Notification

×

Iklan

Iklan

Alumni SMAN 2 Bukittinggi Dukung Gagasan Jadikan Kota Jam Gadang Daerah Khusus

31 Mei 2026 | 08:00 WIB Last Updated 2026-05-31T01:00:19Z


Bukittinggi, pasbana — Semangat kebersamaan sekaligus kepedulian terhadap masa depan kota terpancar dalam Reuni Akbar Alumni SMAN 2 Bukittinggi yang digelar di Balai Sidang Bung Hatta, Sabtu, 30 Mei 2026. Momentum peringatan hari jadi ke-170 sekolah legendaris yang dulu dikenal sebagai Sekolah Rajo itu menjadi panggung lahirnya dukungan nyata para alumni terhadap gagasan menjadikan Bukittinggi sebagai daerah khusus.

Dukungan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, yang hadir mewakili Pemerintah Kota. Dalam sambutannya, Ibnu Asis mengapresiasi terselenggaranya reuni sekaligus menegaskan harapannya agar para alumni tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga berkontribusi konkret bagi pembangunan kota.

"Kami berharap kebersamaan para alumni dapat terus terjalin serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bukittinggi di masa mendatang," ujarnya.

Ibnu Asis juga mengingatkan posisi strategis Bukittinggi dalam narasi besar sejarah Indonesia — kota ini pernah menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Nilai historis itulah yang kini coba dihidupkan kembali melalui peringatan 100 Tahun Jam Gadang, sebagai upaya memperkenalkan ulang warisan sejarah Bukittinggi kepada masyarakat luas dan pemerintah pusat.

Gagasan menjadikan Bukittinggi sebagai daerah khusus sendiri mencuat dari kalangan akademisi alumni. Prof. Dr. Rumainur dari Forum Cendekia dan Akademisi Alumni SMAN 2 Bukittinggi menjelaskan, usulan itu berakar dari rekam jejak historis kota yang tak ternilai.

"Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Selain pernah menjadi pusat pemerintahan, kota ini juga telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang berkontribusi bagi negara," tegasnya.

SMAN 2 Bukittinggi sendiri diakui sebagai salah satu institusi pendidikan bersejarah yang ikut mencetak pemimpin dan tokoh nasional. Reuni akbar ini pun menjadi pengingat bahwa dari kota kecil di kaki Bukit Barisan ini, sumbangsih bagi Indonesia tidak pernah kecil. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update