JAKARTA, pasbana — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menghadiri Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjuangan tokoh nasional Mohammad Natsir, sekaligus penguatan peran dakwah dalam menjaga persatuan bangsa.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa haflah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang menghidupkan kembali nilai perjuangan M. Natsir yang dikenal sebagai ulama, negarawan, sekaligus arsitek persatuan Indonesia.
“Keteladanan Pak Natsir menunjukkan bahwa dakwah harus hadir untuk membangun umat sekaligus memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini menuntut sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, pendidikan umat, serta kontribusi sosial keagamaan. Ia menilai jaringan dakwah memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi informasi.
Data Kementerian Agama RI menunjukkan peningkatan aktivitas dakwah berbasis komunitas dalam lima tahun terakhir, terutama melalui pendekatan edukasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Fenomena ini dinilai selaras dengan gagasan dakwah inklusif yang sejak lama diperjuangkan M. Natsir.
Mahyeldi berharap momentum silaturahmi tersebut mampu memperkuat simpul keumatan nasional. “Semangat perjuangan para pendahulu harus terus kita lanjutkan melalui kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” katanya.
Acara dihadiri tokoh nasional, ulama, serta pengurus DDII dari berbagai daerah sebagai bagian dari konsolidasi gerakan dakwah nasional pasca-Ramadan.(*)




