PADANG, pasbana — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang, khususnya ruas Bukittinggi–Padang Panjang–Sicincin, guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional. Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas lembaga di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, Kamis (9/4/2026).
Rapat dipimpin Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Muhibuddin dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, perwakilan Kementerian PUPR, serta manajemen PT Hutama Karya sebagai pelaksana proyek.
Gubernur Mahyeldi menegaskan pembangunan ruas tol tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, proyek ini tidak hanya meningkatkan akses transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi, mempercepat distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
“Tol ini akan menjadi pengungkit ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Mahyeldi.
Kepala Kejati Sumbar Muhibuddin menekankan percepatan proyek harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan dengan menghindari ego sektoral. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, kualitas pekerjaan, serta perlindungan hak masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan melalui komunikasi intensif dengan masyarakat nagari dan adat.
Dari sisi teknis, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Dedy Gunawan menjelaskan Tol Pekanbaru–Padang merupakan bagian jaringan Tol Trans Sumatera yang direncanakan sejak 2005. Saat ini, PT Hutama Karya tengah menyiapkan studi kelayakan, dokumen AMDAL, hingga tahapan pembebasan lahan untuk ruas Bukittinggi–Sicincin.
Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro menambahkan percepatan proyek penting dilakukan agar biaya tidak meningkat dan manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat. Pemerintah dan pelaksana proyek kini menyusun timeline kerja serta penanggung jawab teknis guna memastikan proyek berjalan sesuai target nasional.(*)




