Padang, pasbana- Hari Kebangkitan Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremonial belaka bagi warga Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Di balik riuhnya upacara dan kibaran bendera merah putih, ada pekik kemenangan yang membuncah dari sebuah sudut di Kelurahan Gunung Sarik. Hari itu, sebuah pengumuman penting dibacakan bahwa RT.05/RW.08 Kelurahan Gunung Sarik resmi dinobatkan sebagai RT Terbaik Tingkat Kota Padang pada penilaian Sesi I dalam ajang bergengsi, Padang Rancak Award 2026.
Bagi Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, S.STP, M.Si, pencapaian ini adalah buah manis dari sebuah kerja keras yang sunyi namun konsisten. Senyum sumringah tidak bisa disembunyikan dari wajahnya, begitu pula dari jajaran kelurahan serta perangkat RT/RW yang hadir.
Camat Rozaldi Rosman menyampaikan bahwa ini adalah kado terindah di Hari Kebangkitan Nasional bagi seluruh masyarakat Kuranji. Beliau tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah bersinergi, bahu-membahu menumpahkan keringat demi mempersiapkan penilaian Sesi I ini.
Meski piala sesi pertama sudah di tangan, Camat Rozaldi Rosman mengingatkan jajarannya untuk tidak cepat berpuas diri. Kebangkitan sesungguhnya adalah mempertahankan konsistensi dan menularkan semangat rancak ini ke RT-RT lain di seluruh Kecamatan Kuranji.
Menjadi yang terbaik di antara ratusan RT di Kota Padang tentu bukan perkara instan. Kelurahan Gunung Sarik, wilayah yang dikenal dengan lanskapnya yang asri, menyimpan cerita tentang bagaimana warganya menghidupkan kembali roh gotong royong yang perlahan mulai luntur di era urban modern.
Di garda terdepan lingkungan tersebut, ada sosok Ketua RT.05, Drs. Busrial, yang menjadi nakhoda bagi warganya. Keberhasilan ini dinilainya sebagai wujud nyata dari kekompakan masyarakat yang tidak kenal lelah dalam menjaga dan menata lingkungan mereka.
Drs. Busrial mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Beliau menyampaikan bahwa penghargaan ini sepenuhnya milik warga RT.05 yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi menyukseskan penilaian. Beliau menambahkan bahwa tanpa adanya kesadaran bersama dan dukungan penuh dari pihak kelurahan serta kecamatan, prestasi tingkat kota ini tidak akan pernah mampir ke kampung mereka.
Di RT.05/RW.08, kata rancak bukan sekadar slogan kebersihan atau estetika semata. Rancak di sini adalah perpaduan antara lingkungan yang asri, pengelolaan sampah yang mandiri, serta hubungan antarwarga yang harmonis. Saban minggu, tanpa perlu dikomando dengan keras, warga dari berbagai latar belakang usia berkumpul. Ada yang membersihkan parit, menata tanaman hias di pekarangan, hingga memastikan sistem keamanan lingkungan berjalan dengan baik.
Keterlibatan aktif perangkat RT dan RW setempat yang didukung penuh oleh pihak Kelurahan Gunung Sarik dan jajaran Kecamatan Kuranji menjadi motor penggerak utama. Sinergi inilah yang dinilai tim juri Padang Rancak Award sebagai nilai plus yang membedakan RT.05 dengan wilayah lainnya.
Ajang Padang Rancak Award 2026 sendiri menjadi stimulus besar bagi tata kelola lingkungan terkecil di Kota Padang. Penilaian Sesi I ini barulah gerbang pembuka. Keberhasilan RT.05/RW.08 Gunung Sarik menjadi bukti nyata bahwa jika masyarakat dan pemerintah tingkat tapak mau berjalan seiringan, perubahan besar bisa diciptakan.
Ditambahkan Koordinator Lapangan Tim Trantibum Kecamatan Kuranji, Sandiko Buana, S.STP. Sandiko Buana, hari itu, di bawah langit Gunung Sarik, warga RT.05/RW.08 membuktikan bahwa dari sebuah unit administrasi terkecil, semangat kebangkitan nasional bisa ditiupkan secara nyata.
"Padang Rancak bukan lagi sekadar impian, melainkan identitas yang sedang dirajut bersama," singkat Sandi. (Bayu)




