Notification

×

Iklan

Iklan

Catatan Perjalanan Hidupku: Sebuah Kenangan Kepada Para Guruku

22 November 2019 | 08.24 WIB Last Updated 2019-11-22T01:24:26Z
Oleh: Sulaiman Juned

Pasbana.com -- Mengenang para Guru sekaligus mengekalkan ilmu yang pernah diserahkan dengan ikhlas kepada kita. Tahun 1985 saya tercatat menjadi mahasiswa di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.

Awalnya saya memang sangat berkeinginan untuk kuliah di Jurusan Seni Teater IKJ Jakarta. Namun karena kala itu saya lulus PMDK di FKIP/PBSI makanya kedua orang tua saat itu mengaminkan agar saya kuliah disana saja selepas dari SMAN 431 Beureunuen, Pidie. Ya, jadilah saya mahasiswa disana.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 1986 saya bersama rekan-rekan seperjuangan mendirikan Sangar Cempala Banda Aceh (Sanggar Ceka). Sanggar Ceka sekretariatnya di kantin Cempala FKIP Darussalam, Banda Aceh. Para pendirinya Saya, Nurdin AR (almarhum), Zainal Abidin Ltk, Tomi Fajar, Zab Bransah, Mgade (Ade Ibrahim Dy. Kampi). Selanjutnya pada tahun itu pula saya diajak oleh kakanda Nurdin F. Joes (Penyair/senior di FKIP/Bahasa dan Sastra Inggris) untuk bergabung di media kampus WARTA UNSYIAH yang dikelola HUMAS Universitas Syiah Kuala, Darusaalam-Banda Aceh. Disamping itu, saya memang telah sering menulis puisi, cerpen, esai, kolom semenjak di bangku SMPN 3 Takengon. Karya-karya saya sering di muat media lokal dan nasional. Di Humas Unsyiah saya mulai belajar ilmu Jurnalistik yang digembleng oleh guru-guru saya yang merupakan tokoh-tokoh Jurnalistik  dan Kehumasan di Aceh  seperti T. Syarief Alamuddin (Pemred Warta Unsyiah) T.A. Hasan Husin (Kepala HUMAS UNSYIAH) Al-Fatihah untuk keduanya.  Nurdin F. Joes, Rusdi SH, Wahab Abdi, Hasanuddin, M. Saleh. 

Nama-nama yang saya sebut itu, merupakan guru yang telah memberikan seluruh ilmu jurnalistiknya dan ilmu kehumasan kepada saya. Proses kreatif di HUMAS Unsyiah sejak 1986-1995, saya pernah diberi kepercayaan sebagai Redaktur Budaya dan Sekretaris Redaksi WARTA UNSYIAH. Selanjutnya ilmu tersebut saya serap serta saya gunakan ketika dipercayakan menjadi Kepala Humas di kampus ISI Padangpanjang selama dua periode semenjak tahun 2010-2019. Terima kasih yang tak terhingga untukmu guruku. Kemudian pada tahun 1990 saya bersama adinda Jarwansah Iwan turut membidani berdiri UKM-Teater NOL Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh.

Berangkat dari pembelajaran tentang ilmu Jurnalistik dan KEHUMASAN yang saya miliki itu, saya dapat hidup dirantau selain memiliki kecakapan dalam menulis kreatif. Tahun 1997 saya hijrah ke kota Padangpanjang setelah membuat kesepakatan dengan ayahanda Prof. Dr. Mursal Esten (Direktur ASKI Padangpanjang. Kini sudah Almarhum, Al-Fatihah buat ayahandaku yang sekaligus guruku dan teman diskusiku).  Seusai bertemu dalam Temu Teater Indonesia di Pekanbaru. ASKI Padangpanjang membuka Jurusan Seni Teater, saya diminta untuk menjadi salah seorang dosen disana. Namun sesampai di Padangpanjang saya justeru memilih mendaftar jadi  mahasiswa, tetapi pada tahun 1998 saya diangkat menjadi dosen honorer di jurusan seni teater. Sementara dalam perjalanan itu di Padangpanjang, saya memiliki saudara angkat pula yang saya panggil Uda, Uda Dr. Arzul Jamaan, S.Kar., M.Hum (Kini sudah pensiun sebagai dosen ISI Padangpanjang) beliau merupakan salah seorang pendiri Jurusan Seni Teater ASKI Padangpanjang tahun 1997.

