Notification

×

Iklan

Iklan

Luapan Air Ancam Jembatan Garuda Merah Putih di Kuranji Padang, Warga Diminta Waspada

| 14:06 WIB Last Updated 2026-08-03T07:06:35Z




PADANG, pasbana — Debit air Sungai Batang Guo dan Batang Kuranji melonjak drastis pada Senin siang, 3 Agustus 2026, memicu ancaman serius terhadap Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di kawasan Lapau Munggu, Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Arus sungai yang deras menghantam area sekitar jembatan, membuat warga setempat kembali diliputi ketakutan akan banjir bandang susulan.

Jembatan ini bukan infrastruktur biasa. Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring pada 9 Maret 2026, bersamaan dengan peresmian di wilayah Aceh, dengan dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Jembatan yang dibangun oleh prajurit TNI AD dari Kodam XX/Trikora Intan Baluran itu menjadi penghubung vital warga Kampung Guo dengan berbagai fasilitas umum di sekitarnya.

Ancaman hari ini bukan yang pertama. Kawasan Lapau Munggu tercatat sebagai salah satu titik paling rentan bencana hidrometeorologi di Kota Padang.
Bagi warga Lapau Munggu, langit yang menggelap bukan lagi sekadar pertanda hujan, melainkan alarm peringatan bencana. 

Aliran Sungai Guo bahkan sempat berubah arah dan mengarah langsung ke permukiman warga, sementara mereka hanya mengandalkan susunan batu dan kayu sebagai penahan arus karena tanggul permanen belum tersedia.

Rentetan bencana dalam sembilan bulan terakhir memperjelas betapa kritisnya kawasan ini:

Mei 2026 — Hujan lebat disertai angin kencang pada 21 Mei 2026 menyebabkan tanggul sungai di kawasan Lapau Munggu Guo kembali jebol, merendam permukiman warga dan sekitar 25 hektar sawah yang baru selesai direhabilitasi. Warga sempat terjebak banjir selama tiga jam, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Januari 2026 — Banjir susulan melanda wilayah itu pada 2 Januari 2026 setelah Sungai Batang Kuranji kembali meluap dan berdampak pada permukiman warga serta infrastruktur jalan di sekitarnya. Kementerian PU kemudian menggelar normalisasi darurat yang dipimpin Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

November 2025 — Banjir bandang besar merusak infrastruktur alami sungai dan memicu kerusakan tanggul darurat secara beruntun pada bulan-bulan berikutnya.

Menghadapi situasi hari ini, warga di bantaran Batang Guo dan Batang Kuranji diimbau segera menjauhi tepi sungai dan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi apabila intensitas hujan di kawasan hulu kembali meningkat.

Pemantauan debit air secara berkala menjadi keharusan mengingat kapasitas tampung sungai yang sudah kritis akibat pendangkalan sedimen parah.
(*)

IKLAN

×
Kaba Nan Baru Update