Dharmasraya, pasbana - Di tengah bentangan hijau Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terdapat sebuah nagari yang berhasil membuktikan bahwa desa bukan sekadar ruang tinggal, melainkan pusat inovasi sosial dan budaya.
Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, kini dikenal sebagai Nagari Terbaik Nasional 2026—sebuah capaian yang menempatkannya sebagai model pembangunan desa modern berbasis kearifan lokal.
Penghargaan tingkat nasional tersebut tidak datang tiba-tiba. Sungai Duo menunjukkan tata kelola pemerintahan nagari yang aktif, partisipatif, dan visioner. Pemerintah nagari bersama masyarakat berhasil mengelola potensi lokal melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), yang mengembangkan ekowisata berbasis alam dan budaya secara berkelanjutan.
Hamparan sawah hijau yang berpadu dengan perbukitan alami menjadi daya tarik utama. Lanskap ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan paket wisata edukatif—mulai dari wisata pertanian, wisata budaya, hingga ruang terbuka hijau yang ramah keluarga.
Pendekatan ini sejalan dengan tren nasional pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang didorong oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Sungai Duo juga memiliki identitas sejarah yang kuat melalui Taman Monumen Transmigrasi. Ikon ini merekam perjalanan panjang masyarakat transmigran yang berhasil membangun kawasan produktif sekaligus harmonis secara sosial.
Keberhasilan integrasi sosial tersebut sering disebut sebagai contoh sukses pengelolaan wilayah transmigrasi di Sumatera Barat.
Menariknya, modernisasi tidak menghapus tradisi. Kesenian lokal dan tarian tradisional tetap hidup dalam berbagai kegiatan nagari.
Menariknya, modernisasi tidak menghapus tradisi. Kesenian lokal dan tarian tradisional tetap hidup dalam berbagai kegiatan nagari.
Bahkan, kreativitas warga terlihat jelas saat perayaan Hari Kemerdekaan RI, ketika jalan-jalan nagari berubah menjadi ruang ekspresi budaya dengan dekorasi tematik yang meriah—sebuah tradisi yang rutin menarik perhatian publik dan wisatawan lokal.
Kombinasi antara tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian budaya, serta inovasi ekonomi berbasis alam menjadikan Nagari Sungai Duo bukan hanya berprestasi, tetapi juga inspiratif.
Di tengah arus urbanisasi dan perubahan zaman, nagari ini menunjukkan bahwa masa depan pembangunan Indonesia bisa dimulai dari desa—dengan identitas lokal sebagai kekuatan utamanya. Makin tahu Indonesia.(*)




