Notification

×

Iklan

Iklan

Sinergi Hadapi Bencana dan Dongkrak Ekonomi, Pemprov Sumbar Dukung Pembangunan Payakumbuh

26 Februari 2026 | 04:54 WIB Last Updated 2026-02-26T02:59:33Z


Payakumbuh, pasbana— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menghadapi risiko kebencanaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam rapat bersama Pemerintah Kota Payakumbuh, Rabu (25/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mahyeldi menekankan pentingnya sinkronisasi program pembangunan, terutama di tengah perlambatan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat saat ini 3,37 persen. Ini menuntut kerja yang lebih solid dan terarah,” ujarnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumbar memang melandai dibandingkan rata-rata nasional. Karena itu, kolaborasi lintas daerah dinilai krusial untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pemulihan, khususnya pascabencana.

Mahyeldi menyebut Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai kawasan pertumbuhan baru. Aktivitas ekonomi yang hidup hingga malam hari, didukung sektor kuliner dan pendidikan pesantren, menjadi indikator geliat ekonomi lokal. Ia juga berharap pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat segera terealisasi guna memperkuat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.

“Dana pembangunan harus berdampak bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal, bukan hanya mengalir tanpa efek ekonomi,” tegasnya.

Wali Kota Zulmaeta menambahkan, posisi strategis Payakumbuh sebagai penghubung Sumbar–Riau membuka peluang industri dan perdagangan. Kota ini memiliki sentra rumah potong hewan modern dan Sentra Rendang, yang diproyeksikan menopang hilirisasi agroindustri sesuai arah kebijakan nasional.

Rakor ini menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan bencana, konektivitas wilayah, dan ekspansi ekonomi berbasis potensi lokal menuju 2026–2028. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update