Notification

×

Iklan

Iklan

Sumbar Bentuk Satgas Oksigen Untuk Atasi Kelangkaan Oksigen

28 Juli 2021 | 20:24 WIB Last Updated 2021-07-28T13:24:55Z


Pariaman  - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya mengatasi berbagai kendala dalam penanganan pandemi COVID-19. 

Hal itu di antaranya memenuhi kebutuhan oksigen yang terus bertambah. Kabar baik, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bersedia membantu berapapun kebutuhan Sumbar, akan tetapi masih terkendala transportasi penjemputan.

Selain Sumsel, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi, memastikan dua provinsi tetangga lainnya, yakni Riau dan Sumatera Utara juga menyatakan, kesediannya membantu pasokan oksigen untuk Sumbar.

"Tadi, saya sudah komunikasi dengan Gubernur se-Sumatera secara virtual dan Alhamdulillah, Provinsi Riau, Sumsel dan Sumut, akan memberikan bantuan untuk Sumbar. Bahkan Sumsel bisa memberikan berapapun yang diperlukan, tinggal kita lagi yang menjemput. Tadi sudah saya minta langsung dinas terkait, seperti perdagangan, perhubungan dan BPBD untuk memfasilitasi ini,"kata Mahyeldi, di sela tinjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pariaman, Rabu (28/7/2021).

Atas bantuan dari provinsi tetangga tersebut, Gubernur menyampaikan terima kasih sudah bersedia memberikan oksigen kepada Provinsi Sumbar karena Sumbar ini sangat kekurangan oksigen. 

Bantuan ini kata Mahyeldi, akan menyelamatkan ribuan jiwa pasien COVID-19 di Sumbar yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi menyatakan, Pemprov Sumbar juga mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Oksigen Sumbar yang akan fokus pada persoalan oksigen. Itu termasuk juga untuk mengatur rencana penjemputan bantuan oksigen dari provinsi tetangga.

"Untuk oksigen, persediaan kita memang kurang, bukan kita saja. tapi hampir seluruh daerah, khususnya di Jawa. Jadi langkah kita adalah akan siapkan Satgas Oksigen Sumbar, tinggal menunggu SK saja dan koordinatornya  Sekda," ujarnya.

"Saat ini, kebutuhan kita 500 ribu kubik perbulan. Tapi seiring dengan penambahan fasilitas isolasi COVID-19 di Asrama Haji Padang dan Rumah Sakit Paru Padang Pariaman, kebutuhan tentu juga meningkat. Jadi, kita terus menghitung berapa kebutuhan riil kita, apalagi masih banyak fasilitas rujukan COVID-19 yang belum memberikan datanya,"lanjutnya.

Vaksin Tambahan untuk Sumbar Dijanjikan Agustus

Sementara itu, untuk persediaan vaksin,katanya, saat ini untuk Sumbar sudah ada pada posisi nol, alias kosong. Semua vaksin yang ada sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota, sehingga sisa vaksin di faskes dan kabupaten kota itu yang masih dipakai saat ini.

"Kita sudah minta, dan Kemenkes juga sudah memberi perhatian, namun Juli ini tidak mungkin distribusikan. dijanjikan itu Agustus,"tambahnya.(rel/bd)