Nagari/Desa 24,  Kecamatan 3.

12. Kabupaten Solok Selatan. Pemilih 110.446, TPS 554, Nagari/Desa 39, Kecamatan 7.

13. Kabupaten Payakumbuh. Pemilih 88.372,  TPS  341, Nagari/Desa 47, Kecamatan 5.

14. Kota Solok. Pemilih  42.739, TPS  206,  Nagari/Desa 13, Kecamatan 2.

15. Kota Pariaman. Pemilih 60.629, TPS 265,  Nagari/Desa 71, Kecamatan 4.

16. Kota Padang. Pemilih  547.800, TPS  2328, Nagari/Desa 104, Kecamatan 11.

17. Kota Sawah Lunto. Pemilih  45.508, TPS 200, Nagari/Desa 37, Kecamatan 4.

18. Kabupaten pasaman barat. Pemilih 252.083, TPS 1206, Nagari/Desa 19, Kecamatan 11.

19. Kota Padang Panjang. Pemilih  36.714, TPS  174 Nagari/Desa 16 ,Kecamatan 2.

Dari Data Penduduk Pemilih Sementara  pemilihan Umum tahun 2019 yang diterima KPU Sumbar dari 19 Kabupaten/Kota, 179 kecamatan, 1.158 Nagari/Desa yang dilaksanakan di 16.516 TPS dengan jumlah pemilih sementara di provinsi Sumatera Barat sebanyak 3.611.395 Orang.

Dengan ditetapkannya Daftar Pemilih Sementara ini Ketua KPU Sumbar berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat melihat dan memberikan masukan, tanggapan dan koreksi setelah diumumkan melalui kantor Kecamatan desa/kelurahan atau tempat stategis lainnya demi menghasilkan Daftar Pemilih Tetap yang akurat dan terpercaya sehingga diharapkan pada saat pemungutan suara nanti tidak ada lagi permasalahan terkait dengan pemilih yang belum terdaftar.

“Jika masih ada warga yang belum terdaftar agar segera melaporkan kepada petugas kami (PPS) yang terdapat pada masing-masing desa untuk didaftar.

Selain itu kami juga masih memberikan kesempatan jika terdapat nama atau identitas lain yang perlu untuk diperbaiki sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT). (Ry)

29 Tahun Berlalu, Alumni SMP Negeri 1 Padangpanjang Malapeh Taragak jo Kawan Lamo

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018



Padang Panjang - Hari raya Idul Fitri waktu yang tepat untuk menjalin silaturahmi baik antar sesama keluarga, tetangga karib kerabat dan handai tolan, karena pada momen hari raya masyarakat yang merantau juga pulang kampung untuk berlebaran bersama family dan orang-orang terdekatnya.

Memanfaatkan moment tersebut alumni SMP Negeri 1 Kota Padangpanjang, angkatan 1989, menggelar reuni “Malapeh Taragak jo Kawan Lamo” dihalaman sekolah tempat mereka menimba ilmu dulunya, Senin (18/6), kegiatan ini selain dihadiri mantan siswa yang saat ini meniti berbagai karir di perantauan, juga dihadiri mantan guru yang sudah pensiun, yang sudah mendidik mereka, suasana haru tampak ketika para alumni mencium tangan keriput mantan guru mereka.

“Ini merupakan reuni kedua yang kami laksanakan sejak tamat dari sekolah ini 29 tahun lalu, Alhamdulillah kami masih bisa bertemu dengan beberapa orang guru yang sudah mendidik kami dan kegiatan ini juga Alhamdulillah diikuti oleh teman-teman seangkatan “89,” ungkap Deden panitia penyelenggara reuni alumni SMP Negeri 1 angkatan ’89.

Dijelaskan Deden, dengan penyelenggaraan reuni kali ini, menjadi momen untuk persiapan reuni akbar 30 tahun alumni SMP Negeri 1 Padangpanjang, angkatan ’89 yang direncanakan pada tahun 2019 mendatang.

“Alhamdulillah teman-teman sepakat untuk pelaksanaan reuni akbar tahun mendatang, dan dengan kegiatan reuni kali ini kami sekaligus membahas berbagai persiapan, karena penitia kecil yang nantinya akan berugas menunjuk panitia pelaksana, sehingga rencana tersebut dapat terwujud seperti harapan teman-teman,” jelas Deden.

Sementara  itu Ketua Alumni SMP Negeri 1 Padangpanjang Angkatan ’89, Dedi Syahputra mengatakan, reuni angkatan ’89 tahun ini, para alumni tidak ingin terkesan kegiatan reuni hanya sebagai ajang pertemuan kembali dan bersilaturahmi saja.

“Kita sudah koordinasikan dengan ibu kepala sekolah, apa yang bisa kami bantu untuk sekolah yang pernah mendidikan kami ini, teman-teman juga siap karena selama ini kami para alumni sejak reuni tahun 2011 lalu hingga saat ini selalu berkomunikasi dengan baik, sehingga tidak saja untuk silaturahmi juga untuk membicarakan ide-ide untuk sekolah kami ini,” jelas Dedi.

Karena ditahun politik, ditambahkan Dedi, kegiatan reuni ini murni swadaya para alamuni yang tersebar di berbagai daerah dan beberapa orang diantaranya merantau keluar negeri, kerinduan dan “malapeh taragak jo kawan lamo” modal awal para alumni dapat mewujudkan kegiatan tersebut tahun ini sebagai langkah awal persiapan reuni akbar tahun 2019 mendatang.

