.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (14/3/2026). Pertemuan itu membahas sinkronisasi pengelolaan ruas jalan provinsi serta percepatan pembangunan kembali Jembatan Manunggal di Kecamatan Lima Kaum, yang rusak akibat banjir bandang pada 2024.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizoprades, menjelaskan pembangunan jembatan permanen akan segera dimulai. Sebagai langkah sementara, pemerintah akan terlebih dahulu membangun jembatan darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
“Pembangunan jembatan permanen segera dilakukan. Namun sebelum itu, jembatan darurat akan dibangun agar akses masyarakat tidak terputus,” ujarnya.
Selain proyek jembatan senilai Rp7,39 miliar, Pemprov Sumbar juga menganggarkan rehabilitasi dan rekonstruksi beberapa ruas jalan provinsi di Tanah Datar. Di antaranya rehabilitasi ruas Batusangkar (Bukik Gombak)–Guguak Cino sebesar Rp2,13 miliar, perbaikan jalan Baso–Batas Batusangkar (Balai Selasa) Rp4,01 miliar, serta rekonstruksi ruas Guguak Cino–Sitangkai Rp1,69 miliar. Program ini juga didukung pokok pikiran anggota DPRD Sumbar sebesar Rp600 juta.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut baik dukungan tersebut dan memastikan pemerintah daerah akan mempercepat proses pembebasan lahan.
“Jembatan Manunggal merupakan urat nadi masyarakat. Kami akan percepat prosesnya agar pembangunan segera dimulai,” kata Eka.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur ini diharapkan memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Datar. (*)
Tanah Datar, pasbana - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,34 miliar untuk pembangunan kembali Jembatan Manunggal serta perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Tanah Datar pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (14/3/2026). Pertemuan itu membahas sinkronisasi pengelolaan ruas jalan provinsi serta percepatan pembangunan kembali Jembatan Manunggal di Kecamatan Lima Kaum, yang rusak akibat banjir bandang pada 2024.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizoprades, menjelaskan pembangunan jembatan permanen akan segera dimulai. Sebagai langkah sementara, pemerintah akan terlebih dahulu membangun jembatan darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
“Pembangunan jembatan permanen segera dilakukan. Namun sebelum itu, jembatan darurat akan dibangun agar akses masyarakat tidak terputus,” ujarnya.
Selain proyek jembatan senilai Rp7,39 miliar, Pemprov Sumbar juga menganggarkan rehabilitasi dan rekonstruksi beberapa ruas jalan provinsi di Tanah Datar. Di antaranya rehabilitasi ruas Batusangkar (Bukik Gombak)–Guguak Cino sebesar Rp2,13 miliar, perbaikan jalan Baso–Batas Batusangkar (Balai Selasa) Rp4,01 miliar, serta rekonstruksi ruas Guguak Cino–Sitangkai Rp1,69 miliar. Program ini juga didukung pokok pikiran anggota DPRD Sumbar sebesar Rp600 juta.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyambut baik dukungan tersebut dan memastikan pemerintah daerah akan mempercepat proses pembebasan lahan.
“Jembatan Manunggal merupakan urat nadi masyarakat. Kami akan percepat prosesnya agar pembangunan segera dimulai,” kata Eka.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur ini diharapkan memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Datar. (*)




