Notification

×

Iklan

Iklan

ITB Paparkan Strategi Mitigasi Bencana Berulang di Agam, Fokus Hunian Adaptif

04 April 2026 | 08:51 WIB Last Updated 2026-04-04T01:51:25Z


AGAM, pasbana |  Tim tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memaparkan hasil survei lapangan terkait bencana hidrometeorologi di Kecamatan Palembayan dalam rapat bersama Pemerintah Kabupaten Agam di Ruang Rapat Bupati Agam, Jumat (3/4).

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Agam, Benni Warlis, dan dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana daerah.

Ketua rombongan dari Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi di Agam tergolong bencana berulang. Kondisi ini dipicu curah hujan ekstrem yang melampaui ambang normal sehingga berpotensi kembali terjadi pada musim serupa.

“Fenomena ini bukan kejadian tunggal. Kerentanan wilayah dan faktor cuaca ekstrem membuat risiko bencana tetap tinggi,” ujarnya.

Tim ITB bersama Forum Zakat menyusun langkah penanganan mulai dari survei awal, pemetaan lokasi terdampak, hingga penyusunan pra basic design sebagai dasar pembangunan hunian tetap (huntap) yang lebih aman.

Konsep penataan kawasan diarahkan pada desain adaptif berbasis lingkungan. Permukiman di sekitar aliran sungai akan ditata ulang melalui penerapan green belt atau sabuk hijau guna mengurangi risiko tanpa harus seluruhnya direlokasi.

Bupati Benni Warlis mengapresiasi kajian teknis tersebut dan meminta survei diperluas ke kecamatan lain yang terdampak bencana. Ia juga menginstruksikan seluruh OPD memperkuat kolaborasi, terutama dalam penyediaan data dan dukungan teknis.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi perencanaan mitigasi jangka panjang sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat Kabupaten Agam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di masa depan.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update