Salah seorang pensiunan guru SMP Negeri 1 Padangpanjang bersama dua pensiunan guru lainnya, mengungkapkan keharuannya saat mendapat undangan dari panitia reuni angkatan ’89 dan saat menghadiri kegiatan reuni tersebut.

“Tidak jarang mereka sering kena marah dan dapat cubitan karena kenakalan diusia labil mereka saat sekolah dulu, meskipun sudah puluhan tahun tidak bertemu, tapi mereka tidak pernah lupa dengan kami yang sudah pensiun dan sudah tua ini,” ungkap Jasmita, salah seorang pensiunan guru Bahasa Inggris ini.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Padangpanjang, Rita Yanti, menyatakan kebanggaannya atas kepedulian dan perhatian alumni, meskipun demikian Yanti, berharap alumni SMP Negeri 1 Padangpanjang untuk selalu memberikan perhatian terhadap sekolah  yang sejak beberapa tahun terakhir ini berhasil meraih berbagai prestasi.

Kegiatan reuni alumni SMP Negeri 1 Padangpanjang angkatan ’89 dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat kembali merajut kenangan masa-masa indah saat mereka sekolah. (Dtdt)

Mubes Nagari Simawang ke IX, Perantau Perlu Berkontribusi Untuk Pembangunan Nagari

Diposkan oleh On Wednesday, June 20, 2018



Tanah Datar - Pulang Basamo Nagari Simawang menyambut Idul Fitri 1439 H, dimanfaatkan untuk silaturahmi sekaligus menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Nagari Simawang ke IX di SDN 20 Simawang, Senin (18/06).

Ketua Pelaksana Ade Aprizul dalam sambutannya menyampaikan, Mubes dilaksanakan selama 2 hari 18 s/d 19 Juni 2018, dan diikuti unsur masyarakat nagari Simawang di kampung halaman serta perantau yang tergabung dalam Simawang Saiyo.

Di kesempatan itu Ade menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan khususnya para pemuda yang bekerja keras mempersiapkan terlaksananya agenda 4 tahunan ini.

Sementara Ketua DPP Simawang Saiyo M. Nur Idris mengungkapkan Mubes bersifat strategis bagi kemajuan nagari Simawang.

“Dalam mubes akan disampaikan laporan kerja pengurus lama serta memilih kepengurusan baru untuk masa bhakti 4 tahun ke depan,” ucap M. Nur Idris yang juga Anggota DPRD Bukittinggi.

Ditambahkannya Simawang Saiyo telah memiliki 29 DPC yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

“Kehadiran perantau dalam Mubes ini untuk memberi kontribusi pemecahan masalah yang dihadapi nagari serta menyusun rencana kerja pembangunan nagari,” urainya.

Di kesempatan itu juga Walinagari Simawang E Dt. Rajo Muyang menyampaikan harapan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pertanian, perbaikan infrastruktur jalan, pembenahan pasar Ombilin dan Danau Singkarak.

“Nagari Simawang mempunyai luas lebih kurang 54 km persegi atau hampir separuh Kecamatan Rambatan dengan penduduk cukup padat sebanyak 10.000 jiwa,” ulas Walinagari.  

Dengan wilayah yang cukup luas sebutnya, dan sebagian lahan tandus, pemerintah nagari butuh dukungan semua pihak membangun Nagari Simawang lebih maju.

Bupati Irdinansyah dalam kesempatan itu mengapresiasi DPP Simawang Saiyo mempunyai program kerja membangun kampung halaman. “Melalui mubes, kembali dirancang program kerja pembangunan nagari berdasarkan potensi, permasalahan dan peluang yang dimiliki Nagari Simawang, untuk itu pemerintah daerah perlu menyampaikan terima kasih dan apresiasi,” ucap bupati.

Dijelaskan, APBD Tanah Datar yang tidak terlalu besar tidak akan cukup membangun Tanah Datar yang cukup luas, tetapi perlu kehadiran perantau sebagai pilar penting turut berkontribusi membangun kampung halaman.

“Apalagi potensi SDM Simawang yang sangat luar biasa, dengan luasnya jaringan yang dimiliki akan mempermudah merealisasikan impian masyarakat,” sebut bupati lagi.

Untuk itu pesan bupati, pelaksanaan Mubes agar dimanfaatkan sebaik mungkin merancang pembangunan Nagari Simawang dan hasil Mubes agar disampaikan ke pemerintah daerah untuk disinergikan dengan perencanaan pembangunan daerah.
  
Disampaikan sebelumnya, di antara keinginan masyarakat memiliki gedung Serba Guna yang representatif serta pembebasan lahan dan pembanguan gedung Pesantren Terpadu Istiqamah.

Nagari Simawang yang terletak di tepi Danau Singakarak punya potensi SDM luar biasa, 3 orang Guru Besar bergelar Profesor dan lebih dari 10 orang bergelar Doktor serta beberapa pejabat memegang posisi strategis di pemerintahan dan swasta merupakan putra Simawang.

Hadir pada kesempatan itu 16 DPC Simawang Saiyo se-Nusantara, Prof. Nurhayati Hakim, Prof. Elwi Danil, SH. MH, Dr. Amiruddin, SH, MH, Ir. Syafruddin Dt. Paduko Rajo Asisten Ekobang Provinsi, Anggota DPRD Tanah Datar Ali Muhar, Ketua KAN, unsur ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai dan tokoh pemuda. (Hp-wn)

HUKRIM

Lowongan Kerja

OPINI KITA

Video Moment

INSPIRASI KEHIDUPAN

MEDIA PARTNER