Notification

×

Iklan

Iklan

Rehabilitasi Sawah Sumbar Tercepat di Sumatera, Pemerintah Percepat Tanam Hadapi Ancaman Kekeringan

01 Mei 2026 | 00:10 WIB Last Updated 2026-05-01T07:13:36Z


PADANG, pasbana — Pemerintah pusat mengapresiasi percepatan rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar) yang dinilai menjadi capaian terbaik di Pulau Sumatera.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menyebut progres pemulihan sawah di Sumbar melampaui provinsi terdampak lain. Dari target rehabilitasi 3.902 hektare lahan rusak ringan dan sedang, sekitar 98 persen telah berkontrak dan 50,8 persen selesai direhabilitasi.

“Capaian Sumatera Barat jauh di atas daerah lain. Ini menunjukkan koordinasi daerah berjalan efektif,” ujar Tomsi dalam rapat koordinasi Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Kamis (30/4/2026).

Data Kementerian Pertanian menunjukkan total kerusakan sawah di tiga provinsi Sumatera mencapai 94.000 hektare. Pemerintah menargetkan rehabilitasi 42.000 hektare, namun rata-rata nasional baru sekitar 6 persen, sementara Aceh dan Sumatera Utara masing-masing baru 0,6 persen dan 5 persen.

Di sisi lain, percepatan pemulihan juga diperkuat melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare di 25 provinsi. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah turun langsung menanam padi di Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam.

Menurut Mahyeldi, sekitar 7.000 hektare sawah di Sumbar terdampak bencana hidrometeorologi. Saat ini rehabilitasi telah mencapai sekitar 62 persen dan hampir 50 persen lahan kembali ditanami.
“Kita dorong percepatan tanam agar produksi beras tetap aman menjelang musim kemarau,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan lahan siap tanam harus segera dimanfaatkan guna menjaga produksi pangan nasional.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh rehabilitasi rampung sebelum Juli 2026 agar petani dapat panen tepat waktu dan mendukung ketahanan pangan nasional.(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update