Notification

×

Iklan

Iklan

Payakumbuh Siaga El Nino Ekstrem 2026, Pemko Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Krisis Air

30 April 2026 | 15:55 WIB Last Updated 2026-04-30T08:55:03Z


Payakumbuh, pasbana - Pemerintah Kota Payakumbuh mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem 2026 akibat fenomena El Nino berkekuatan besar yang kerap disebut “El Nino Godzilla”. 

Langkah antisipasi ini ditegaskan melalui Surat Edaran Wali Kota Payakumbuh Nomor 17/ED/WK.PYK/2026.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, Kamis (30/4/2026), menyebut fenomena tersebut diperkirakan berlangsung pada April–Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu panas ekstrem, kekeringan panjang, hingga peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Istilah “Godzilla El Nino” merujuk pada anomali pemanasan suhu permukaan laut Samudra Pasifik yang mencapai 2–3 derajat Celsius di atas normal. Kondisi ini dinilai dapat berdampak luas terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, serta kesehatan masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi nasional pada 14 April 2026, musim kemarau di Sumatera Barat diprediksi mulai Juni dan mencapai puncak pada Agustus 2026. Pemerintah daerah pun diminta bergerak lebih awal melalui penguatan posko siaga bencana, koordinasi lintas sektor, serta percepatan mitigasi berbasis wilayah.

Pemko Payakumbuh menginstruksikan audit jaringan irigasi, normalisasi embung, dan pengamanan cadangan air sebagai langkah utama menjaga stabilitas produksi pangan. Petani juga didorong mempercepat masa tanam serta menggunakan varietas genjah dengan dukungan pompanisasi saat fase kritis tanaman.

Di sektor kesehatan, pemerintah mengantisipasi peningkatan kasus ISPA, dehidrasi, dan penyakit menular akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau menjaga sanitasi lingkungan serta menghemat penggunaan air dan listrik.

Pemko juga menegaskan larangan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah kebakaran. “Jika mitigasi dilakukan sejak dini, dampak El Nino ekstrem dapat ditekan,” ujar Zulmaeta.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update