Notification

×

Iklan

Iklan

Normalisasi 12 Sungai di Padang Pariaman Dikebut, BWS Siapkan Penanganan Permanen

02 Maret 2026 | 19:35 WIB Last Updated 2026-03-02T12:35:12Z


Padang Pariaman, pasbana - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mempercepat normalisasi 12 sungai besar yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko banjir dan longsor yang sempat melumpuhkan sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, Senin (2/3/2026), menyebutkan penanganan dilakukan melalui pengerukan sedimentasi dan pengalihan alur sungai dengan dukungan alat berat dari berbagai pihak. “Sebagian besar sudah kami tangani dalam skema tanggap darurat, terutama untuk kerusakan ringan hingga sedang,” ujarnya di Parik Malintang.

Dari 12 sungai tersebut, dampak terparah terjadi di Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, dan Batang Naras. Penanganan melibatkan Pemkab Padang Pariaman, Pemerintah Provinsi Sumbar, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Saat ini, ekskavator BWS Sumatera V tengah memasang penguat tebing muara Sungai Batang Ulakan menggunakan karung geobag untuk mencegah abrasi lanjutan. Sementara itu, Balai Teknik Sungai Solo telah melakukan kajian teknis guna menentukan desain konstruksi permanen pada titik-titik kritis.

El menegaskan, untuk kerusakan berat seperti di Batang Anai, penanganan lanjutan segera dilakukan setelah kajian teknis rampung. “Penanganan permanen menunggu hasil analisis detail agar konstruksi tepat dan berkelanjutan,” katanya.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menambahkan pemerintah daerah terus mengupayakan solusi jangka panjang dengan memperkuat sinergi lintas pemerintah dan partisipasi masyarakat guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update