TANAH DATAR, pasbana— Dalam upaya meningkatkan wawasan siswa sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah, OSIS SMPN 3 X Koto menggelar kegiatan edukatif bertajuk OSIS Goes To Nagari di Kantor Wali Nagari Singgalang, Selasa (19/5).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran luar kelas yang bertujuan mengenalkan siswa secara langsung terhadap sistem pemerintahan nagari serta adat istiadat Minangkabau.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus OSIS periode 2026–2027 bersama guru pendamping dan pihak sekolah. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh perangkat Nagari Singgalang, di antaranya Wali Nagari Singgalang, perwakilan BPRN, serta perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Kepala SMPN 3 X Koto, Nerawilda, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa mengenai kehidupan bernagari, struktur kepemimpinan, serta nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Minangkabau.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memahami langsung bagaimana pemerintahan nagari berjalan dan bagaimana adat Minangkabau tetap dijaga dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan budaya dan sistem sosial masyarakat perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak kehilangan identitas daerah di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin kuat.
Sementara itu, Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra, S.Hum., Dt. Pangulu Basa Nan Kuruih, dalam pemaparannya mengenalkan berbagai unsur pemerintahan nagari kepada siswa. Mulai dari nama-nama jorong di Kenagarian Singgalang, tugas wali jorong, hingga peran penting perangkat nagari dalam pelayanan masyarakat.
Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan nilai-nilai adat Minangkabau seperti peran ninik mamak, bundo kanduang, serta tata cara kehidupan bermasyarakat yang menjunjung tinggi musyawarah, sopan santun, dan kebersamaan.
Perwakilan BPRN Nagari Singgalang, Riswan Dt. Putiah, turut memberikan motivasi kepada para siswa agar aktif dalam organisasi sebagai langkah awal membangun jiwa kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan dengan belajar bertanggung jawab, disiplin, dan menghormati orang tua.
“Pemimpin yang baik lahir dari proses belajar dan pengalaman berorganisasi. Karena itu, siswa harus aktif dan memiliki semangat untuk terus belajar,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan KAN Nagari Singgalang, Dt. Tungga, memperkenalkan tujuh suku yang ada di Kenagarian Singgalang, yaitu Suku Koto Sabaleh, Koto Tujuah, Pisang Sabaleh, Pisang Limo, Jambak, Guci, dan Panyalai.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam adat Minangkabau, masyarakat yang berasal dari suku yang sama dianggap bersaudara sehingga tidak diperbolehkan saling menikah. Penjelasan tersebut menambah wawasan siswa mengenai sistem kekerabatan dalam adat Minangkabau yang masih dijaga hingga saat ini.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin mengenal identitas budaya daerahnya sendiri serta memiliki rasa bangga terhadap warisan adat dan budaya Minangkabau. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang berbudaya, berwawasan luas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Program OSIS Goes To Nagari yang digagas oleh Joni Satria, S.Pd. ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pelestarian kearifan lokal di kalangan generasi muda. (*)
Penulis: Nerawilda, S.Pd. (Kepala SMPN 3 X Koto)