Namun, sebagai dosen honorer tentu tak mampu.mengepulkan dapur. Lalu untuk menambahkan penghasilan saya turut mengajar mata kuliah Telaah Puisi, Telaah Prosa, Telaah Drama, serta Jurnalistik di Kampus FKIP/ Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Saya mengajar disana karena diajak oleh Ibu Dr. Nurhaida Nuri untuk menggantikan beliau. Selain itu, juga mengajar mata pelajaran Seni Budaya dan Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Sore Padangpanjang atas ajakan Pak Firdaus, S.St untuk menggantikan istri beliau yang cuti hamil. Saya juga mengajar mata kuliah Telaah Puisi, dan Telaah Drama, serta Jurnalistik di STKIP PGRI Sumatera Barat. Sejak tahun 1999 saya juga menjadi guru atawa tepatnya pelatih teater di SMAN 1 Sawahlunto yang waktu itu Kepala Sekolahnya Drs. Zubir Chan. Saya dengan Dr. Iswandi M.Pd (dosen Seni Musik ISI Padangpanjang) membidani lahirnya sanggar seni di sekolah. Disebabkan pertunjukan teater yang pertama berjudul ORANG-ORANG RANTAI Karya/Sutradara Sulaiman Juned yang diproduksi SMAN 1 Sawahlunto, maka Kelompok teater sekolah itu saya berinama Teater Rantai.

Tahun 2002 saya tamat dari Penciptaa  Seni Teater STSI Padangpanjang dengan Yudisium Cumlaude. Setelah wisuda sesungguhnya saya ingin benar kembali ke Aceh untuk mengandikan ilmu disana. Ketika saya mengambil ijazah dibagian Akademik STSI, Kasubagnya menyatakan ijazah saya ada sama Prof. Dr. Mursal Esten.  Lalu saya jumpai beliu di ruang kerjanya, jawab beliau singkat saja, ambilkan ligalisir ijazahnya, silakan mendaftar jadi CPNS karena itu telah ada penerimaan dosen penyutradaraan di Jurusan teater. Saya katakan ke beliau, hal ini tidak mungkin sebab usia saya sudah 37 tahun masa itu. Namun beliau menjawab, tugas anda ikut testing sementara masalah.yang lainnya itu urusan saya. Saya ingin anda jadi dosen disini, sesungguhnya dari awal saya mengajak anda kemari untuk jadi dosen bukan jadi mahasiswa, begitu ucapnya. Selanjutnya saya persiapkan seluruh persyaratannya, dan sayapun akhirnya ikut test CPNS jadi dosen di Jurusan Seni Teater, alhamdulillah begitu diumumkan hasilnya ternyata saya LULUS.

