Notification

×

Iklan

Iklan

Mahyeldi Dorong Revitalisasi Pendidikan Keluarga, Nilai Rahmah El Yunusiyyah Dinilai Relevan Hadapi Krisis Pendidikan

04 Mei 2026 | 18:17 WIB Last Updated 2026-05-04T11:17:39Z



PADANG, pasbana — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan pentingnya menghidupkan kembali pendidikan berbasis keluarga sebagai solusi atas berbagai persoalan pendidikan nasional saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Universitas Negeri Padang, Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, dan organisasi perempuan, Mahyeldi menyatakan seminar tersebut bukan sekadar agenda historis, melainkan ruang mencari solusi nyata atas dinamika pendidikan modern.

“Nilai pendidikan yang diajarkan Rahmah El Yunusiyyah sangat relevan menjawab tantangan hari ini dan perlu kembali diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menyoroti meningkatnya konflik hubungan guru dan murid yang bahkan berujung proses hukum. Menurutnya, kondisi itu menandakan pergeseran nilai pendidikan akibat lemahnya ketahanan keluarga. Meski Sumbar telah memiliki regulasi ketahanan keluarga, implementasinya dinilai belum optimal.

Mahyeldi mencontohkan sistem pendidikan di Diniyyah Puteri yang sejak dini membekali perempuan dengan pendidikan agama, logika berpikir, hingga kesiapan kehidupan rumah tangga. Model pendidikan tersebut terbukti melahirkan perempuan tangguh, termasuk tokoh nasional Rasuna Said.

Perwakilan Menteri Kebudayaan RI, Feri Arlius, menegaskan Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan Indonesia yang gagasannya tetap relevan di era modern. Pemerintah, katanya, tengah membahas dukungan pengembangan Diniyyah Puteri sebagai warisan sejarah pendidikan nasional.

Ketua pelaksana seminar, Syaifullah, menyebut forum ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah sekaligus menghadirkannya sebagai inspirasi pendidikan masa depan. Seminar menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, termasuk Rais Yatim dan pakar pendidikan Fasli Jalal.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update