Notification

×

Iklan

Iklan

Rendang Nangka Solok Selatan, Inovasi Ibu-Ibu Nagari yang Mengubah Buah Jadi Berkah Ekonomi

01 Mei 2026 | 15:16 WIB Last Updated 2026-05-01T08:16:39Z


Solok Selatan, pasbana - Di tengah hamparan hijau Nagari Sungai Kunyit Barat, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, cerita tentang ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat lahir dari sesuatu yang sederhana: pohon nangka di halaman rumah.

Siapa sangka, buah yang dulu hanya dipetik saat musim panen kini menjelma menjadi produk kuliner unggulan bernilai ekonomi tinggi. Melalui tangan kreatif Kelompok Dasawisma Mawar IV, nangka muda diolah menjadi rendang nangka dan abon nangka—produk UMKM yang kini mulai dikenal luas.

Berbeda dari rendang daging yang populer secara nasional, rendang nangka menghadirkan sensasi unik. Teksturnya lembut namun berserat, dipadukan dengan bumbu khas Minangkabau yang dimasak berjam-jam hingga menghasilkan rasa gurih dan tahan lama. Proses memasak tradisional inilah yang menjadi kunci kualitas sekaligus identitas produk.

Ketua kelompok Dasawisma setempat menjelaskan, ide ini muncul dari melimpahnya pohon nangka di pekarangan warga. Alih-alih terbuang, buah tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah. Kini, produksi dilakukan secara kolektif oleh ibu-ibu PKK, dipasarkan secara langsung maupun melalui platform digital.

Program ini merupakan bagian dari gerakan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga. Model usaha seperti ini sejalan dengan konsep ekonomi lokal berkelanjutan yang banyak didorong pemerintah, yakni memanfaatkan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Keberhasilan tersebut bukan tanpa pengakuan. Rendang nangka Solok Selatan turut mengantarkan Dasawisma Mawar IV masuk enam besar Lomba Dasawisma Berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026. Produk ini juga telah mengantongi sertifikat Halal serta izin PIRT, membuka peluang pemasaran lebih luas hingga pasar nasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi kuliner tidak selalu lahir dari industri besar. Justru dari dapur-dapur sederhana di nagari, lahir produk kreatif yang mampu mengangkat ekonomi keluarga sekaligus menjaga warisan cita rasa Minangkabau.

Rendang nangka Solok Selatan bukan sekadar makanan. Ia adalah simbol bagaimana pekarangan rumah bisa berubah menjadi sumber penghasilan, pemberdayaan perempuan, dan kebanggaan daerah—sebuah bukti bahwa ekonomi rakyat tumbuh dari akar paling dekat: rumah sendiri. Makin tahu Indonesia. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update