Notification

×

Iklan

Iklan

Naik Bersama Momentum, Bukan Terbawa Euforia: Cara Investor Pemula Membaca Arah Pasar Saham

26 April 2026 | 19:12 WIB Last Updated 2026-04-26T12:12:36Z
 


Pasbana - Pasar saham sering terasa seperti lautan. Ada ombak kecil yang cepat hilang, ada pula ombak besar yang bisa membawa investor meluncur jauh. Pertanyaannya: Anda sedang menunggangi momentum — atau sekadar terseret euforia?

Analogi ini relevan dengan kondisi pasar saham beberapa tahun terakhir. Saat IHSG beberapa kali memasuki fase bullish, banyak saham naik bersamaan. Namun tidak semuanya naik karena kinerja bisnis yang kuat.

Momentum vs Euforia: Apa Bedanya?


Momentum saham muncul karena alasan nyata. Misalnya:
  • laba perusahaan meningkat,
  • sektor industri sedang bertumbuh,
  • atau adanya katalis positif seperti ekspansi bisnis.

Contohnya, saham sektor komoditas melonjak saat harga batu bara global naik pada 2022–2023. Kenaikan tersebut didukung data fundamental.

Sebaliknya, euforia terjadi ketika harga saham naik lebih cepat dibanding perkembangan bisnisnya. Investor membeli bukan karena memahami perusahaan, tetapi karena takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO).

Menurut laporan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan riset sekuritas seperti Mandiri Sekuritas dan JP Morgan Asia Equity Strategy, fase pasar bullish sering diikuti lonjakan investor ritel yang masuk di harga tinggi—fase paling berisiko dalam siklus pasar.

Kenapa Euforia Berbahaya?

Bayangkan pesta yang terlalu ramai. Musik masih terdengar, tetapi pintu keluar makin sempit.

Dalam saham:
  • valuasi sudah mahal,
  • ekspektasi terlalu tinggi,
  • ruang kesalahan (room for error) sangat kecil.
  • Sedikit saja kinerja meleset, harga bisa jatuh cepat.

Tips Praktis Agar Tidak Terjebak


Sebelum ikut momentum, tanyakan:
✔ Apakah bisnis perusahaan benar-benar membaik?
✔ Apakah valuasi masih wajar?
✔ Apakah data nyata mendukung cerita pasar?

Jika jawabannya tidak jelas, kemungkinan besar itu euforia.
Investor sukses bukan yang mengejar semua ombak, tetapi yang memilih ombak terbaik.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update