Notification

×

Iklan

Iklan

Pilwako Padangpanjang Bakal Seru, Dua Lulusan Amerika Bersaing jadi Walikota

11 Januari 2018 | 14:56 WIB Last Updated 2018-01-11T07:56:34Z


Padangpanjang--Hingga hari terakhir pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota yang akan berlaga di Pemilihan Walikota (Pilwako) Padangpanjang periode 2018-2023, empat pasangan calon telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota setempat.

Setelah pasangan Mawardi-Taufiq Idris yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftar pada hari pertama pendaftaran, hari berikutnya disusul pasangan Rafdi Meri Syarif-Ahmad Fadli yang diusung oleh koalisi Partai Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Hari ketiga pendaftaran pasangan calon, diikuti oleh dua pasangan calon. Pertama, Fadly Amran-Asrul yang diusung oleh koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan, sorenya diikuti oleh pasangan Hendri Arnis-Eko Furqani yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai NasDem.

Dari pantauan Pasbana.com di KPU Kota Padangpanjang, dengan telah mendaftarnya keempat pasangan calon yang diusung oleh masing-masing partai. Hampir dipastikan tidak ada lagi pasangan calon yang akan mendaftar, hingga ditutup Rabu (10/1) pukul 24.00. Karena, seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD telah mendaftarkan pasangan calon yang mereka usung.

Ketua KPU Kota Padangpanjang Jafri Edi Putra ketika ditemui mengatakan, hingga hari terakhir pendaftaran telah diikuti oleh empat pasangan calon dan semua partai yang memiliki keterwakilan di DPRD telah mendaftarkan pasangan calonnya.

“Alhamdulilah, dari empat pasang bakal calon walikota dan wakil walikota telah memenuhi persyaratan administrasi pencalonan, sesuai dengan PKPU. Untuk tahapan selanjutnya akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan calon di Rumah Sakit M Djamil Padang pada hari Kamis dan Jum’at, dimana cek kesehatan tersebut merupakan salah satu persyaratan pencalonan,” kata Jafri Edi Putra.

Jafri juga berharap, untuk tahap verifikasi persyaratan administrasi yang akan dilaksanakan hingga tanggal 12 Februari mendatang, bagi masing-masing pasangan calon melalui Legall Officer (LO) nya, untuk bisa berkoordinasi dengan pihak KPU.

“KPU hanya akan berhubungan dengan LO dari masing-masing paslon. KPU tidak akan melayani pasangan calon, tim sukses ataupun partai pengusung, dalam pengurusan perbaikan berkas pencalonan,” tegas Jafri.

Pilwako Bakal Seru
Berbagai kejutan yang dihadirkan pada pelaksanaan Pilwako Padangpanjang Tahun 2018, hampir diluar prediksi sejumlah pengamat politik di kota berjuluk Serambi Mekah itu.

Selain pasangan Mawardi-Taufiq Idris yang diluar dugaan. Sebab, dari berbagai sosialisasi yang dilakukan koalisi Partai Demokrat dan PPP, digadang-gadangkan akan mengusung pasangan Edwin-Mawardi. Tetapi ditengah perjalanan, nama Edwin tidak terdengar lagi dan majunya Ketua DPD PPP Kota Padangpanjang Taufik Idris, juga diluar prediksi.

Begitu juga dengan koalisi partai Gerindra, PKS dan PBB yang mengusung pasangan Rafdi Meri Syarif dan Ahmad Fadli. Dimana, sosok Ahmad Fadli merupkan putra dari Anggota DPR-RI dari Fraksi Gerindra yang juga mantan Walikota Padangpanjang dua periode H. Suir Syam,M.Kes,MMR.

Kejutan selanjutnya juga datang dari koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang mengusung Fadli Amran dan Asrul. Dimana, nama Fadli Amran merupakan wajah baru dalam kancah politik Padangpanjang, selama ini juga belum pernah mencuat ke permukaan dari awal pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota yang dilakukan oleh partai berlambang pohon Beringin itu.

Pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU Kota Padangpanjang, Hendri Arnis dan Eko Furqani yang diusung oleh PAN dan Partai NasDem. Juga merupakan kejutan dalam pelaksanaan Pilwako Padangpanjang tahun 2018.

Dimana, PAN yang sebelumnya telah melakukan koalisi dengan Partai Bulan Bintang dan Partai NasDem, didalam perjalannya harus kehilangan PBB yang memilih bergabung dengan koalisi Partai Gerindra bersama PKS.

“Pilkada tahun ini cukup seru, seluruh pasangan calon memiliki peluang sama dan tidak ada dominasi partai dari salah satu pasangan, baik dari calon incumbent maupun dari pendatang baru,” kata Tokoh Masyarakat Padangpanjang David Suhu Dt. Rajo Alam.

Diakui David Suhu, selain menarik, ada juga hal positif yang diambil dari pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU. Dimana, muncul tokoh-tokoh muda yang bersaing untuk menjadi pemimpin di Kota Padangpanjang.

“Yang lebih menariknya lagi, ada dua lulusan perguruan tinggi Amerika yang ikut bersaing menjadi walikota. Selain Hendri Arnis yang saat ini masih menjabat sebagai walikota dan mencalonkan diri kembali, juga ada Fadli Amran yang maju dari koalisi Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi, hampir diseluruh pasangan calon ado tokoh muda, baik itu yang jadi calon walikota maupun calon wakil walikota,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Presiden Silek Tuo Minangkabau itu. 


Kekuatan Pasangan Calon:

1. Mawardi-Taufiq Idris diusung Partai Demokrat (2 kursi) dan PPP (2 kursi)
2. Rafdi Meri-Ahmad Fadli diusung Partai Gerindra (3 kursi), PKS (2 kursi) dan PBB (2 kursi)
3. Fadli Amran-Asrul diusung oleh Partai Golkar (4 kursi) dan PDI perjuangan (1 kursi)
4. Hendri Arnis-Eko Furqani diusung oleh PAN (3 kursi) dan NasDem (1 kursi)




(Kenzie/Delma)