Padang Panjang, pasbana - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang berlangsung sukses dan tanpa insiden hingga sesi terakhir. Ujian digelar selama 21–30 April 2026 dengan penerapan prinsip zero accident serta pengawasan ketat berbasis standar nasional.
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, dalam konferensi pers di Gedung Rektorat, Kamis (30/4), menyebut kelancaran pelaksanaan ujian merupakan hasil persiapan matang sejak tahap awal.
Persiapan meliputi pelaporan manajemen ruang melalui sistem websurvey, uji coba perangkat, pembekalan pengawas dan teknisi, hingga penguatan infrastruktur teknologi.
“Kami memastikan kesiapan sarana, stabilitas jaringan, serta pembaruan perangkat komputer agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan aman,” ujar Febri.
Selama pelaksanaan, panitia menerapkan pengawasan disiplin, termasuk penggunaan metal detector dan sistem kontrol teknis berlapis. Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan, mulai dari layanan kesehatan, dukungan PMI, ruang tunggu orang tua, hingga pusat informasi peserta.
Dari total 4.282 peserta terdaftar, tingkat kehadiran mencapai 97,33 persen. Secara umum, pelaksanaan berlangsung kondusif. Hanya satu peserta dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan medis tanpa mengganggu jalannya ujian.
Menurut Febri, penyelenggaraan UTBK berkualitas menjadi bagian dari komitmen kampus dalam menjaga standar pendidikan nasional sekaligus memperkuat reputasi institusi di tingkat global.
Hasil UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026. Peserta yang belum lolos masih memiliki peluang melalui jalur SMMPTN Barat maupun seleksi mandiri ISI Padangpanjang.(*)




