Notification

×

Iklan

Iklan

Kelinci Sumatera (Nesolagus Netscheri) Ditemukan di Saniangbaka Solok Akhirnya Mati

16 Juni 2022 | 20.10 WIB Last Updated 2022-06-16T13:10:36Z


Solok, pasbana - Setelah menerima laporan mengenai ditemukannya seekor Kelinci Sumatera oleh Kelompok Sadar Wisata Saniangbaka, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok, Sumbar pada tanggal 9 Juni 2022, tim WRU Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung bergerak ke lokasi. 

Satwa langka tersebut ditemukan oleh Pokdarwis dalam keadaan kurang sehat dan penuh dengan caplak dan sempat dilakukan perawatan selama tiga hari. 

" Mengingat Kelinci Sumatera ini kami anggap super prioritas, Tim WRU Seksi III yang dibantu oleh dokter hewan mengevakuasi Kelinci Sumatera tersebut ke Yayasan Kalaweit untuk dilakukan proses observasi selanjutnya dan perawatan intensive dan pada tanggal 11 Juni 2022," jelas Ardi Andono selaku Kepala BKSDA Sumbar, Kamis (16/6/2022).




Namun, pada tanggal 12 Juni 2022 pukul 7.00 wib, kelinci sumatera mengalami syok dan kejang- kejang, selanjutnya mati pada pukul 12.30 WIB dan dilakukan nekropsi oleh tim medis kalaweit. 

Tujuan satwa langka ini dibawa ke Kalaweit Supayang untuk dilakukan proses observasi dan perawatan intensif pada tanggal 11 Juni 2022.

"Namun, pada tanggal 12 Juni 2022 sekitar pukul 07.00 WIB, kelinci sumatera mengalami syok dan kejang- kejang," kata Ardi Andono.

Diduga kematian kelinci sumatera ini karena luka dibagian punggung, infeksi, anemia dan stress. Untuk itu dilakuan upaya test DNA, pengambilan sample darah, pengambilan organ dalam, dan tubuh untuk diawetkan oleh laboratorium Biologi Unand.

Berdasarkan data IUCN kelinci sumatera pada tahun 2019 tidak memiliki data mencukupi dan hanya dilaporkan di Bukit Barisan Selatan, Bengkulu dan Leuser (https://www.iucnredlist.org/species/14662/45178557) BKSDA Sumbar Bersama Biologi Unand, Yayasan Kalaweit dan Fakultas Kehutanan UMSB membentuk tim untuk mendokumentasikan, morfologi, darah, DNA, hingga pengecekan habitat.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat Ardi Andono menyampaikan terimakasih kepada Pokdarwis Saniangbaka yang telah berupaya untuk melakukan perawatan kepada satwa langka yang populasinya terus menyusut di habitatnya.

" Satwa ini statusnya tergolong terancam punah sama seperti harimau sumatera, dan ini adalah penemuan yang langka terjadi di hutan Sumatera Barat," ungkap beliau.(rel/bd) 

×
Berita Terbaru Update