 Sejak itu saya menjadi CPNS di STSI Padangpanjang, sesuatu yang tidak mungkin dan masuk akal. Namun semuanya bisa terjadi atas kehendak Allah melalui tangan  Prof. Dr. Mursal Esten yang  tanpa henti membantu.  Lulus dengan mengajar di minat Penyutradaraan. Setelah mengikuti prajabatan, sahlah saya menjadi dosen tetap di Almamaterku. Kemudian tahun 2005 melanjutlan studi S2 di Penciptaan teater Pascasarjana ISI Surakarta  tamat tahun 2007 dengan rentang waktu kuliah 1 tahun 7 bulan lulus dengan yudisium Cumlaude. Kembali mengabdi ke kampus dan pada tahun 2010 berubah status menjadi ISI, dan saya dipercayakan Rektor menjadi Kepala HUMAS ISI Padangpanjang. Lama pula saya berkeinginan untuk melanjutkan studi S3 namun belum dapat izin. Tahun 2012 saya dipercayakan sebagai sekretaris panitia pendirian ISBI Aceh, tahun 2013 dipercayakan sebagai Ketua Panitia pendirian ISBI Aceh, letih memang ditambah kondisi Aceh belum kondusif saat itu. Namun, alhamdulillah dapat berjalan dengan baik walau sesekali ada gangguan. Tahun 2013 saya memohon izin melanjutkan studi S3. Rektor mengizinkan dengan syarat tidak boleh mengundurkan diri dari Ketua Panitia pendirian ISBI Aceh jikalau belum mendapatkan 40 hektar tanah. Semakin letih karena mengurusi pendirian ISBI Aceh sembari kuliah di Solo, Jawa Tengah, namun ini semuanya saya lakoni dengan sepenuh hati dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.  Alhamdulillah tahun 2014 tanah dan akte didapatkan di Jantho Aceh Besar. Maka pada 6 Oktober 2014 ISBI Aceh diresmikan Presiden SBY di Surabaya. Sayapun setelah itu mengundurkan diri dari panitia, dan menyerahkan jabatan ketua kepada Dr. Febri Yulika. Saya fokus pada studi. Alhamdulillah kuliah di Penciptaan Seni Teater Pascasarjana (S3) ISI Surakarta, Jawa Tengah terselesai dalam waktu 2 tahun 7 bulan dengan yudisium Coumlaude, karya yang bertajuk PERTUNJUKAN TEATER TUTUR ADNAN PM TOH MENCIPTA BERSAMA MASYARAKAT ujian tertutup dan terbuka di Taman Putroe Phang, Banda Aceh tahun 2016. Suatu kebahagian tiga jenjang pendidikan S1, S2 dan S3 ketiganya saya selesaikan dengan yudisium Coumlaude . Sekembali dari berguru, saya ditunjuk kembali menjadi Kepala HUMAS ISI Padangpanjang (2017-2019), sekaligus juga menjadi Pembimbing UKM-Pers ISI Padangpanjang. Oya UKM-Pers tersebut saya bersama Rekan-rekan  Hafif Hr, Wiko Antoni, Sri Yeni, Zulfikar dan Misda Amdayanti ikut mendirikannya pada tahun 1997 kala itu masih bernama ASKI Padangpanjang.

 Selain menjadi pengajar tetap di Jurusan Seni Teater ISI Padangpanjanh,  juga menjadi pengajar di Pascasarjana (S2) ISI Padangpanjang, Penciptaan Seni Teater. Saya juga bersama Prof. Dr. Mursal Esten (Almarhum), Wiko Antoni,  Nanet Herawati, Maizul, S.E, Drs. Jufri, M.Sn, dan IDN. Nyoman Supenida, S.Skar., M.Sn mendirikan Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang. Lalu dipercayakan rekan-rekan sebagai Penasihat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Kota Padangpanjang. Juga sebagai Pembina Forum Pegiat Literasi Kota Padangpanjang, yang pada tahun 2018 menjadi inisiator terlaksananya Temu Penyair Asia Tenggara di Kota Padangpanjang. Sementara dalam Hibah P3S Dikti sebagai ketua peneliti bersama Dr. Rosta Minawati, S.Sn., M.Si, Enrico Alamo, S.Sn., M.Sn serta Sherly Novalinda, S.Sn., M.Sn menggarap pertunjukan teater Raja Sisingamangaraja XII dalam tiga episode: Episode I: Tontang I Tano Batak Karya Sulaiman Juned dan Edy Suisno, Sutradara Enrico Alamo pentas di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, dan UiTM Pahang tahun 2018. Episode II: Ugamo Malim Horja Balon Na Parpudi Karya Sulaiman Juned dan Thompson Hs, pentas di Hanoi Vietnam dalam forum APB disutradarai Enrico Alamo tahun 2019.   Sedangkan untuk tahun terakhir 2020 akan digarap Episode III: Lopian Ulu Porang Tano Batak karya Sulaiman Juned, Enrico Alamo dan Thompson HS.

Perjuangan yang saya lakukan tak terlepas dari doa-doa dan dorongan dari orang-orang tercinta. Abi dan Emak, tentunya. Kakakku Karmini Juned, Ummiyah Juned, Zulkarnaen Juned dan adikku Rasidah Juned. Mertuaku; Soepardi dan Soetrisni. Selanjutnya doa dan kesetian dari Istriku Titin Iswanti yang setiap saat memberikan dorongan sehingga ingin sesegera mungkin menyelesaikan studi dan berkarir. Anak agamku satu-satunya yang setiap saat berdoa dan berharap sang Abi jadi panutan dalam kehidupan di rumah juga di luar rumah, yaitu Soeryadarma Isman Berkat doa dari orang-orang tercinta inilah yang setiap waktu---setiap saat setia mendampingi hidupku untuk meraih segala ingin dengan penuh cinta sehingga dapat terkabulkan. (**/SJ)
×
Berita Terbaru Update