Notification

×

Iklan

Iklan

Strategi Cari Untung Saat Saham Turun, Investor Pemula Wajib Paham

21 Mei 2026 | 19:06 WIB Last Updated 2026-05-21T12:06:53Z



Pasbana - Bayangkan Anda membeli kopi seharga Rp30 ribu. Besoknya, kedai yang sama memberi diskon jadi Rp20 ribu untuk kopi yang sama. Banyak orang justru panik karena merasa “rugi”. 

Padahal bagi investor berpengalaman, harga turun sering kali justru membuka peluang memperbesar keuntungan.

Di pasar saham, strategi ini dikenal sebagai “average down”, yakni membeli kembali saham saat harga turun. Namun, ada satu kunci penting yang sering dilupakan investor pemula: setiap pembelian harus dicatat secara terpisah.

Contohnya sederhana.
Seorang investor membeli saham ABC:
  • 100 lot di harga Rp1.000
  • Harga turun ke Rp700
  • Investor membeli lagi 100 lot di Rp700
  • Total modal kini Rp170 ribu dengan harga rata-rata Rp850 per lot.
  • Lalu apa yang terjadi jika harga kembali naik ke Rp1.000?

Banyak investor hanya fokus pada average price. Padahal, keuntungan sesungguhnya justru bisa muncul dari strategi jual bertahap.

Cara Kerja Strateginya

Saat harga kembali ke Rp1.000:
  • Lot yang dibeli di Rp700 sudah untung Rp300 per lot
  • Investor bisa menjual lebih dulu lot bawah tersebut
  • Keuntungan riil yang dikantongi mencapai Rp30 ribu
  • Sementara itu, lot pertama yang dibeli di Rp1.000 sudah kembali ke posisi impas atau break even point (BEP).

Artinya, meski saham belum naik tinggi, investor sebenarnya sudah menghasilkan profit nyata dari pembelian kedua.

Strategi ini cukup populer di kalangan trader dan investor jangka menengah, terutama saat pasar sedang volatile. Namun, ada syarat penting yang tidak boleh diabaikan.
Jangan Asal Average Down

Strategi membeli saat harga turun hanya efektif jika:
  • Fundamental perusahaan masih bagus
  • Bisnis emiten tetap bertumbuh
  • Tidak ada masalah besar dalam kinerja keuangan
  • Investor memiliki manajemen modal yang disiplin
Jika dilakukan pada saham yang fundamentalnya buruk, average down justru bisa memperbesar kerugian.

Analis pasar modal sering menyebut bahwa psikologi adalah tantangan terbesar investor ritel. Ketika harga turun, banyak orang panik dan menjual rugi. Sebaliknya, investor disiplin justru memanfaatkan koreksi untuk mengatur ulang posisi.

Tips Praktis untuk Investor Pemula

  • Catat setiap transaksi pembelian secara detail
  • Tentukan target jual bertahap
  • Jangan menggunakan seluruh modal sekaligus
  • Hindari membeli hanya karena saham terlihat “murah”

Pada akhirnya, keuntungan di pasar saham bukan hanya soal membeli murah dan menjual mahal. Yang lebih penting adalah disiplin, strategi, dan kemampuan mengendalikan emosi.

Literasi finansial yang baik akan membantu investor lebih tenang menghadapi pasar yang naik turun. (*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update