Notification

×

Iklan

Iklan

Padang Jadi Pilot Projek Pengolaan Sampah Jadi Energi

09 Juni 2021 | 11:06 WIB Last Updated 2021-06-09T04:10:17Z


Padang - Kota Padang direncanakan menjadi pilot projek program pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy.
Hal ini dikatakan Wali Kota Padang Hendri Septa, Selasa (8/6/2021) di Padang. "Kota Padang mau dijadikan pilot projek, sampah jadi waste energi," katanya.
Menurutnya, program pengelolaan sampah jadi energi ini berkat kerja sama Padang dengan Norwegia.
Dengan program ini, akan membantu Kota Padang dalam pengolahan sampah ke depan.
"Dimana saat ini di Kota Padang lebih kurang 650 ton sampah dihasilkan setiap harinya," kata Hendri Septa.
Hendri Septa menambahkan, jika kerja sama ini terwujud dengan baik maka banyak hal positif yang diperoleh Kota Padang.
Tidak hanya, mengurangi jumlah sampah, namun mendorong tumbuhnya perekonomian karena membuka lapangan kerja dan memperbaiki lingkungan hidup.
"Mohon dukungannya yang sangat dari warga Padang bahwa Padang bisa juga jadi contoh pengelolaan sampah, dari daur ulang jadi bermanfaat," ungkapnya.

Padang Hasilkan Eco Enzym dari Limbah Dapur 


Cairan eco enzym hasil olahan Bank Eco Enzym disemprotkan di kawasan Kecamatan Padang Timur Kota Padang,  Selasa (8/6/2021).

Penyemprotan eco enzym ini sekaligus launcing hadirnya Bank eco enzym pertama yang ada di Kota Padang, Sumbar, oleh Wali Kota Padang Hendri Septa.

Penyemprotan eco enzym ini menggunakan mobil tanki Palang Merah Indonesia (PMI).Dimulai dari depan Kantor Camat Padang Timur, lalu ke kawasan Simpang Haru, Sawahan, Bagindo Aziz Chan, Terandam dan kembali ke lokasi semula.

Wako Hendri Septa mengatakan, eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran serta gula, air dan lainnya itu.

"Penyemprotan eco enzyme ini berguna hampir sama dengan disinfektan. Penyemprotan eco enzym ini kita pertama di Sumbar dan kedelapan secara nasional," kata Hendri Septa.

Selain itu, eco enzym juga memiliki banyak manfaat untuk menghasilkan produk berupa obat, disinfektan dan lain-lain.

"Bahan-bahan atau barang yang biasanya hanya menjadi sampah, dengan ini bisa di daur ulang (recycle) kembali, sehingga memiliki banyak manfaat," kata Hendri Septa.

Hendri Septa mengharapkan  warga Kota Padang untuk saling mendukung dan memberikan contoh dalam melakukan pengolahan sampah secara baik seperti dilakukan Bank Eco Enzym ini. (Ril/bd)