Pesisir Selatan, pasbana - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mengambil langkah strategis dengan mengizinkan pembangunan tempat ibadah umat Buddha (klenteng) di kawasan wisata Pulau Cubadak, Kecamatan Koto XI Tarusan. Kebijakan ini digagas langsung oleh Bupati Hendrajoni sebagai upaya memperkuat nilai toleransi sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Keputusan tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan wisatawan, khususnya dari kalangan etnis Tionghoa dan umat Buddha, baik domestik maupun mancanegara. Kehadiran fasilitas religi di tengah destinasi bahari dinilai mampu memperluas segmen pasar wisata, sekaligus mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan.
“Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi pesan bahwa kita semua adalah saudara. Jika pariwisata berkembang, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Hendrajoni.
Secara ekonomi, langkah ini diproyeksikan berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM, terutama di sektor kuliner dan transportasi laut. Selain itu, peluang kerja baru juga terbuka bagi masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan wisata.
Pemerintah daerah bersama pihak pengembang juga berencana meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas penunjang di sekitar Pulau Cubadak. Hal ini diharapkan dapat memperkuat citra Pesisir Selatan sebagai destinasi yang inklusif dan ramah wisatawan.
Meski demikian, pemerintah menekankan pentingnya dialog dengan tokoh masyarakat dan agama setempat guna menjaga kearifan lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan, toleransi, dan penerimaan masyarakat di Kecamatan Koto XI Tarusan. Makin tahu Indonesia.(*)




